
Satu bulan kemudian,
Usia kandungan Kia sudah memasuki bulan ke sembilan.
Kia hanya tinggal menunggu kapan anaknya lahir kedunia.
Namun Kia tetap kerja di Yulandres grup sedangkan Andy sudah pindah ke KN Company, ia sama sekali belum mengambil cuti karna ia merasa masih bisa bekerja seperti biasanya.
Sejak pernikahannya diumumkan, Kia selalu berangkat kerja bersama sang suami.
Sejak Andy menjadi CEO Sindy sering kali datang keperusahaan sang kekasih.
Siang ini, Kia ditelpon sang suami agar datang keperusahaannya untuk ikut jamuan makan siang bersama kolega bisnis Andy.
Nampak Kia sudah berganti pakaian biasa dan segera menaiki mobil yang sudah disiapkan suaminya.
Kia sempat kaget saat melihat Sindy juga berada ditempat jamuan makan itu.
Begitupun dengan Sindy,
"Kenapa wanita itu malah datang" batin Sindy.
Padahal ia sudah menyiapkan rencana dengan memasukan obat perangsangg di minuman milik Andy.
Acara makan siang pun berlangsung.
Kia mengikuti suaminya untuk kembali keprusahaaannya karna tadi Kia sudah izin tidak kembali ke kantor.
Sesampainya di ruangannya, tiba tiba Andy merasakan tubuhnya mulai panas.
Entah kenapa gairahh nya naik tiba tiba.
"Kau kenapa? Demam?" Tanya Kia melihat wajah putih suaminya yang berubah menjadi merah.
Tanpa kata, Andy segera mendekat dan mencium bibir sang istri dengan ganas.
__ADS_1
"Aku mengimginkan 'nya"
"Tapi, ini kan kantor" protes Kia.
"Kumohon" pinta Andy.
Akhirnya Kia pun pasrah dibawa ke kamar pribadi suaminya itu, dan merekapun melakukannya.
Andy mengusap keringat didahi sang istri yang kelelahan karna berkali kali digempur olehnya.
"Makasih" ucapnya singkat lalu mencium dahi istrinya.
"Mungkin ini yang terakhir untuk kita" batin Kia.
Andy segera mengetikan pesan pada asistennya untuk mencari tahu siapa yang memberikannya minuman berisi obat perangsangg itu.
Andy langsung ikut terlelap bersama sang istri yang kelelahan itu.
Pagi hari,
Andy begitu kecewa dengan kekasihnya itu.
Ia langsung memutuskan hubungannya walau Sindy menangis meminta belas kasihan.
Malam harinya
Kia dan Andy nampak sama sama melamun diatas tempat tidur.
"Apa tidak sebaiknya kau ambil cuti saja?" Andy menyarankan.
"Kurasa minggu depan aku baru akan ambil cuti"
"Oh, terserah keputusan ada ditanganmu"
"Oh ya, bagaimana kabar kekasihmu itu?" Tanya Kia tiba tiba.
__ADS_1
"Aku sudah tidak ada hubungan apapun dengannya"
"Memangnya kenapa?" Kia kaget.
"Dia lah dalang dibalik minuman berisi obat perangsangg itu, selain itu dia sudah memiliki kekasih di negara X"
"Oh" Kia manggut manggut mengerti.
Pagi hari,
Kia berangkat ke kantor seperti biasanya.
Saat mendekati jam pulang kerja tiba tiba ia merasakan perutnya sedikit mulas namun ia menahannya, ia mengira hanya mulas biasa. Karna akhir akhir ini ia juga sering merasakan kontraksi palsu.
Saat jam pulang pun ia pulang dijemput Andy.
Andy kaget melihat wajah istrinya yang sedikit pucat tak seperti biasanya.
" Kau kenapa? Sakit?" Tanyanya.
Kia menggelengkan kepalany
"Tidak, sepertinya aku mengalami kontraksi palsu lagi"
"Apa sangat sakit?"
"Tidak terlalu"
Andy mengusap perut buncit istrinya itu yang membuat kontraksi yang dialami Kia kian berkurang.
"Aku sudah mengatakan pada Qian mulai besok kamu sudah tidak bekerja"
"Tapi kenapa?"
"Terlalu beresiko untukmu dan anak kita"
__ADS_1
"Baiklah" Kia pasrah dengan keputusan suaminya.