Cinta Tuan Muda Arogan

Cinta Tuan Muda Arogan
Kehamilan Vio


__ADS_3

"Ya udah biar papi aja yang manggil" ucap papi Rifqi keluar dari kamar sang putra.


Papi Rifqi pun memanggil dokter yang tadi ditinggal sang istri diruang tengah.


"Mari dok saya antar ke kamar anak saya. Maaf sangking paniknya istri saya sampek dokter ditinggalin" ucap papi Rifqi pada dokter itu.


"Tidak apa apa tuan, saya paham keadaanya"


Dokter itu pun segera ke kamar Qian dan memeriksa kondisi Vio.


Semuanya hening kala dokter itu memeriksa Vio.


"Gimana kondisi istri saya dok?" Tanya Qian setelah melihat dokter itu selesai mengecek kondisi Vio.


Dokter itu tersenyum lembut pada Qian


"Loh dokter kok malah senyum senyum sih, ada orang sakit bukannya sedih" kesal Qian.


Dokter itu langsung memasang wajah masamnya.


"Loh, dokter mau ngajak berantem saya" Qian malah terpancing emosi.


"Ah elah, emosian banget jadi orang" canda dokter itu yang merupakan sahabat Qian selain asisten Andy.


"Gausah basa basi, cepet bilang istri gua kenapa" Qian tambah tidak sabaran.


"Kalo masalah ginian gua kurang paham detailnya. Mending kalau istri lo udah sadar bawa ke dokter obigyn deh biar lebih jelasnya"


"Heh dokter Rio yang terhormat, istri gua tu pingsan bukan hamil. Ngapain ke dokter obigyn!" Kesal Qian pada sahabatnya bernama Rio itu.

__ADS_1


Deggg


Qian langsung tersadar karna ucapannya


Dokter itu malah tersenyum geli melihat ekspresi Qian yang shock.


"Kalau menurut analisa gue sih istri lo lagi hamil. Tapi untuk usia kehamilan sama lain lainnya gue nggak tau detailnya. gua kan bukan dokter kandungan bro"


Qian langsung tersenyum lebar mendengar penuturan sang sahabat. Ia reflek memeluk sang mami erat erat.


"Aaa Qian mau jadi ayah mi" ucapnya bahagia.


"Iya mami juga ikut bahagia"


"Makasih mi"


"Iya, tapi cepet lepasin dong pelukannya. Tuh papi kamu udah mulai panas" sindir mami Ara melihat sang suami yang menunjukan ekspresi kesalnya.


"Enggak, papi enggak panas kok" elak papi Rifqi.


" Oh ya udah sini peluk mami lagi" ucap mami Ara merentangkan tangan kearah anak lelakinya itu.


"Eitss,, ga usah repot repot. Biar papi aja yang peluk mami" ucap papi Rifqi langsung memeluk sang istri.


"Kalau gitu aku pamit dulu" pamit dokter tampan itu.


"Makasih ya bro" ucap Qian tulus.


"Santai aja kalik, kan gue disini juga dibayar" jawab dokter Rio diikuti dengan tawa.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Vio bangun dari pingsannya.


Ia merasakan kepalanya terasa berat


Vio sedikit terkejut kala Qian malah memeluknya erat erat.


"Kepalaku kok pusing banget ya mas" ucapnya pada Qian yang membuatnya melepaskan pelukan itu.


"Perlu aku panggilin dokter lagi?" Tanya Qian.


Vio menggelengkan kepalanya


"Tadi kamu panggil dokter ya mas?"


"Iya tadi aku panggil dokter. Kamu tau nggak analisa dokternya?" Tanya Qian sumringah.


Vio kembali menggelengkan kepalanya


"Mungkin aku kecapekan mas" tebak nya.


"Bukan,,"


"Disini ada calon anak kita" ucap Qian sambil mengusap perut rata milik sang istri.


"Hah? Yang bener mas" tanya Vio antusias.


Qian menganggukan kepalanya tanda nge iya kan.


Mata Vio langsung berkaca kaca

__ADS_1


"Loh kok malah nangis" ucap Qian sambil mengusap air mata sang istri yang mulai mengalir.


"Aku seneng banget mas" jawab Vio sambil kembali memeluk erat tubuh sang suami.


__ADS_2