Cinta Tuan Muda Arogan

Cinta Tuan Muda Arogan
Tes Kehamilan


__ADS_3

setelah selesai konsultasi, sesuai janjinya Kia dan Andy ke mall untuk membeli keperluan pesta aniv pernikahan mereka yang ke 4 tahun yang akan diadakan 3 minggu lagi dan juga untuk membelikan mainan Vano.


"Vano, bangun.. katanya mau beli mainan" Kia membangunkan sang putra yang tertidur disepanjang perjalanan.


bocah itu mengerjap ngerjapkan matanya bangun.


"mainan?" bocah itu masih bingung.


"iya, kan kita mau beli mainan"


bocah itu seketika langsung bangun


"papi, cepet buka pintunya. aku pengen cepet beli mainan" celoteh bocah itu.


Andy menggelengkan kepalanya melihat antusiasme anaknya


"gendong pi" manja bocah itu.


"udah gede kok gendong" protes Andy.


"papi nggak sayang Vano ya"


"iya iya ini papi gendong" Andy segera mengangkat tubuh sang putra.


sesampainya ditoko mainan pun Vano memilih banyak sekali jenis mainan.


selanjutnya mereka memasuki sebuah butik ternama untuk memesan baju untuk mereka bertiga.


"papi, Vano mau kayak papi" rengek bocah itu lagi.

__ADS_1


"ini kan udah kayak papi. tuh, bajunya warnanya sama" tunjuk Andy pada kemejanya dan milik sang putra.


"Vano pengen itu" bocah itu menunjuk sebuah gambar anak kecil yang mengenakan setelan jas.


Andy tersenyum lembut


"okey, Vano pake kayak papi juga ya"


Andy pun memesankan jas yang sama untuk putra tersayangnya itu.


beberapa jam kemudian Kia dan Andy sudah berada dikamar.


nampak Kia duduk bersandar dibahu sang suami.


"yang" panggil Andy.


"hmm"


Kia mengangkat kepalanya


"kenapa emangnya?"


"nggak papa, buat aku Vano aja udah lebih dari cukup"


"kenapa? ngomong jujur sama aku" tanya Kia karna merasa janggal suaminya yang awalnya paling bersemangat untuk memiliki anak lagi namun kini tiba tiba berubah pikiran.


"beneran nggak ada apa apa yang"


"apa gara gara omongan dokter tadi?" tebak Kia.

__ADS_1


"enggak" kilah Andy.


"yangg" Kia menekankan kata katanya.


"iya, aku takut sama diomongin dokter tadi. aku nggak mau terjadi sesuatu sama kamu"


"nggak usah dengerin omongan dokter tadi yang. lagi pula kan ini aku dalam keadaan sehat. dokter kan udah bilang aku boleh hamil lagi dengan syarat tertentu"


"nggak aja deh yang. aku nggak mau ambil resiko. mending mulai besok kamu KB lagi aja"


"tapi yangg" Kia memohon.


"ini juga demi kebaikan kamu yang" Andy berusaha memberi pengertian sang istri.


"tapi aku kan udah terlanjur lama lepas KB. kalau ternyata udah ada isi disini gimana? kan tadi nggak dicek cuma konsul aja" Kia mengusap perut ratanya.


"ya udah, kamu cek aja sekarang. kalau beneran belum hamil lebih baik KB langsung aja yang. ini semua kan juga buat kebaikan kamu"


"tapi aku beneran nggak papa yang, aku masih pengen punya anak lagi" kekeh Kia.


"sayang, aku nggak mau kamu mengalami kesulitan seperti saat hamil Vano dulu. lebih baik cukup Vano aja ya" tawar Andy lagi.


"tapi aku cek dulu ya. kalau aku hamil berarti aku nggak KB ya yang"


"iya"


Kia pun beranjak membuka nakas dan mengambil alat tes kehamilan dan membawanya ke kamar mandi.


jantung Kia berdetak tak karuan. ia berharap sudah ada malaikat kecil diperutnya mengingat ia sudah lepas Kb sejak 5 bulan terakhir.

__ADS_1


tess


setetes air mata Kia mengalir saat melihat hasil yang keluar dari alat itu.


__ADS_2