Cinta Tuan Muda Arogan

Cinta Tuan Muda Arogan
Sebuah Syarat dari Vino (Vino& Sella)


__ADS_3

Hanya Sella saja yang terlihat pendiam diantara mereka semua.


Sella memasukan nasi ke mulutnya dengan pikiran yang melayang entah kemana.


Ada sesuatu hal yang ia rencanakan malam ini.


Vino sebenarnya sadar, ia tahu pasti sang istri kembali menyusun rencana untuk bunuh diri seperti yang terjadi sebelumnya.


Selesai makan malam, Sella dan Vino kembali ke kamarnya.


Nampak Sella berpura pura tidur untuk mengelabuhi Vino.


Tepat pukul 1 dini hari,


Sella melihat sang suami telah tertidur pulas.


Padahal nyatanya Vino hanya mengikuti cara bermain Sella. Ia hanya pura pura tidur.


Sella mengendap ngendap keluar kamar.


Ia segera berjalan menuju jalan utama karna kini rencananya ia ingin bunuh diri dengan menabrakan diri pada kendaraan.


Entah apa yang dipikirannya kali ini. Baginya saat ini bunuh diri adalah solusi. Padahal justru bunuh diri akan membawanya ke posisi yang kebih rumit dari sekarang.


Vino melihat sang istri dari kejauhan. Ia ingin melihat seberapa nekat istrinya itu.


Sella menghela napasnya lega saat sudah sampai dijalan raya.

__ADS_1


Ia celingak celinguk mengamati kendaraan yang melaju dijalanan kota itu. Ia ingin menabrakan diri pada kendaraan yang melaju kencang agar dia langsung mati seketika.


Matanya menatap pada sebuah mobil sport yang melaju dengan kecepatan tinggi.


Sella mengembangkan senyumnya, ia melangkah ke tengah saat mobil itu mulai mendekat.


Ia bahkan merentangkan tangannya sambil memejamkan matanya bersiap akan ditabrak.


Sretttt


Tanpa di duga seseorang menarik nya ke pinggir. Sella hanya mampu menatap nanar mobil sport yang sudah melaju jauh tanpa menabraknya.


"Kenapa kau selalu bertindak bodoh Sella!!" Hardik Vino.


"Bukankah kau mengatakan aku boleh mati asal tidak dihadapanmu, tapi kenapa kau malah mengikutiku!!" Geram Sella.


Vino langsung membawa Sella kedalam pelukannya.


"Lepaskan aku, aku sudah lelah dengan segalanya. Kumohon ceraikan aku atau membiarkanku mati bunuh diri" akhirnya tangis yang ditahannya 2 bulan ini pecah juga dihadapan suaminya.


Nafas Vino terasa tercekat dengan pengakuan snag istri yang secara terang terangan merasa menderita.


"Kenapa kau sangat ingin berpisah dariku?"


"Aku sangat lelah dengan semuanya, kumohon lepaskan aku" pinta Sella sampai bersimpuh dihadapan suaminya itu.


"Aku akan melepasmu dengan satu syarat"

__ADS_1


"Katakan apa syaratmu, aku pasti akan memenuhinya"


"Minta maaf dan bersimpuhlah dihadapan adikku" ucap Vino dingin.


Sella memandang tak percaya pada permintaan sang suami yang pastinya sangat berat untuknya.


"Bagaimana?" Tawar Vino, ia yakin Sella tak akan mau melakukan hal yang memalukan seperti itu. Ia tahu betul watak istrinya yang sangat keras.


"Aku bersedia" jawaban tak terduga dari mulut Sella. Vino sempat kaget karna ini bukan jawaban yang ia inginkan.


"Ayo pulang" Vino membantu Sella berdiri.


Sesampainya dirumah, Sella langsung mengistirahatkan tubuhnya sedangkan Vino masih berfikir dengan keputusannya.


'Tidak mungkin kan 2 bulan menikah lalu cerai,apa kata orang' batinnya.


Pagi hari


Kebetulan hari ini week end


Semua keluarga nampak berkumpul di ruang tengah.


Kebetulan Sella melihat Vino yang duduk disana dan Vio yang sedang berdiri di depan Tv.


"Vio" panggil Sella dari atas tangga.


"Vio menoleh ke arah Sella yang memanggilnya dari lantai atas.

__ADS_1


Ia segera melangkahkan kakinya untuk turun ke lantai bawah.


Sesampainya di depan Vio, Sella langsung bersimpuh dihadapan wanita hamil itu.


__ADS_2