Cinta Tuan Muda Arogan

Cinta Tuan Muda Arogan
Brensekk Kau Vino!! ( Vino & Sella)


__ADS_3

"Tidak akan pernah!!"


"Kau yakin?" Vino kembali memainkan jemarinya.


" Brensek kau Vino!!" Sella sudah skakmat saat ini.


Sekalipun ia menolak keras Vino pasti tak akan melepasnya begitu saja.


"Ceraikan aku!!" Kesal Sella.


"Emm sepertinya itu permintaan sulit" jawab Vino santai.


Seketika Sella teringat dengan pesan singkat dari pengurus panti.


"Beri aku uang 1 M" tawar Sella.


"Hmm, satu M?, Sepertinya itu terlalu banyak jika dibanding dengan harga tubuhmu. Tapi tidak apa, aku akan memberikannya untukmu"


"Kau benar benar manusia brensekk Vino!!" Hardik Sella ke sekian kalinya.


"Baiklah kalau begitu layani aku dulu" Vino melepaskan kunciannya.


"Kau kira aku bodoh?! Beri aku 1M dahulu!" Bentak Sella.


"Oke, jika itu maumu" Vino mengambil handphone nya dan mengirim uang senilai 1 M ke rekening sang istri.


"Done" ucapnya saat transfer berhasil.


Sella mengecek notif bangkingnya, dan benar saja uang senilai 1m masuk ke rekeningnya.


"Bagaimana kau bisa tau nomor rekeningku?" Tanya Sella padahal ia merasa belum pernah memberikan nomor rekeningnya pada siapapun.


"Apa yang tidak bisa aku ketahui" jawab Vino santai.

__ADS_1


Vino lupa, ada 1 hal yang tak diketahuinya tentang Sella. Ia tak tau motif Sella melakukan kejahatan pada sang adik karna hal itu tertutup rapat seperti ada yang melindungi rahasia itu.


"Baiklah, permintaanmu sudah ku penuhi. Sekarang giliranmu menjalankan tugasmu"


Sella menghela napasnya,


"Baiklah, kumohon lakukan dengan pelan pelan" pinta Sella.


"As you wish baby"


Merekapun melakukannya


"Sakittt" cicit Sella sambil mencengkram punggung Vino.


Bahkan punggung Vino terlihat banyak lecet akibat cengkraman dari Sella.


Pagi hari,


Sella terbangun kala cahaya matahari mulai menerobos masuk melalui jendela kamarnya.


Ia melihat sosok pria yang telah mengambil kesuciannya semalam. Senyum sinis muncul di bibir nya.


"Semurah itukah dirinya?" Batin Sella.


Sella berinisiatif membangunkan Vino


"Bentar ma, masih ngantuk" Vino mengira sang mama lah yang membangunkannya.


Bugh


Sella melemparkan bantal ke wajah Vino yang membuatnya seketika terbangun.


"Kau!!!" Vino menunjuk wajah Sella dengan geram.

__ADS_1


Sella langsung menepis tangan suaminya itu.


"Singkirkan tangan busukmu itu" sinis Sella.


Vino segera membersihkan dirinya sedangkan Sella segera duduk disofa dan mentransfer uang ke panti asuhan sebesar 800 juta.


Sisa 200 juta dari pemberian Vino padanya akan ia gunakan untuk kebutuhan hidupnya.


"Pakaikan dasiku!" Titah Vino pada istrinya.


"Bukankah kau punya tangan yang lengkap dan sempurna?" Sinis Sella.


"Kau berani membantahku!!" Vino menarik ranbut Sella ke belakang.


"Kau kira aku takut denganmu?!" Sella balik mencekik leher Vino.


Vino semakin menarik kuat rambut Sella hingga wanita itu melepas cengkramannya di leher Vino.


Vino pun melepas rambut Sella. Ia mengulurkan dasi miliknya.


Dengan perasaan dongkol Sella memasangkan dasi itu.


"Semalam Pelayamu cukup mengagumkan padahal bukankah itu yang pertama bagimu" ucap Vino menatap sinis Sella.


"Kau gilaa!!" Hardik Vino saat Sella sengaja mencekik lehernya dengan dasi.


"Kau sudah tau aku gila tapi kau masih nekat menikahiku" sinis Sella melepaskan cekikan dasi itu.


"Mulai sekarang bekerjalah di Adira Corp" ucap Vino dengan nada memerintah.


"Cih, aku tidak sudi" decih Sella.


Semakin ia terikat dengan Vino maka ia akan semakin berada dibawah kendali lelaki itu. Dan Sella menghindarinya.

__ADS_1


"Cih,, lihat saja, pasti kau nanti akan memohon padaku untuk meminta pekerjaan"


__ADS_2