Cinta Tuan Muda Arogan

Cinta Tuan Muda Arogan
Siapa Pelakunya


__ADS_3

Ketiga orang itu tidak menyadari bahwa mobil yang mereka tumpangi diikuti oleh seseorang.


Tringgg (bunyi ponsel Mami Ara)


"Hallo pi" ternyata penelponnya adalah papi Rifqi.


"Hallo mi, papi mau bilang sesuatu tapi mami jangan panik dulu ya" papi Rifqi mencoba tenang.


"Iya, emangnya ada apa pi?"


"Bilang sama pak supir buat lanjuin kendaraan ke arah tol, kecepatan mobil jangan sampe kurang dari 40 km ya mi"


"Emangnya kenapa sih pi?" Tanya mami Ara.


"Mobik yang mami tumpangi ternyata ada bom di dalamnya"


"Apa pi?!" Mami Ara mulai kaget.


"Mami tenang dulu, papi udah nyiapin segalanya agar mami sama Vio baik baik aja. Jadi kunvinya maki harus tenang, oke?"


"I iya pi"


"Telponnya jangan dimatikan, ini papi perjalanan nyusul mami" ucap papi Rifqi diseberang.


Mami Ara pun menyampaikan perintan papi Rifqi pada pak sopir. Mobil mereka pun sudah berada di kawalan polisi agar menghindari macet agar mobil tidak meledak karna kecepatan minimal 40 km/h.


"Mi, gimana ini mi? Vio takut mi" Vio mulai ketakutan.

__ADS_1


"Kamu yang tenang ya, mami yakin kita bakalan baik baik aja kok" mami Ara mencoba menenangkan sang menantu padahal dirinya sendiri juga sedang panik.


Tak lama kemudian mobil sudah memasuki area jalan bebas hambatan.


Terlihat mobil papi Rifqi sudah disamping mobil yang ditumpangi Vio.


Untung saja mobil yang digunakan mami Ara memiliki pintu geser sehingga memudahkan penyelamatan.


Akhirnya mami Ara dan Vio berhasil dipindahkan. Pak sopir sediri pun sudah diberi aba aba dari polisi untuk melompt dari mobil.


Qian yang juga berada disana pun langsung memeluk erat sang istri yang sudah menangis sesenggukan.


"Udah kamu yang tenang ya, kan kamu nggak kenapa napa" Qian menenangkan sang istri.


"Tapi aku takut mas"


"Ya udah kamu duduk dulu biar tenang, ini minum air dulu" Qian menyerahkan botol air mineral pada Vio.


Beberapa menit kemudian


Mobil tadi pun meledak tepat setelah pak supir menyelamatkan diri.


Semua bernafas lega saat mengetahui tidak ada korban dalam peristiwa ini.


Qian pun segera mengusut kenapa bisa ada bom di dalam monil dan siapa yang memasangnya.


Beberapa menit kemudian mereka semua telah sampai di mansion dengan selamat.

__ADS_1


Qian langsung membawa sang istri ke kamar untuk menenangkannya karna dari tadi Vio terus saja menangis.


"Udah dong nangisnya, kan kamu sama dedeknya udah selamet"


Qian menghapus air nata yang mengalir di wajah sang istri.


"Udah, kamu istirahat dulu gih" Qian membantu sang istri berbaring.


"Peluk mas" rengek Vio.


Qian pun segera memeluk sang istri.


Qian beranjak keluar kamar kala melihat sang istri telah tertidur pulas.


Ia ke lantai bawah dimana keluarganya berkumpul. Tak disangka ternyata Vino, kakak Vio dan kedua orang tua Vio sudah berada diruang tengah bersama Mami Ara dan Papi Rifqi.


"Bagaimana keadaan Vio?" Tanya Vino pada sang ipar.


"Dia baik, dia sedang istirahat" jawaban Qian membuat semuanya bernapas lega.


"Aku akan segera mengusut kasus ini" lanjut Qian.


"Kau terlalu lama, aku sudah menemukam pelakunya" potong Vino.


"Siapa?"


"Kau pasti akan terkejut melihat siapa pelakunya"

__ADS_1


Vino pun menyuruh seseorang untuk menyeret seseorang yang ada didalam mobilnya.


jangan lupa Like dan komen ya guyss


__ADS_2