
"Kau membiarkan istrimu yang hamil untuk bersih bersih rumah? Apa kau sudah gila?! Dia hamil anakmu" bentak mama Ranti pada sang putra.
"Dia sendiri yang memintanya" jawab Andy santai.
"Apa kau terlalu miskin sampai hanya untuk membayar jasa asisten rumah tangga saja kau tidak mampu?" Papa Andre meremehkan sang putra.
"Ma maaf tuan, nyonya. Ini semua atas permintaan saya. Saya senang melakukan pekerjaan ini tanpa paksaan dari siapapun. Bahkan saya sendirilah yang meminta langsung pada Andy untuk memberhentikan Art karna saya rasa saya masih bisa melakukan kegiatan ini" Kia membela suaminya.
Ia menjadi tidak enak dengan Andy yang terus saja disalahkan karna kesalahannya.
"Dan ini lihatlah pakaian istrimu. Apa kau tidak sanggup membelikannya baju branded?" Tunjuk Mama Ranti melihat sang menantu hanya memakai daster rumahan biasa.
"Biarlah, dia malah terlihat seksi seperti itu" jawab Andy sekenanya membuat pipi Kia mendadak langsung merona.
"Tapi bukan berarti harus daster biasa seperti itu. pakaian harianmu sendiri saja semua bermerk lalu kenapa istrimu hanya memakai pakaian biasa. apa kata orang nanti"
"Maaf nyonya, saya sangat nyaman memakai pakaian seperti ini"
"apa aku harus menyuruhnya memakai gaun pesta setiap hari agar terlihat mewah" ucap Andy dengan nada dinginnya.
__ADS_1
"Bagaimana bisa pakaian rumah saja diperhatikan" gumam Kia.
"Toh jika dikamar pun pakaiannya dilepas kan" Andy berkata vulgar sambil menaikan sebelah alisnya.
Kia mencubit pelan pinggang sang suami agar diam tak membahas hal seperti itu.
"Lihatlah anakmu itu pa, pemikirannya memang 11 12 denganmu, sama sama mesumm"
"Hah? Aku?" Papa Andre menunjuk dirinya sendiri.
"Biarlah dia memakai pakaian senyaman nya, toh juga hanya diapartemen. Lagi pula dia juga sedang hamil kan, ayolah ma jangan terlalu mengekangnya" papa Andre membela Kia.
"Kalian tidak berniat mengadakan acara tujuh bulananan?"
"Apakah dirinya pantas mendapatkan acara pesta seperti itu dari keluarga yang status sosialnya jauh lebih tinggi darinya" batinnya bergemuruh.
"Entahlah" Andy mengedikan bahunya.
"Emm sepertinya tidak nyonya. Menurut saya jika diadakan acara 7 bulanan takutnya ada media yang mengekspos. Sepertinya juga saya belum pantas mendapatkannya. Jadi, alangkah lebih baiknya tidak diadakan saja. Mungkin nanti saat anak ini telah lahir, kalian bisa memperkenalkannya ke publik tanpa adanya bayangan wajah saya dimedia"
Degg
__ADS_1
Ucapan Kia mengena dihati mama Ranti.
"Apa ucapanku tempo hari menyinggungmu?" Mama Ranti menanyakan.
"Tidak sama sekali nyonya, saya hanya mengatakan apa yang saya pikirkan. Lagi pula perkataan nyonya tempo hari memang kenyataan yang ada. Mungkin jika sejak awal saya tahu kalau Andy berasal dari kalangan yang sangat jauh berbeda dengan saya mungkin saat itu juga saya akan menentang keras keinginan ayah saya. Dan mungkin bisa saja hal seperti ini bisa dihindari"
"Aku kemarin tidak berniat menyinggungmu, aku hanya sedikit terkejut dengan kenyataan yang ada"
"Saya sangat paham nyonya"
Kia pun pamit undur diri kedapur.
Ia ingin menyiapkan sarapan untuk kedua mertuanya dan juga suami nya yang bisa ia pastikan belum sarapan karna masih terlalu pagi untuk jam sarapan.
Kia membuat sayur dan juga lauk pauk untuk mereka semua.
Sebenarnya Kia ragu apakah kedua mertuanya makan nasi dipagi hari atau tidak karna setahunya biasanya orang kalangan atas hanya makan roti dipagi hari.
"Kau memasak?" Mama Ranti menghampiri Kia yang sedang mengaduk sayur.
"I iya nyonya"
__ADS_1
"Sendirian? Kenapa tidak pesan online saja?"
"Menurut saya lebih puas masak sendiri nyonya, ditambah lagi lebih irit biaya pengeluaran"