Cinta Tuan Muda Arogan

Cinta Tuan Muda Arogan
Program Kehamilan


__ADS_3

"ish kamu apaan sih yang, ada Vano itu. kalo denger gimana?!" kesal Kia.


"enggak dia nggak denger" jawab Andy santai.


"Vano dengel kok pi" ucap Vano beranjak dari duduknya dan mendekat ke sang papi.


"denger apa emang?"


"nggak tau" bocah itu menggelengkan kepalanya dengan polosnya yang membuat Kia tertawa.


"ya udah, sana Vano lanjut main" ucap Kia yang diangguki bocah laki laki itu.


"perasaan dulu buat Vano sekali aja langsung jadi deh" ucap Andy vulgar.


bughh


Kia memukul lengan sang suami


"kamu kalo ngomong disaring dulu kek. ada anak kita disini" kesal Kia.


"dia juga nggak bakal paham maksud omongan kita"


"ya tapi tetep aja nggak baik diucapin didepan anak"


"ya udah nanti pulang dari kantor kita ke dokter kandungan aja dulu"


"ngapain? kan belum hamil" Kia bingung.


"ya buat konsultasi program kehamilan. soalnya aku udah nggak sabar ngelihat kamu hamil lagi"


"oh kamu mau liat aku gemuk biar kamu punya alesan buat nyari cewek lain gitu?" tuduh Kia pada sang suami.

__ADS_1


"eh, bukan gitu yang"


"ya terus apa kalau bukan gitu" ketus Kia.


"ya kan aku pengen liat kamu manja manjaan. apalagi pas kamu hamil Vano kan aku kurang ngasih perhatian" ucap Andy sendu mengingat perlakuan buruknya dulu.


"udah, nggak papa yang. yang berlalu biar berlalu. kan kita udah di lembaran yang baru" Kia menenangkan suasana.


"ya udah, yuk" Andy beranjak dari duduknya.


"loh, kemana yang?" Kia bingung.


"ya ke dokter kandungan lah"


"loh, kan kamu sendiri yang bilang ke dokternya nanti kalau pulang dari kantor"


"ya ini kita pulang kantor. aku mau pulang cepet aja. kita kedokter terus ke mall buat belanja, keperluan aniv kita ke4 tahun"


Andy langsung mendekat ke sang putra


"Vano, pulang yuk. papi sama mami mau pulang" Ajak Andy.


"tapi Vano masih pengen main" bocah itu cemberut.


"kita pulang dari sini ke mall ya, beli mainan baru" tawar Andy.


"benelan pi?" mata bocah itu berbinar.


Andy mengangguk


"tapi gendong ya pi" Vano merentangkan tangannya.

__ADS_1


"apasih yang enggak buat anak papi" Andy segera mengangkat sang putra ke gendongannya.


beberapa saat kemudian mobil sudah terparkir di parkiran rumah sakit.


"katanya mall pa?" bocah itu kembali cemberut ketika menyadari mobil tidak berhenti di mall.


"kita kerumah sakit dulu bentar. habisnitu kita ke mall"


"papi nggak bohong kan?"


"enggak"


"Vano disini aja dulu ya sama pak supir" ucap Kia pada sang putra.


"Vano mau ikut mami" rengek bocah itu.


"bentar aja kok, nanti kalau Vano ikut masuk terus di suntik cuss sama dokter gimana? Vano mau?" Kia menakut nakuti sang putra.


"ya udah Vano disini aja" pasrah bocah itu.


Kia dan Andy memasuki ruangan dokter kandungan tempat dulu Kia ditangani saat melahirkan Vano.


"dok, apa bahaya kalau kita program kehamilan lagi?" tanya Andy tidak sabar.


"sebenarnya tidak berbahaya, namun ada beberapa resiko mengingat riwayat kehamilan nyonya Kia yang pertama tidak berjalan baik"


"resikonya apa aja ya dok?"


"karna nyonya Kia memiliki riwayat preeklamsia, bukan tidak mungkin dapat terjadi komplikasi pada ibu hamil dan janinnya nanti"


dokter itupun menjelaskan panjang lebar seputar program kehamilan yang akan Kia jalani.

__ADS_1


__ADS_2