
"Okey, sekarang kamu harus jelasin kenapa kamu jadi seperti ini? Kurasa hubunganmu dengan asisten Andy sedikit berjarak. Apa kau punya masalah dengannya?"
Heningg
Heningg
"Ayolah, katakan saja yang sebenarnya. Bukankah kau menganggapku sahabat?"
"Kia??" Panggil Vio saat tak melihat respon sang sahabat.
Tesss
Setetes air mata jatuh diwajah cantik gadis itu.
"Hei, kamu kenapa? Kok malah nangis?" Vio memeluk raga rapuh itu.
Beberapa saat kemudian Vio melepaskan pelukan itu.
"Sekarang cerita deh, aku siap dengerin"
"A aku hamil Vi" lirih Kia yang membuat Vio kaget.
"Apa?!! Bagaimana bisa? Jangan bilang ini ulah asisten Andy?!"
Kia hanya menunduk dengan air mata yang terus mengalir.
"Oh astaga Kia, kenapa kau tak bercerita padaku dari dulu?"
"Sekarang coba ceritain gimana kejadiannya"
Kia menghela napasnya sejenak
"A aku diperkosa" lirihnya pagi.
__ADS_1
Kini mulut Vio terbungkam mendengar kenyataan dari mulut sahabatnya itu.
"1 bulan yang lalu, aku berinisiatif mengantarkan masakan buatanku ke apartemen asisten Andy. Tapi aku tidak menyangka yang membukakan pintu seorang gadis cantik. Gadis itu tampak marah melihatku. Setelah itu aku melihat gadis itu berlari kedalam dan sayup sayup aku mendengar pertengkaran asisten Andy dan gadis itu. Lalu aku lihat gadis itu keluar dari apartemen asisten Andy dengan air mata. Seketika aku bangun dari dudukku dan ingin mengejar gadis tadi karna kupikir mereka salah paham karna kedatanganku. Tapi tak kusangka asisten Andy menarikku dan melakukan 'itu padaku' "
Flasback
Kia telah memasakan nasi goreng untuk asisten Andy. Dengan segala inisiatifnya ia datang ke apartemen pria itu.
Tingg
Pintu lift terbuka tepat di lantai tempat asisten Andy.
Jantung Kia terpompa cepat seiring langkah kakinya yang mendekat ke arah unit milik asisten Andy.
Ting
Kia memencet tombol pintu asisten Andy.
Beberapa saat kemudian muncul seorang gadis cantik dari balik pintu itu.
"Emm, aku teman kerja Asisten Andy. Kebetulan aku tadi memasak lebih jadi aku berinisiatif memberinya ke asisten Andy" ucap Kia menjawab pertanyaan gadis itu.
"Teman? Hanya teman?" Gadis itu menaikan sebalah alisnya.
"Iya, kami hanya teman"
"Oh, baiklah ku panggilkan orangnya dulu. Masuklah dan duduk dikursi itu" ucap orang itu.
"Ah tidak perlu, ini aku titip saja. Lagi pula aku juga sedang buru buru" Kia beralasan.
"Emm tidak, sebaiknya kau sendiri yang memberikan makanan itu padanya"
Kia pun duduk di sebuah sofa disana.
__ADS_1
Gadis cantik itu langsung masuk ke salah satu ruangan disana yang Kia duga adalah kamar asisten Andy.
Kia tersentak kaget saat dua manusia itu tiba tiba beradu mulut tepat dihadapannya.
"Dia selingkuhanmu kan?!"
"Mana ada! Dia hanya bawahanku?!"
Yaa seperti itulah kurang lebih ucapan yang Kia dengar.
"Sindy!!" Panggil asisten Andy saat gadis yang disebutnya Sindy keluar dari apartemen itu.
Kia nampak canggung disana.
"Maaf mengganggu kalian, aku hanya ...."
"Tutup mulutmu!" Bentak asisten Andy pada Kia.
"Aku tidak bermaksud....."
"Diamlah!"
Hening
Hening
"Pergilah!" Titahnya dengan nada dingin.
"Tap.."
"Kau memancingku?" Asisten Andy memunculkan seringai liciknya.
Ia mendekat ke arah Kia.
__ADS_1
Kia yang kaget pun langsung berdiri. Namun asisten Amdy langsung mendorong kasar Kia hingga ia kembali terjembam ke sofa itu.
Asisten Andy semakin mendekat dan menghimpit tubuh gadis didepannya itu.