Cinta Tuan Muda Arogan

Cinta Tuan Muda Arogan
Bunuh Aku!! (Vino & Sella)


__ADS_3

Vino hanya diam melihat ekspresi Sella yang terlihat berbeda. Sepertinya Sella lebih pemarah dari biasanya.


Sella mengambil pisau di laci nakas. Ia menyerahkan pada Vino.


"Bunuh aku sekarang"


Vino masih diam mengamati wajah sang istri.


Sella yang melihat Vino diam pun segera menggenggamkan pisau itu ditelapak tangan sang suami.


"Cepat bunuh aku sekarang!!"


Sella langsung mengarahkan tangan Vino yang memegang pisau itu ke pergelangan tangannya.


Vino pun menahan tangannya agar tidak sampai menggores pergelangan tangan sang istri.


Happ


Vino langsung mengunci tubuh Sella dan mengarahkan pisau itu ke leher Sella.


"Kau mau aku membunuhmu?"


"Bunuh aku sekarang Brensekkk"


"Kurasa membunuhmu bukan permainan yang seru, kurasa menggores pisau ini di wajahmu akan lebih menyenangkan" mengarahkan pisau itu ke wajah Sella.


Sella sudah pasrah dengan apa yang dilakukan suaminya itu.


Ia memejamkan matanya,


Namun beberapa menit menunggu ia tak merasakan apa apa. Bahkan ia mendengar suara pisau dibanting.


Ternyata pisau itu dibuang oleh Vino

__ADS_1


"Aku tak akan membiarkanmu terlepas begitu saja"


"Kau brensekkk Vino, keparat kau!!" Hardik Sella.


"Katakan apapun sesukamu, aku tidak peduli"


Sella berlari ke balkon rumah


Rasanya hatinya telah lelah menghadapi semuanya, ia ingin segera mengakhiri hidupnya.


Ia sudah naik ke pagar pembatas bersiap lompat dari lantai 3 itu.


Srettt


Dengan cepat Vino menarik lengan Sella dan segera membawa Sella ke pelukannya.


"Bodoh!!" Bentak Vino.


"Aku tidak akan pernah melepasmu sebelum aku puas dengan tindakanku" Vino berkata tegas.


Sella segera melepas pelukan itu dan segera berlari masuk ke kamarnya.


Vino terus mengikuti langkah Sella. Ia melihat sang istri membawa beberapa pil ditelapak tangannya.


Sella berniat berlari ke kamar mandi namun Vino lebih dulu mencegahnya.


Sella segera memasukan pil itu ke mulutnya sebelum Vino merebutnya.


"Kau benar benar sudah gila Sella" bentak Vino yang jelas tau betul pil yang diminum Sella itu dapat membunuh siapa saja yang meminumnya.


Plakk


Vino bahkan sampai menampar Sella agar memuntahkan pil itu.

__ADS_1


Vino mencengkram dagu Sella memaksanya agar membuka mulutnya. Namun sayangnya Sella menutup rapat mulutnya.


Jari Vino bahkan memaksa masuk ke mulut Sella hingga sang istri memuntahkan kembali pil yang baru saja ia telan.


Amarah Vino sudah berada dipuncaknya. Ia kembali menampar istrinya itu.


Plakkk


"Kau benar benar wanita gila Sella!!"


"Aku memang gila!! Cepat ceraikan aku!!" Teriak Sella balik.


"Tidak akan"


"Jika kau tidak segera menceraikanku maka aku akan membunuh adikmu itu!!" Ancam Sella.


"Coba saja kalau kau mampu" tantang Vino.


Vino segera membuka laci nakasnya. Ia mengambil semua obat obatan, pisau, pistol dan benda apa saja yang bisa dipakai untuk bunuh diri. Ia juga mengunci pintu balkon dan membawa kuncinya.


Tak lupa ia keluar dari kamarnya dan menguncinya dari luar.


Ia ingin memberi pelajaran pada sang istri. Ia tak habis fikir Sella senekat itu untuk mengakhiri hidupnya.


Apakah ia terlalu kejam pada istri cantiknya itu? Batinnya bertanya tanya.


"Kak Sella nya mana bang?" Tanya Vio kala tak melihat Sella dirumah.


Pasalnya besok hari tujuh bulanan kehamilan Vio. jadi hari ini mansion ramai karna para EO menyiapkan dekorasi.


"Dia sedang istirahat, katanya dia sedang tidak enak badan" jawab Vino berbohong.


"Boleh aku menjenguknya?"

__ADS_1


__ADS_2