Cinta Tuan Muda Arogan

Cinta Tuan Muda Arogan
Melanjutkan yang tadi?


__ADS_3

"Cih aku seperti barang saja. Tadi bilang kalau situasinya memungkinkan, sekarang malah bilang yang lain" decih Vio.


"Emm kelihatannya situasinya saat ini juga memungkinkan" Qian menyeringai.


Qian menarik tubuh Vio hingga istrinya itu terduduk dipangkuannya.


Cup


"Ciuman pertamakuuuu" Vio berteriak kesal.


"Itu juga ciuman pertamaku"


"Mana mungkin orang sepertimu bisa mempertahankan ciuman pertamamu?" Vio tidak percaya.


"Kau tak percaya padaku? Itu benar benar ciuman pertamaku"


Cupp


Kini Vio lah yang mencuri cium pada suaminya


"Kalau begitu ciuman keduamu sudah aku curi" ucap Vio tergelak.


Qian mengamati wajah sang istri yang sedang tertawa itu.


Wajahnya semakin mendekat hingga


Cupp


Qian mencium bibir manis sang istri, bukan hanya mencium namun juga melllumatnya.


Awalnya Vio hanya diam tak merespon, tapi karna ciuman Qian yang menuntut membuat Vio terhanyut dan ikut membalas ciuman itu.


Secara tak sadar, tangan Vio mengusap usap dada bidang sang suami dari luar baju nya.


Tangan Qian sendiri pun sudah masuk kedalam baju sang istri dan mulai meraba raba ke bagian yang dipandanginya dari luar tadi.


"Euhh" Vio mulai melengguh.

__ADS_1


Ceklek


"Eh maaf ganggu" ucap seseorang yang membuka kamar tanpa permisi.


Vio dan Qian melepaskan ciuman itu. Keduanya sama sama malu karna kepergok berciuman.


Ceklek, Vio membuka pintu kamarnya setelah mengumpulkan keberanian.


"Hehe, maafin abang. Tadi abang lupa kalau kamu udah nikah" sang abang meminta maaf pada Vio karna sudah lancang.


Vio mengangguk


"Nggak papa bang, abang kenapa ke kamar Vio?"


"Mau nyariin suamimu, udah waktunya magrib. Mau ajak ke masjid" ucapnya.


"Bentar aku panggilin dulu" Vio kembali masuk ke kamarnya dan memanggil sang suami.


"Mas, bang Vino ngajak ke mesjid tuh"


Qian mengangguk, ia segera mengambil sarung dan baju koko nya yang sudah ia bawa dari rumah tadi pagi bersama baju yang lain karna berencana menginap.


"Aku ke masjid dulu" pamitnya pada sang istri.


Qian segera kelantai bawah karna sudah ditunggu sang kakak ipar dan sang mertua.


Ketiganya berjalan menuju masjid.


Para warga nampak ramah menyalami Qian.


"Menantunya pak Rico ganteng banget ya"


"Ganteng lah, kan orang kaya"


"Menantunya kan Arqian Yulandres"


"Menantunya itu pewaris Yulandres grup"

__ADS_1


"Sekarang dia sudah jadi CEO nya"


Bisik bisik bapak bapak yang mengagumi ketampanan Qian.


Qian kembali kerumah,


Mereka semua makan malam bersama.


"Kamu mau bawa Vio kerumahmu kapan?" Tanya papa Rico pada sang menantu.


"Besok pa, karna lusa Qian udah mulai kerja lagi"


"Kalian nggak ada rencana bulan madu?"


"Belum pa, nanti Qian pikirkan lagi" ucapnya.


Setelah makan malam, Qian kembali ke kamar sang istri.


"Ma pa, Vio nyusul suami Vio dulu" ucap Vio meninggalkan meja makan.


Vio segera memasuki kamarnya,


Terlihat sang suami telah sibuk dengan handphone nya.


"Mas"


"Hmm"


Vio merangkak naik ke ranjang nya.


Ia bahkan meletakan kepalanya dipaha sang suami.


Qian sempat kaget dengan kelakuan Vio. Pasalnya mereka kan pasangan yang dijodohkan, lalu kenapa Vio bersikap seolah olah sudah mengenalnya jauh? Pikirnya.


"Kamu nggak mau ngelanjutin yang tadi mas?" Tanya Vio.


Cetakk

__ADS_1


Qian kembali menyentil kepala sang istri


"Sudah aku bilang, bocil nggak boleh mesumm" kesal Qian.


__ADS_2