Cinta Tuan Muda Arogan

Cinta Tuan Muda Arogan
Menikahinya?


__ADS_3

Vino pun menyuruh seseorang untuk menyeret seseorang yang ada didalam mobilnya.


"Kau?!!!" Wajah Qian merah padam melihat siapa pelakunya. Orang yang dulu sangat ia percaya. Dan jika dilogika tidak mungkin ia bisa melakukan hal sekejam ini.


Sella,, ternyata wanita cantik inilah pelakunya.


Mami Ara terkejut melihat gadis yang sangat disayanginya dulu.


"Kenapa kau melakukan ini?" Tanya Qian baik baik.


Karna ia tahu betul bagaimana sikap Sella yang merupakan gadis baik.


"Jawablah jujur nak, tente tau pasti kamu punya alasan kuat untuk itu" Mami Ara berbicara lembut karna ia tahu Sella adalah gadis baik baik.


"Tidak ada alasan khusus, aku melakukan hal yang kusuka" jawab Sella sinis.


"Kau masih tak mau mengaku?!" Vino mencengkram dagu gadis cantik itu.


Qian menahan tangan Vino agar melepaskan cengkraman itu karna ia iba melihat Sella yang meringis kesakitan.


" Om tau kamu pasti punya alasan kuat. Om tau kamu gadis baik baik, tapi apapun alasanmu tindakan yang kau lakukan ini sangat salah dan bisa berakibat fatal. Sebagai hukumannya om akan memasukanmu ke penjara" papi Rifqi mengambil sikap bijak.

__ADS_1


Ia juga percaya bahwa Sella adalah gadis baik. Karna dulu saat masih menjalin hubungan dengan Qian Sella adalah gadis hangat. Ia bahkan memperlakukan papi Rifqi dan Mami Ara seperti orang tuanya sendiri.


"Tidak, aku menolaknya" Vino berpendapat.


"Dia harus mendapatkan hukuman setimpal. Aku akan membawanya ke ruang penyiksaan" lanjutnya.


"Tidak, kami tidak setuju" papi Rifqi membela Sella, gadis yang sudah dianggap anaknya sendiri.


"Kenapa om selalu membelanya? Bukankah sudah terlihat kebusukannya?!" Vino menaikan nada bicaranya karna geram dengan mertua sang adik yang terlihat membela Sella.


"Kita belum menyelidiki sebab kenapa dia melakukan itu"


"Stopp!!" Sella berteriak menghentikan perdebatan.


"Apa maks....."


"Bunuh aku Pi!!" Sella memotong ucapan papi Rifqi.


(Sella selalu memanggil papi Rifqi dan Mami Ara dengan sebutan Mi dan Pi, hanya saja saat ia menyerahkan kunci apartemen ke mami Ara ia memanggil tante karna saat itu hatinya sedang gundah)


Hening

__ADS_1


"Kenapa kalian diam?!! Bunuh aku, aku akan hilang dari bumi ini dan hidup kalian akan tenang. Aku tidak akan menyakiti kalian"


"Cihh, membunuhmu sama saja kami memberimu bonus, kau sudah hampir membunuh adikku" decih Vino sinis.


"Cepat berikan hukuman padaku, aku sudah muak ditempat ini" sinis Sella.


Hati kecilnya terasa tercubit kala melihat pembelaan Papi Rifqi dan Mami Ara atas dirinya.


"Baiklah, bagiamana jika aku menikahinya" Vino menunjukan senyum smriknya.


Sella langsung memelototkan matanya tajam


"Kau gila!! Tidak, aku tidak mau.. lebih baik bawa aku ke ruang penyiksaan" tolak Sella mentah mentah.


"Vino, kau jangan mengambil keputusan dengan gegabah nak" papa Rico menasehati sang putra.


"Aku tidak gegabah pa, aku hanya akan merubah sikap buruknya itu dan sedikit memberinya pelajaran tentunya"


"Jangan nikahi dia jika hanya untuk balas dendam" Qian membuka suara.


"Cih, kau membelanya?" Sinis Vino.

__ADS_1


Qian hanya diam, posisinya disini serba salah jika ia ikut campur ia akan dikira membela sang mantan kekasih. Tapi disisi lain ia tak tega jika nantinya Sella akan disiksa oleh Vino.


"Mama juga tidak setuju jika kau menikahinya hanya untuk memberinya pelajaran atas tindakannya. Masih banyak hal yang bisa dilakukannya untuk menebus kesalahannya" mama Diana ikut membuka suara.


__ADS_2