Cinta Tuan Muda Arogan

Cinta Tuan Muda Arogan
Bumil Sensitif


__ADS_3

"Oh ya udah kalau gitu aku tutup dulu ya, byee"


"Byee"


Tutt


Panggilan di akhiri


Sore hari,


Di rumah Yulandres


"Mas, aku cantik nggak pake gaun ini?" Sudah ke berapa kalinya Vio menanyakan hal yang sama pada sang suami.


Ia memakai gaun pemberian sang mertua yang senada dengan kemeja milik Qian.


"Iyaa, cantik banget malahan" puji Qian entah ke sekian kalinya.


"Kalo udah ayo buruan turun. Udah 2 jam loh kamu dandan" ucap Qian masing dengan nada lembut.


Entah apa yang membuatnya sabar menunggu istrinya make up sampai 2 jam lamanya.


"Iya bentar ini dikit lagi" sudah kesekian kalinya juga Vio mengucapkan kalimat itu namun nyatanya tidak selesai selesai.


"Dari tadi dikit lagi mulu, emang istri gua dandan yang dipake apa aja sih sampe 2 jam nggak selesai² " gerutu Qian dalam hatinya.


"Kok wajah kamu masam gitu mas?" Tanya Vio saat melihat wajah sang suami yang mendung.


" Gimana nggak masam, lumutan nih gue nunggu dandan 2 jam" lirih Qian yang masih didengar sayup sayup oleh Vio.

__ADS_1


" Oh jadi kamu ngeluh nunggu aku dandan?" Sinis Vio.


"Hah, gimana? Enggak kok. Enggak sama sekali malahan. Kan istriku dandan biar tambah cantik makannya aku sabar nunggu" Qian langsung mengeluarkan mode merayu nya.


"Oh jadi kalau nggak dandan aku nggak cantik" Vio mulai merajuk.


" Enggak kok, mau dandan atau enggak sama aja kok"


"Oh brarti maksud mas aku sia sia dandan berjam jam karna hasilnya sama aja" Vio mulai mengeluarkan taringnya.


"Eh enggak enggak, bukan gitu. Tadi ngomongnya belum selesai. Kalo nggak dandan udah cantik, kalo dandan tambah cantik" ralat Qian.


"Duhh bini gue napa marah marah mulu dah" batin Qian berteriak.


Qian langsung memeluk tubuh mungil istrinya. Karna hanya hal inilah yang bisa menenangkan amarah Vio.


Vio mengangguk mengiya kan.


Bumil itu langsung memeluk erat lengan suaminya dengan posesif seakan takut Qian akan diambil orang lain.


Maklum bund, bumil nya sensitif.. wkwk


Nampak sudah banyak sekali tamu undangan yang sudah datang.


Kia juga sudah datang. Nampak ia mengenakan baju berwarna hitam dengan rambut yang digerai begitu saja.


Keadaan Kia jauh lebih segar dibanding tadi pagi. Ia sudah bisa beraktivitas seperti biasa. Wajah pucatnya pun sudah tertutup dengan make up.


"Aaaa Kia datang" sambut Vio heboh.

__ADS_1


Ia melepas kaitan tangannya dari sang suami dan memeluk sahabatnya itu.


"Pasti dateng dong" jawab Kia terkekeh.


"Eh aku ada kabar gembira tau?"


"Oh ya? Apa tuhh?" Kia kepo.


"Aku hamil" bisik Vio.


"What?! Beneran?"


Vio mengangguk meng iya kan


"Aaaa yeay akhirnya bakal dapet ponakan" Kia kembali memeluk Vio.


"Udah kalik pelukannya, kayak teletubies aja" sela Qian ditengah pelukan 2 wanita itu.


"Biarin, kita kan juga lagi bahagia. Iya kan ki?" Jawab Vio yang membuat Kia mengangguk.


"Kamu kapan nyusul?" Goda Vio pada sahabatnya itu.


"Nikah aja belum boro boro mau hamil" kesal Kia.


"Ya makannya buruan cari calon" sela Qian.


"Kalo calon nya sih udah ada pak bos, ya tapi kan cuma sekedar calon. Kalo dia mau sama saya ya langsung gas aja. Kalo dia nya nggak mau ya terpaksa mundur" canda Kia.


"Eh Btw kamu kesini janjian ya sama asisten Andy?" Tanya Vio.

__ADS_1


__ADS_2