
Wanita itu menghela napasnya
"Sudah kuduga, kau benar benar sangat tak terkendali Andy. Aku sudah tau kabar pernikahanmu dengannya beberapa bulan lalu. Tapi aku menahan diri untuk tidak kemari berharap kau akan kembali pada kami, tapi nyatanya sampai sekarang pun kau tidak mengatakan apapun pada kami"
"Aku tidak peduli" jawabnya datar.
"Mama heran denganmu Andy, dulu kau memiliki kekasih dengan asal usul yang gelap sampai kami mengusirmu dari rumah. Tapi kenapa sekarang kau malah menikahi wanita yang bahkan kami belum tau jelas asal usulnya"
"Papa masih tidak habis pikir dengan sikap keras kepalamu Andy. Sekarang jelaskan dengan jelas asal usul wanita ini" tuding papa Andy pada Kia.
"Bukan aku yang keras kepala, tapi kalianlah yang terlalu egois" jawab Andy dingin membuat suasana semakim mencekam.
Jantung Kia sudah berdetak kencang tak karuan.
"Ma maaf tuan, nyonya, biarkan saya sendiri yang menjelaskan awal kejadiannya" Kia memberanikan diri untuk membuka suara.
"Cepat jelaskan" papa Andy menegaskan.
"Se sebenarnya saya hanya karyawan bawahan Andy. Keluarga saya pun bukan dari orang ber ada seperti keluarga Andy. Keluarga saya berada dikampung, sedangkan saya disini bekerja menjadi tulang punggung mereka. Saat itu saya terpaksa pulang kampung untuk menjenguk ayah saya yang sedang kritis. Dihari itu juga Andy menawarkan untuk mengantarkan saya ke kampung. Dan tanpa saya duga sedikitpun ayah saya meminta kami untuk menikah. Awalnya saya menolaknya namun justru Andy malah menyetujuinya. Dan pagi itu juga kami menikah dan malam harinya ayah saya dinyatakan meninggal" jelas Kia karna tak ingin suaminya terus saja disalahkan karna dirinya.
__ADS_1
Mama Andy menghela napasnya setelah mendengar penjelasan Kia.
"Dan siapa ayah dari bayi yang kau kandung"
"Emm An, Andy nyonya" jawab Kia menunduk.
"Kau yakin itu anak Andy?" Tanyanya sekali lagi.
"Dia memang anakku, kalian tidak perlu repot repot untuk mengakuinya. Lagi pula aku tidak butuh pengakuan dari kalian" jawab Andy tegas.
"Andy!" Bentak sang papa.
"Kami tidak menghinamu, kami hanya menanyakan saja" bantah mama Andy.
Kia memeluk lengan kekar suaminya dan mengusap pelan untuk meredakan emosinya.
"Jangan emosi, aku takut" lirihnya pelan.
Walaupun ia sering melihat kemarahan suaminya, tapi ia tak pernah melihat suaminya sampai sekeras ini.
__ADS_1
Andy menarik nafasnya dan menetralkan emosinya yang memuncak.
"Jika kalian kemari hanya untuk menghina dan menghancurkan kebahagiaan ku lebih baik kalian kembalilah ke rumah kalian" Andy berucap dengan arogannya.
"Nak, tujuan mama dan papa kesini untuk menjemputmu kembali ke rumah utama" mama Andy melembutkan nada bicaranya.
"Tidak, aku sudah terlalu nyaman disini"
"Ayolah, suatu hari nanti anakmu pasti juga membutuhkan sebuah rumah agar lebih leluasa dalam bermain"
"Tidak perlu repot repot, aku sudah memiliki rumah sendiri" Andy tetap saja bersikap angkuh.
"Maafkan semua keegoisan mama dan papa, kami sudah sadar kami mendidikmu terlalu keras" mama Andy menurunkan egonya.
"Aku sudah memaafkan jauh sebelum kalian kemari" jawabnya masih dengan wajah datarnya.
"Papa mohon kembalilah kerumah, apa kau tidak kasian melihat kita berdua yang sudah tua seperti ini"
"Tidak" jawab Andy tetap pada pendiriannya.
__ADS_1
jangan lupa like dan komen biar author tambah semangatt