
Brakkk
Sella membuka pintu ruangan Vino dengan kasar.
Ia meletakan dengan kasar berkasnya dimeja kerja Vino.
"Ini pasti ulahmu kan?!" Bentaknya.
Vino hanya menatap dingin pada istrinya lalu pandangannya beralih ke berkas ditangan Sella.
Senyum tipis terbit dibibir Vino
"Sudah ku duga, kau pasti datang kemari" sinis Vino.
"Sebagai gantinya kau harus memberiku pekerjaan"
"Kau memohon?" Vino menaikan sebelah alisnya.
"Cih, aku tidak memohon. Aku memberimu perintah"
"Aku tidak sudi diperintah" jawabnya santai.
"Beri aku pekerjaan atau..."
"Atau apa? Hmm?" Potong Vino ia sudah berdiri dari duduknya.
Bahkan kini ia memeluk Sella dari belakang dan menciumi telinga sang istri.
"Atau apa istriku?"
"Apa yang kau lakukan?!" Hardik Sella.
"Mencium istriku, apa salah?" Kini tangan Vino mulai tak terkendali.
"Lepaskan aku!!"
"Layani aku maka aku akan memberimu pekerjaan apapun yang kau minta"
__ADS_1
"Kau!!!" Kini Sella membalik tubuhnya dan menunjuk wajah Vino dengan telunjuknya.
"Singkirkan jari mu itu dari wajahku atau kau mau kehilangan jarimu itu hari ini juga?" Vino berucap dengan nada lembut namun menusuk.
Sella pun menurunkan jarinya
"Aku bukan pemuas nafsumu!!" Sella kembali berapi api.
"Siapa bilang kau pemuas nafsuku? Bukankah kau istriku?" Jawab Vino santai.
"Lalu apa artinya kau meminta tubuhku sebagai jaminan?"
"Jaminan itu hanya bonus baby, sisanya bukankah itu kewajibanmu melayaniku?" Vino menerbitkan senyum devilnya.
"Kau benar benar licik Vino"
"Kau baru menyadarinya?"
"Baiklah aku akan mengikuti kemauanmu, apa posisi pekerjaan yang kau janjikan?"
"Apapun yang kau minta" jawab Vino sambil merapatkan tubuhnya dengan sang istri.
"Kenapa dia tak meminta sekertaris, manajer atau posisi lain yang lebih tinggi?" Batin Vino.
Sella tak mau mengambil posisi lebih tinggi karna ia begitu malas jika harus terus berhadapan dengan Vino suami liciknya itu.
"As you wish baby" Vino segera menarik Sella ke dalam Kamar pribadinya.
Merekapun melakukannya
Beberapa jam kemudian, Mereka berdua keluar dari ruangan itu.
Sesuai janjinya Sella ditempatkan diposisi yang diinginkannya.
Beberapa hari kemudian,
Sella benar benar seperti dibawah kendali Vino.
__ADS_1
Vino benar benar merubah Sella dibawah kendalinya. Ia tak membiarkan sedikitpun celah bagi Sella untuk memberontaknya.
Malam hari,
Tringgg (bunyi ponsel Sella)
"Hallo"
"Datang ke alamat X sekarang"
Tutt panggilan diakhiri
Sella segera mengendap ngendap keluar dari rumah itu. Ia segera menuju alamat yang diminta.
Ketika telah sampai di alamat itu, ia mengeluarkan pistol dari balik jaket nya.
"Wahh ada gadis cantik menyerahkan dirinya pada kita. Sepertinya kau mau cari mati sayang" pria bertubuh kekar itu mendekat ke arah Sella.
"Sepertinya kau salah mengira"
Dorr
Sella menembak tepat di dada pria itu yang membuat pria itu langsung terkapar.
Ketika mendengar suara tembakan semua anak buah pria tadi datang. Mereka semua juga menodongkan pistol ke Sella.
Dorrr
Satu tembakan berhasil dihindari Sella.
Sreettt
Tusukan pisau juga berhasil dihindari Sella. Namun tak sepenuhnya, lengannya terkena sayatan pisau itu.
" Bangsatttt kau!!" Hardik Sella.
Ia menembakan secara brutal hingga para penjahat itu tumbang dengan darah berceceran dimana mana.
__ADS_1
Sella langsung membuka tali penyekap anak anak yang diculik dan membawanya pergi melewati pintu belakang agar para anak anak tak melihat darah berceceran di pintu depan.