
"Hah?? Bagaimana bisa?" Andy kaget.
"Mungkin ini juga karna faktor stress berlebihan atau bisa juga karna kurang memperhatikan jumlah nutrisi makanan yang dimakan"
"Lalu bagaimana solusinya?"
"Jangan buat istrimu stress dan tertekan. Dan jangan lupa perhatikan makanan yang dimakannya harus memiliki banyak nutrisi yang baik untuk janin"
Setelah puas berbincang bincang dokter itupun pamit.
Andy mengangkat badan sang istri berniat akan memindahkannya ke kamar.
Saat naik tangga, ternyata Kia malah sadar dari pingsannya.
"Hah?! Turunkan aku!" Kia memberontak.
"Lihatlah, kita sedang berada ditangga. Jika kau banyak gerak bukan tidak mungkin kau akan jatuh"
Akhirnya Kia terdiam, matanya terus saja menatap wajah tampan suaminya itu.
"Kendalikan matamu" Andy memperingati.
Kia pun mengalihkan pandangannya
Andy merebahkan Kia di ranjang kamar itu.
Andy menghela napasnya sejenak
"Kenapa kau tidak mengatakan bahwa kau alergi bau udang dan juga berat badan janin didalam kandungamu dibawah standar"
"A aku.."
"Sudahlah aku malas berdebat" potong pria itu.
Ia kembali turun ke lantai bawah saat mendengar suara bel.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian ia kembali ke kamar dengan meneteng sebuah kantung plastik berisi bubur ayam.
"Untuk pagi ini kau harus makan bubur ayam dahulu" ucapnya sembari membuka kotak sterofoam itu.
"Buka mulutmu" titahnya lagi saat sendok berisi bubur ayam telah didepan mulut Kia.
"Tapi lidahku pahit, aku sedang tidak berselera makan" Kia beralasan.
"Aku tidak menerima penolakan. Cepat buka mulutmu"
Akhirnya Kia membuka mulutnya, dan ia pun makan dengan disuapi pria tampan yang kini telah menjadi suaminya.
"Apa ini mimpi? Bagaimana bisa dia dengan suka rela menyuapiku?" Gumam Kia dengan batin yang bersorak senang.
Setelah selesai Andy meletakan wadah bekas makanan tadi di atas nakas.
Entah dorongan dari mana tangannya terukur untuk menyentuh perut sang istri.
Deggg
Ahahaha wkwk
Andy menyingkap pelan baju sang istri namun Kia langsung menahannya karna takut suaminya akan bertindak lebih dari ini.
"Tenanglah, aku hanya akan menyentuh perutmu saja" ucapan Andy menghipnotis Kia hingga ia menuruti suaminya.
Perlahan Andy menyingkap baju Kia dan menampakan perut putih mulus yang mulai membuncit itu.
Tangan Andy mengusap perut itu penuh dengan kasih sayang.
"Dia sudah mulai menendang?" Tanya nya.
"Iya, dia sudah sering menendang"
"Apa dia sering menyusahkanmu?"
__ADS_1
"Tidak, bahkan aku jarang mual mual. Hanya saat mencium aroma makanan tertentu saja"
Andy mengangguk tanda mengerti
"Besok malam kita kerumah sakit untuk memeriksakan kandunganmu"
,"Tidak perlu repot repot, aku masih bisa memeriksakannya sendiri" tolak Kia.
"Tapi aku ayahnya, aku juga ingin melihat perkembangannya"
"Ya ya ya, baiklah" Kia pasrah.
Keesokan harinya
Seperti biasa, pagi hari Kia bersiap untuk ke kantor.
Ia juga sudah menyiapkan masakannya di meja makan.
"Makanlah dulu, aku memasak sup ayam" suara Kia menghentikan langkah suaminya.
Nampak penampilan suaminya masih belum rapi.
Pria itu masih sibuk membenarkan jam tangannya padahal kancing manset lengan belum menutup dan juga dasinya belum terpasang.
Dengan inisiatifnya Kia membantu sang suami memasangkan dasinya.
"Tumben buru buru banget"
"Ada meeting pagi ini"
"Sarapan dulu, kalo udah baru berangkat"
"Udah nggak ada waktu"
"Ada, pasti Qian juga memaklumi jika hanya telat 5 atau 10 menit" paksa Kia.
__ADS_1