Cinta Tuan Muda Arogan

Cinta Tuan Muda Arogan
Sikap Keras Sella


__ADS_3

Vino tersenyum tipis saat membuka pintu kamar melihat istrinya yang sedang melepas mukenanya tanda selesai melakukan ibadah.


Baginya, Sella benar benar sudah berubah. Hanya saja sikap keras dan kasarnya masih belum sepenuhnya berubah.


Sella segera merebahkan tubuhnya diranjang empuk milik suaminya diikuti dengan Vino.


Sella tidr membelakangi Vino.


Happ


Vino memeluk Sella dari belakang


Degg


Sella sempat kaget dengan perlakuan Vino. Terkadang ia bingung denga apa yang dilakukan Vino.


Kadang Vini bersikap cuek seakan tak peduli. Kadang juga Vino bersikap menyebalkan dengan sikapnya yang keras dan terkesan menekan Sella. Tapi juga ada sisi Vino yang memperhatikan hal hal kecil dalam dirinya yang membuat Vino terkesan menyalurkan kasih sayangnya.


Vino mengusap usap perut buncit istrinya dan mendapatkan banyak tendangan dari anaknya.


"25 minggu kan?" Vino membuka suara.


"Bagaimana dia bisa tau?" Batin Sella.


"Kau tidak perlu darimana aku tau" ucapan Vino seakan menjawab pertanyaan di otak Sella.

__ADS_1


"Tapi kenapa perutmu sudah besar sekali?" Tanya Vino masih heran.


Karna anak buahnya hanya memberikan informasi usia kehamilan istrinya sesuai permintaanya.


"Mereka Twins" jawab Sella singkat.


"Hah?? Twins?" Vino kaget.


"Kau tidak percaya?"


"Bu bukan begitu, tapi bagaimana bisa twins?"


"Ya mana aku tau" sewot Sella.


Huhh


"Mulai besok kau harus berubah Sella, apakah pantas seorang istri berkata kasar pada suaminya" Vino menasehati.


"Kenapa kau selalu ingin mengatur hidupku?"


"Karna kau istriku!"


"Cih, kau mengakuinya?"


"Memangnya sejak kapan aku tidak mengakuinya?" Timpal Vino balik membuat Sella terbungkam.

__ADS_1


"Asal kau tau, tujuanku menikahimu untuk merubah hidupmu. Terlepas dari apapun alasan yang kau lakukan pada adikku dulu, pada intinya kau tetaplah bersalah. Bayangkan saja jika saat ini om Rifqi dan Qian tidak cepat tanggap pasti sudah terjadi sesuatu pada tante Ara, Vio dan bayi dikandungnya" jelas Vino.


Sella masih terbungkam


"Terserah tentang apa pendapatmu tentangku. Kau menganggapku menyiksamu, mengendalikan hidupmu atau apalah itu hakmu. Tapi satu hal yang perlu kau ingat, aku melakukan ini untuk kita dan anak kita. Kau tau kan rasanya hidup tanpa orang tua? Dan aku tak mau anak kita merasakan hal yang sama"


Tesss


Tanpa disadari air mata Sella luruh. Hatinya merasa tercubit dengan ucapan Vino.


Vino menyadari bahwa istrinya sedang menangis. Ia membalikan tubuh istrinya ke arahnya dengan susah payah karna ia tau istrinya itu paling tidak bisa menunjukan air matanya dihadapan orang lain.


Vino menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah istrinya itu.


"Sekarang kau tau kan alasanku kenapa selalu mengatur dan bersikap keras padamu?"


"Lihatlah, sekarang kau sudah berubah. Bukankah kau jauh merasa hidupmu lebih baik dari hidupmu yang dulu"


Sella masih terdiam dengan air mata yang terus mengalir.


Ia sangat sadar dengan perubahan hidupnya.


Sifat psikonya mulai berkurang. Ia mulai jarang membanting barang ataupun melukai orang lain karna ia sedang dirundung amarah.


Vino lah yang membuatnya keluar dari dunia gelap per mafiaan. Vino lah yang membuatnya lebih berpikir keras dengan tujuan hidupnya. Vino lah yang mengajarkannya agar semakin dekat dengan tuhan.

__ADS_1


"Sudahlah, tidak usah dipikirkan. Terserah apapun pendapatmu tentangku. Sekarang istirahatlah" Vino membawa istrinya itu kedalam dekapan hangatnya.


__ADS_2