Cinta Tuan Muda Arogan

Cinta Tuan Muda Arogan
Orang Misterius


__ADS_3

"Ya udah, nggak usah dengerin omongan kakak kamu. Buruan ganti baju sana gih abis tu kita makan siang" Mami Ara memberi pengertian sang putri.


"Iya mi" Nana pun segera ke kamarnya dan segera mengganti pakaiannya.


"Ini kok pada pulang cepet ada apa sih?" Kini Mami Ara yang bertanya kala melihat sang suami dan sang putra yang tak biasanya pulang cepat.


"Ada deh mi" Qian dan papi Rifqi kembali menjawab kompak.


"Oh mau main rahasia rahasian nih sama mami?" Mami Ara mulai berakting ngambek.


"Ya udah kalau gitu" mami Ara membalikan badannya berniat pergi dari ruang tengah itu.


"Eh eh, bukan gitu mi" papi Rifqi menarik pergelangan tangan mami Ara.


"Papi pulang karna papi lagi kangen sama mami" bisik papi Rifqi tepat ditelinga mami Ara.


"Papi ngomong apa ke mami?" Kini Qian yang kepo karna melihat wajah sang mami yang memerah.


"Urusan pribadi ini" jawab papi Rifqi santai.


"Cih, udah tua pada sok sokan main rahasia rahasiaan"cibir Qian.


"Terus kalo kamu ngapain pulang cepet?" Tanya mami Ara ke sang putra.


"Ya biasalah mi" ucap Qian santai sambil melirik ke arah sang istri.


Mami Ara mengangguk paham dengan maksud sang putra.


"Aduhhh" pekik Qian saat tiba tiba pinggangnya dicubit sang istri.

__ADS_1


"Sakit yang" keluh Qian.


Mami Ara dan papi Rifqi yang paham akan terjadinya perang dunia pun segera meninggalkan 2 insan itu.


"Kamu kenapa tadi pas ditanya mami malah nglirik aku kayak gitu?!" Kesal Vio.


"Ya mau jawab apa lagi yang, kan emang bener" ceplos Qian.


"Oh jadi kamu nggak ikhlas pulang? Ya udah sana balik ke kantor nggak usah pulang sekalian" sungut Vio berapi api.


" Enggak gitu juga yang"


"Ya terus gimana? Mau ngelak?"


"Ya udah deh, aku minta maaf ya sayang" rayu Qian.


"Terserah lah" Vio berjalan meninggalkan sang suami.


"Sayang, aku minta maaf ya" Qian memohon sambil memeluk sang istri.


"Hmm"


"Sayang, jangan gitu dong. Masak cuek gitu sih"


"Iya"


"Masak cuma gitu sih, kan aku udah minta maaf"


"Heem"

__ADS_1


Qian menghela napasnya, istrinya itu memang sangat membuatnya pusing seharian ini.


Beberapa minggu kemudian,,,


Usia kandungan Vio sudah menginjak 20 minggu alias 5 bulan.


Perut Vio sudah membuncit. Tubuhnya pun mulai mengembang seperti ibu hamil pada umumnya.


Vio masih tetap bekerja sebagai sekertaris Qian karna ia tak mau jika hanya berdiam diri di mansion.


Semenjak kehamilannya mood nya sering berganti. Sikap posesifnya pun sering kali terlihat ketika melihat Qian berinteraksi dengan perempuan lain sekalipun karyawannya sendiri.


Waktu pulang kerja..


Vio dan Qian mampir ke sebuah restoran untuk makan karna Vio merengek minta makan di restoran A.


Tanpa disadari ada seseorang yang mengintai keduanya.


Seseorang dengan celana panjang, kaus hitam dan topi yang bertengger di kepala tak lupa sebuah kacamata hitam.


Ia memperhatikan dua insan yang sedang makan di dalam restoran itu.


Ia menunggu waktu yang tepat untuk membidik mangsanya.


Beberapa hari kemudian,


Vio tidak masuk kerja karna ia diajak mami Ara untuk menemaninya berbelanja ke mall.


Mereka berdua menaiki mobil yang dikemudikan oleh sopir kepercayaan keluarga itu.

__ADS_1


Ketiga orang itu tidak menyadari bahwa mobil yang mereka tumpangi diikuti oleh seseorang.


__ADS_2