Cinta Tuan Muda Arogan

Cinta Tuan Muda Arogan
Permohonan Sella


__ADS_3

"Tidak ada yang bisa menghalangi keinginanku, keputusanku sudah final" Vino kembali berucap dengan nada tegasnya.


Papa Rico maupun Papi Rifqi sama sama menghela napasnya.


Mereka tau Vino mempunyai pribadi yang keras dan tak terbantah. Semua keputusannya bulat.


"Om sebagai orang terdekat Sella akan mengizinkanmu dengan satu syarat" papi Rifqi membuka suara.


"Tidak!! Kenapa kalian memutuskan semuanya sendiri!! Aku tidak mau menikah dengan manusia kejam sepertinya" Sella memberontak.


"Cih tidak usah dengarkan ocehannya yang tidak penting itu" Potong Vino.


"Kau harus ikut tinggal bersama kami dimansion ini" papi Rifqi memutuskan.


"Tidak!! Aku punya mansion sendiri dan ada juga mansion keluargaku. Kenapa aku harus disini!" Vino menolak keras.


"Saya sebagai perwakilan dari keluarga Sella, jika kau tidak mau tidak apa apa. Lepaskan gadis itu" papi Rifqi berkata tegas. Karna ia tahu apa yang akan dilakukan Vino nantinya pada Sella.


Karna ia juga pernah melakukan hal yang sama, ia tak mau nasib Sella sama seperti istrinya dulu.


(Baca Cinta Tuan Arogan)


"Aku tidak setuju, Vino anak laki laki satu satunya. Lagipula anak perempuanku sudah disini" papa Rico berpendapat.


"Kalian semua tinggalah di mansion ini. Kita gabungkan keluarga besar kita. Anggaplah 2 dari anakku menikah dengan anakmu"


Hening

__ADS_1


"Aku memohon, setidaknya satu tahun jika kalian tidak mau disini selamanya" Papi Rifqi mengucap.


Papi Rico menghela napasnya. Ia tau sang besan jika sudah memohon, sekalipun ia menolak maka penolakan tak akan berarti apa apa. Semua akan terjadi sesuai keinginan Rifqi Yulandres.


"Baiklah, hanya satu tahun" papa Rico memutuskan.


"Baiklah, jadi kapan kau akan menikahi Sella?"


"Siang ini juga" jawab Vino santai.


"Apa?!! Kenapa secepat itu?" Mami Ara angkat bicara.


"Kenapa memangnya? Hanya menyiapkan baju dan dokumennya" jawabnya santai.


"Tidak! Aku tidak akan sudi menikah denganmu" Sella menolak keras.


"Aku tidak peduli dengan jawabanmu" Vino menatap sinis Sella.


"bagaimana jika besok? Sebaiknya ini semua kita persiapkan matang matang dulu" papi Rifqi kembali membuka suaranya.


"Baiklah besok" kali ini Vino mengalah.


"Lepaskan dia" titah Vino pada seseorang yang masih mengunci tangan Sella dibelakang tubuhnya.


Sella pun dituntun Mami Ara dan mama Diana dan dibawa masuk ke salah satu kamar.


Sedangkan para lelaki masih berunding di ruang tengah.

__ADS_1


Setelah masuk ke dalam kamar, Sella memandang sendu mami Ara.


"Mami, Sella tidak mau menikah dengannya" Mami Ara hanya diam tak merespon Sella. Batinnya juga sakit melihat gadis yang sudah dianggap anak olehnya mendapat takdir seperti ini.


"Tante, bantu saya agar dia membatalkan pernikahan ini. Saya janji akan pergi jauh dari hidup kalian" Sella memohon pada mama Diana.


"Maafkan tante nak, tante tidak bisa berbuat banyak. Tapi tante yakin kamu bukan orang jahat" ucap Mama Diana.


Mereka berdua pun keluar dari kamar Sella.


Sella berteriak kesal didalam kamar kedap suara itu. Pikirannya berkecambuk. Ia memikirkan cara untuk melarikan diri.


Malam hari,,


Dengan keberaniannya Sella mencoba melarikan diri dengan turun dari lantai 3 tempat kamarnya berada.


Ia bertumpu pada apa saja yang ada dirumah itu.


Brukk


"Aduh" pekik Sella kala ia tak sengaja terjatuh di saat akan melompat ke dasar.


Sella mengelus dadanya kala sadar tidak ada yang memergokinya.


Sella berjalan mengendap ngendap keluar dari mansion itu.


"Kau mencoba melarikan diri?!" Seseorang mencekal tangan Sella.

__ADS_1


__ADS_2