
"kebobolan gimana?" Vio bingung.
"pengennya sih udah 2 anak cukup, eh malah hamil lagi" jawab Sella lesu.
"ahahaha" semua serentak tertawa bersamaan.
"kok malah pada ketawa sih" kesal Sella.
"gimana ceritanya bisa kebobolan" tanya Kia disela tawanya.
"ya gimana nggak bobol, liburan keluar negeri aja lupa nggak bawa pil kb" kesal Sella mengingat kecerobohannya.
"ya kan masih banyak cara lain" jawab Vio juga masih dengan tawanya.
"tuh, tanya sama abang kamu" Sella melirik sebal sang suami.
"ya udah lah ya, namanya anak itu kan rezeki titipan" Andy menengahi.
"tuh, denger yang. harusnya kita bersyukur, Qian sama Andy aja masih stay 1 anak, sedangkan kita udah mau 3 aja. kalah start jauh mereka" sindir Vino dengan tawanya.
"ehh siapa bilang? ini otw 2 tauk" Vio berkata sembari mengusap usap perutnya.
"yakin yang udah otw 2?" tanya Qian.
"yakin banget"
"beneran Vi?" tanya Vino tak sabar.
"beneran lah, masak aku bo ong"
sontak Vino langsung memeluk tubuh adiknya itu.
"wahh giliran kamu nih An, Sella sama Vio udah otw nambah loh" goda Vino.
"siapa bilang cuma Sella sama Vio, nih bini gua juga lagi isi" Andy tersenyum penuh kemenangan.
"lohh, jadi ini ceritanya hamil bareng bareng gitu?" Sella bingung.
Vio dan Kia mengangguk senrentak.
Sella pun memeluk Kia dan Vio bersamaan.
__ADS_1
"uuuuu nggak nyangka bisa hamil barengan gini"
"iya sama,, aku juga nggak nyangka"
"ya udah yuk yang pulang, kamu kan perlu banyak istirahat" ajak Vino merangkul sang istri.
"iya deh"
malam harinya,
dikamar Kia dan Andy,
nampak Andy berbaring memeluk sang istri sambil mengusap usap perut rata Kia.
"yang, aku besok mau ke mall ya" pinta Kia pada sang suami.
"ngapain? tumben?"
"pengen hang out aja bareng Vio sama Sella"
"ber tiga doang?"
"enggak, Vino sama Qian juga ikut"
"jam 10 an yang"
"emm, bentar aku liat jadwalku dulu" Andy meraih ponselnya.
"tapi kalo kamu sibuk nggak papa kok. lagian kan disana juga pasti banyak bodyguard"
"bisa kok, lagian besok meetingnya juga bisa diwakilin"
"beneran mau nemenin aku yang?" tanya Kia sumringah.
"iya"
keesokan harinya
"yang, bangun, udah siang ini" Kia menggoyang goyangkan tubuh suaminya.
"hmm bentar, 5 menit lagi"
__ADS_1
"dari tadi 5 menit mulu yang" gerutu Kia.
"nanggung yang, mataku masih berat ini"
"tapi ini udah jam 6 yang"
"bentar, 5 menit lagi ya" ucap Andy masih dengan mata tertutup.
beberapa saat kemudian
"astaga yang, kamu belum bangun juga" Kia kaget saat memasuki kamar melihat suaminya masih bergelung selimut.
"hmm"
"ini udah jam 7 yang, udah lewat jam masuk kantor"
"aku nggak masuk kantor dulu yang, mataku berat"
"ya udah deh terserah kamu"
"sini peluk dulu" Andy menepuk nepuk sisi ranjang yang kosong.
"melek dulu yang, melek" kesal Kia melihat suaminya yang masih belum mau membuka matanya.
sangat aneh nenurutnya, padahal Andy adalah tipe orang yang selalu bangun pagi.
"sini dulu"
Kia pun mendekat
Andy membuka matanya dan merengkuh tubuh istrinya itu.
"yangg, kok malah tidur lagi sih" kesal Kia melihat suaminya kembali menutup matanya.
"bentar doang ini"
tanpa Kia duga tangan Andy berkelana menyusuri lekuk tubuhnya.
"yang, kamu ih" kesal Kia.
"boleh ya?" pinta Andy.
__ADS_1
"tapi aku kan baru hamil muda yang"