
"Mau tanya apa? Tanyakan saja"
"Bagaimana dengan pernikahan kita? Sekarang aku sudah sehat. Apa kau tetap akan mengurus perpisahan kita?" Tanya Kia.
"Kenapa kau berfikir seperti itu?"
"Apakah kau lupa dengan perjanjian kita dulu, setelah anak kita kahir dan usianya 3 bulan kita akan berpisah. Dan kini bahkan anak kita sudah 7 bulan"
"Ayolah Ki, lupakan semuanya. Aku hanya ingin mambangun rumah tangga kita bersama tanpa ada kata pisah"
"aku tidak ingin memaksakan sesuatu yang memang ditakdirkan bukan untukku"
"maksudmu?" Andy menaikan sebelah alisnya.
"kurasa pernikahan kita hanya cukup sampai disini saja. lagi pula apa yang bisa dipertahankan dari rumah tangga kita?"
"kau masih mempertanyakan apa yang bisa dipertahankan dari rumah tangga kita?" Andy menaikan sebelah alisnya yang membuat Kia mengangguk.
"lalu apa artinya kasih sayangku padamu selama ini? dan satu lagi, apa kau lupa kita telah memiliki Vano dirumah tangga kita? apa kau berfikir sedangkal itu hingga kau membahas kembali tentang perceraian?" Andy mulai marah.
"kau jangan mengalihkan permasalahan kita seolah olah akulah yang menginginkan semuanya. bukankah kau sendiri yang ingin perceraian kita segera terjadi" Kia juga ikut terpancing emosi.
"ayolah Kia, bukankah sudah bagus seperti ini? cukup kita jalani saja rumah tangga kita dengan bahagia. jikapun kau memang sudah tak mampu lagi bersamaku, katakanlah apa yang membuatmu jenuh denganku. bantu aku untuk berubah dan memperbaiki kesalahanku dimasa lalu" Andy mulai melunak
__ADS_1
"Tapi bagaimana dengan kekasihmu"
"Kenapa kau masih memikirkannya, aku sudah tidak punya hubungan apapun dengannya sejak lama"
"Tapi..."
"Kumohon tetaplah disampingku dan menjadi istriku sampai maut memisahkan kita"
"Tapi apa gunanya kita memoertahankan rumah tangga yang jelas jelas hanya aku yang mencintaimu" ucap Kia lirih sambil menundukan wajahnya.
Andy menghela napasnya pelan
Andy langsung menangkup kedua pipi sang istri.
Mau tidak mau Kia menatap manik hitam pria itu.
"Kata siapa hanya kau yang mencinta disini"
"Maksutnya?" Kia bingung.
"Aku bingung dari mana aku akan mengatakan ini semua. Yang perlu kamu tau aku sangat mencintaimu melebihi cintaku pada anak kita. Mungkin ini terasa aneh bagimu. Tapi memang ini nyatanya, bahkan mungkin aku sudah mencintaimu jauh sebelum kau mencintaiku. Tapi dengan bodohnya aku tidak menyadari segalanya. Egoku terlalu besar untuk mengakui itu semua. Yang perlu kau tau dan ingat mulai hari ini dan selamanya, aku mencintaimu Kiana maharani dewi. Jadilah istri dan ibu dari anak anakku sampai maut memisahkan kita"
"Ka kau yakin?" Kia bingung antara terharu dan masih tidak percaya dengan semuanya.
__ADS_1
"Kau tidak percaya dengan ucapanku?"
"A aku..."
Ucapan Kia terpotong kala Andy mencium lembut bibir istrinya itu.
Beberapa saat kemudian tautan bibir itu terlepas.
Andy menempelkan dahinya dan dahi sang istri yang membuat kedua hidung mancung mereka saling beradu.
"apapun yang terjadi nanti, ingatlah satu hal. aku sangat mencintaimu"
"aku juga sangat mencintaimu" balas Kia lalu segera memeluk tubuh tegap itu.
3 tahun kemudian
"sayang, mana bajuku?" teriak Andy yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"ada, diruang ganti" teriak Kia balik dari balkon kamar sambil menyiram tanaman disana.
nampak Vano berjalan kesana kemari
"papi" panggil bocah itu ketika melihat sang papi sudah rapi dengan kemejanya.
__ADS_1