Cinta Tuan Muda Arogan

Cinta Tuan Muda Arogan
Kan Pelan Pelan


__ADS_3

"tapi aku kan baru hamil muda yang"


"tapi ini udah terlanjur bangun yang" ucap Andy sembari memeluk erat istrinya agar dapat merasakan miliknya sudah terbangun.


"tapi yang, aku takut"


"ya udah deh, nggak papa" Andy pasrah dan kembali memejamkan matanya sambil memeluk sang istri.


Kia merasa sungkan dan tak enak karna menolak suaminya.


"ya udah deh yang, nggak papa. tapi satu aja ya" tawar Kia.


"nggak usah deh yang, aku juga gakut anak kita kenapa napa"


"mungkin kalo lakuinnya pelan pelan nggak papa kalik yang"


"beneran?"


Kia mengangguk mengiyakan


"nggak dulu deh yang, lagian kandungan kamu kan baru 6 minggu. masih terlalu muda" Andy mencoba mengalah.


"ya udah kalau gitu. tapi jangan tidur lagi yang, buruan mandi terus sarapan. kamu inget kan bakal nganterin aku ke mall" Kia mengingatkan.


"iya iya istriku yang bawel"


cup


Andy mencium sekilas bibir sang istrinya


ia segera beranjak dan membersihkan dirinya dikamar mandi.


beberapa menit kemudian, Andy keluar dari kamar mandi dengan handuk selututnya dan menampakan perut sixpack nya.


"loh, kok malah dia yang tidur" Andy merasa gemas melihat istrinya yang malah tertidur.


"yang, bangun yang. sarapan dulu yuk" Andy mengguncang pelan lengan istrinya.


"hmm iya, ini ni mau bukak mata" gumam Kia masih dengan mata tertutup.


"ck, bumil ini tumben banget" decak Andy.


cup

__ADS_1


Andy mencium sekilas bibi sang istri.


"bangun yang, buruan sarapan gih. kasian anak kita belum sarapan"


Kia mengerjap ngerjapkan matanya bangun


"eughhh" ia menggeliatkan badannya.


"yang, kamu baru selesai mandi?"


"iya, ini mau ganti baju dulu"


"peluk dulu yang" Kia merentangkan tangannya.


Andy merasa aneh dengan kelakuan manja sang istri.


dengan senang hati ia membantu sang istri berdiri lalu segera memeluknya.


"yang, aku pengen" bisik Kia.


"tapi yang, kan tadi kita udah sepakat kalau...."


"yang.." Kia memohon.


"yang,, sekali aja ya. pliss" Kia menunjukan wajah memohonnya.


"tapi sarapan dulu ya" tawar Andy berharap istrinya melupakan permintaan 'itu.


"iya, tapi nggak boleh bo'ong ya yang"


"i iya"


"papiii" teriak bocah laki laki berlari mendekati sang papi.


"gendong pi"


"Vano kan udah gede, masak digendong sih"


"yahh masak minta gendong nggak boleh" rajuk bocah itu.


"iya iya sini gendong sama papi"


Andy langsung mengangkat tubuh sang putra.

__ADS_1


"Vano kan udah besar. nanti kalau adik Vano udah lahir nggak boleh minta gendong gini lagi. kan malu sama adek"


"adek pi?" bocah itu bingung.


"iya, Adek Vano ada diperut mami"


"beneran pi?"


"hu um"


"turunin Vano pi" pinta bocah itu saat sudah sampai didepan meja makan.


"kiss dulu"


"masak cowok cium cowok sih pi"


"kan ini papinya Vano" kilah Andy.


cupp


bocah itu segera mengecup pipi sang papi


"udah, kalau gitu cepet turunin Vano pi"


"iya iya"


Andy pun menurunkan Vano


mereka sarapan bersama


dikamar


"yang, hayukk" Kia bergelanyut manja dengan sang suami.


"kan kita mau ke mall yang" Andy beralasan.


"katanya tadi boleh kalo udah selesai sarapan. terus ini udah selesai kok malah akesan lagi. kamu mau ngehindar ya yang" tebak Kia.


"eng enggak yang"


"terus ini apa? masak minta 'itu aja nggak dikasih"


"tapi aku takut kalo ngebahayain anak kita yang"

__ADS_1


"enggak, percaya deh sama aku. kan pelan pelan"


__ADS_2