Cinta Tuan Muda Arogan

Cinta Tuan Muda Arogan
Amarah Sella


__ADS_3

"Maafin mom ya belum bisa kasih yang terbaik buat kalian" ucapnya pada kedua anaknya.


Tanpa disadari seseorang sudah berdiri diambang pintu.


Sella menyenderkan dirinya di kepala ranjang dan mulai memainkan handphonenya.


"Sell" panggil Vino ke sekian kalinya.


Ia paham istrinya sangat marah padanya


"Maafin aku" Vino mendekat ke arah Sella.


"Sell, maafin aku ya" Sella masih diam


"Aku ngelakuin itu semua biar kamu nggak kecapekan kerja" Vino mengungkapkan alasannya.


"Kalo kamu emang bener bener mau kerja disana lagi, aku bakal izinin kok asal kamu nggak terlalu capek kerja disana"


"Tidak perlu" ketus Sella.


"Sell, maafin aku ya"


"Hmmm"


"Sell"


Sella masih tetap diam


Vino pun segera membawa Sella ke dalam dekapannya.


"Maafin aku ya"

__ADS_1


Sella hanya diam membeku mendengar permintaan maaf yang begitu tulus dari mulut Vino.


Vino melepaskan pelukan itu dan menatap wajah istrinya yang masih datar.


Ia segera menyingkap baju sang istri dan mengusap kedua anaknya.


"Maafin dady ya nak udah bikin momy kalian sedih" ucap Vino lalu memberikan beberapa kecupan diperut istrinya itu.


Tesss


Air mata Sella menetes tanpa permisi. Vino menyadari istrinya sedang menangis.


Ia menangkup pipi sang istri yang mulai berisi itu lalu menghapus lelehan air matanya.


"Loh kok nangis, udah ya. Maafin aku ya" ucap Vino kembali mengucap maaf.


"Kamu maafin aku kan?"


Sella masih terdiam


Akhirnya Sella menganggukan kepalanya. Vino pun kembali membawa Sella kedalam pelukannya.


"Sekarang katakan apa maumu? Kau ingin kembali bekerja disana? Hmm?"


Sella menggelengkan kepalanya


"Lalu?"


"Tidak ada"


"Kenapa kau sangat marah dengan keputusanku?" Tanya Vino.

__ADS_1


Baginya tidak mungkin Sella hanya kecewa karna masalah gaji dan perjuangannya pasti ada alasan lain yang membuat wanita itu narah besar padanya.


"Bukankah kau tau selama ini aku kesepian? Jika kau pergi meninggalkanku bekerja maka aku pasti akan kesepian. Sedangkan kau berangkat pagi dan selalu pulang petang"


"Kan ada mama yang bisa menemanimu"


"Lalu apakah selamanys aku hanya bersama dengan mama? Tidakkan kau berfikir betapa kesepiannya aku? Kau tau kan aku mempunyai riwayat depresi bahkan seringkali melakukan percobaan bunuh diri! Aku bukan mama yang bisa berdiam diri dirumah. Aku wanita hamil, aku butuh udara luar. Aku butuh interaksi dengan orang orang diluaran sana" Sella mengungkapkan isi hatinya.


"Baiklah, bagaimana jika kau bekerja di perusahaanku?" Tawar Vino.


"Tidak! Aku tidak mau"


'bisa bisa aku mati berdiri karna terus saja mendapat omelannya' batin Sella.


"Lalu bagaimana?"


"Emm bolehkah aku meminta sebuah butik kecil? Sayang sekali hobiku suka mendesain dan menjahit pakaian namun tidak pernah menyalurkannya"


"What? Maksudmu kau akan menjahit dan mendesain pakaian?" Vino kaget.


Sella mengangguk antusias


"Tidak! Justru dengan menjahit kau pasti akan lebih kelelahan" tolak Vino.


Wajah Sella langsung berubah muram


"Baiklah bagaimana jika kau harus belajar memasak lalu setiap jam makan siang kau harus mengantarkannya ke kantorku" Vino memberi usulan.


"Ck sama saja. Aku hanya berdiam diri dirumah" kesal Sella.


"Ya sudah kalau tidak mau aku juga tidak memaksa"

__ADS_1


"Aish kau memang sangat menyebalkan, kau membuat keputusan ke enak hatimu sendiri tapi kau tak memikirkan bagaimana denganku" kesal Sella.


"Tadi aku sudah memberimu tawaran tapi kau malah menolaknya. Ya sudah kan"


__ADS_2