Cinta Tuan Muda Arogan

Cinta Tuan Muda Arogan
Penawaran Bebas


__ADS_3

Sella berfikir sejenak. Benar juga dengan apa yang dikatakan suaminya. Vino bisa saja berbuat nekat sekalipun dapat mengancam nyawa seseorang.


Sejauh apapun ia berlari menjauh dari Vino, namun pada akhirnya ia pasti akan kembali pada laki laki itu karna mereka memiliki sesuatu yang membuat ikatan mereka yang tak akan terlepas yaitu 'anak'.


"Baiklah, kau pasti tau kan konsekuensinya jika kau memaksaku kembali pulang?"


"Ya, aku tau. Katakan, aku memberimu penawaran bebas"


Sella tersenyum licik


"Aku ingin tinggal dimansion keluargamu"


"Ck, cepat katakan permintaanmu yang sebenarnya. Aku tau kau bukan wanita bodoh" decih Vino.


"Aku meminta mansion itu menjadi atas namaku"


"Oke, biar kuperjelas. Kau ingin memiliki mansion itu sepenuhnya kan?" Vino berucap.


"Tentu saja, kau memang sangat pandai membaca pikiranku"


"Okey, no problem. Aku akan memberikan mansion itu untukmu" jawab Vino enteng.


Sella sempat kaget karna dengan mudahnya Vino memberikan mansion mewah itu padanya.


"Apa yang sedang kau rencanakan? Aku tau kau pasti sudah merancang hal licik" tuduh Sella.


"Tidak ada," jawab Vino santai.


"Okey, sesuai perjanjian awal, kau kembali pulang dan aku akan memberikan mansion itu untukmu. Deal?" Vini mengulurkan tangannya.


"Oke deal"


Vino pun mengajak istrinya untuk pulang ke mansion keluarganya.


Semenjak Sella meninggalkannya, ia dan keluarganya memutuskan untuk kembali ke mansionnya.

__ADS_1


Mama Diana dan papa Rico yang sedang berada diruang tengah langsung kaget melihat kedatangan sang menantu.


"Sella? Kamu kembali nak" mama Diana langsung memeluk Sella.


Mama Diana yang melihat Sella dalam keadaan mengandung pun hanya terdiam. Ia tak berani bertanya lebih jauh sebelum anaknya sendiri yang mengatakannya lebih dulu.


Karna sebagai mertua ia tak mau ikut campur dalam rumah tangga Vino dan Sella.


Sella dan Vino segera memasuki kamarnya.


"Berapa usia kandunganmu?" Tanya Vino.


"Bukankah kau Vino Adira yang dapat mengetahui semuanya?" Sinis Sella.


"Ck, kau kira aku tidak tahu, dengan sengaja kau menutupi semua informasi kehamilanmu" decak Vino.


"Kau tidak perlu tahu" ucap Sella meninggalkan Vino dan berjalan menuju kamar mandi.


"Ck, dia masih saja keras kepala" gumam Vino.


Ia menelpon anak buahnya


30 menit kemudian,


Telpon Vino kembali berdering


"Katakan"


"usia kandungan nyonya Sella 25 minggu bos"


Tutt


Panggilan diakhiri


Ceklekk

__ADS_1


Panggilan Vino terputus bersamaan dengan pintu kamar mandi yang terbuka.


Nampak Sella keluar dengan jubah mandinya. Dengan santainya ia berjalan menuju Walk in closet.


"Vino!" Teriak Sella dari dalam walk in closet membuat Vino buru buru membuka pintu ruangan itu.


"Ada apa?"


"Mana pakaianku?" Tanya Sella penuh nada kesal karna tak melihat satupun pakaian wanita di walk in closet.


"Sebentar aku akan menyuruh anak buahku membeli pakaian"


"Tidak usah!"


"Why?" Vino menaikan sebelah alisnya.


"Pinjamkan 1 daster mama" pinta Sella.


"Baiklah"


Vino pun ke kamar sang mama untuk meminjam 1 buah daster.


Mama Diana pun memberikannya.


"Ini" Vino menyerahkan daster itu.


Sella pun segera memakai daster itu.



"Ayo cepat" ucap Sella melewati Vino.


"Kemana?" Vino bingung.


"Ke kostan ku, aku ingin mengambil baju bajuku" kesal Sella.

__ADS_1


"Lebih baik beli pakaian yang baru saja" usul Vino.


"Baiklah jika kau tak mau mengantarku, biar aku pergi sendiri"


__ADS_2