
"Sekarang kau mau kan memulai segalanya dari awal?" Tanya Vino lagi.
"Hmm iya aku mau, kuharap ini menjadi awal yang baik untuk kita"
"Tentu saja"
Vino mengusap rambut belakang sang istri dengan lembut.
"Baiklah, kalau begitu lanjutkan saja istirahatmu. Nanti sore kita ke dokter untuk check up kandunganmu"
Vino menatap wajah ragu Sella
"Ada yang ingin kau katakan lagi?"
"Hmm, ini tentang nama panggilan. Aku bingung harus memanggilmu apa. Terutama dihadapan mama dan papa" ucapnya sedikit ragu.
Vino tersenyum tipis
"Terserah kau saja ingin memanggilku apa. Itu hakmu, sudahlah cepatlah istirahat lagi. Kau pasti lelah membawa mereka berdua diperutmu" Vino kembali mengusap perut buncit istrinya itu.
"Hmm baiklah"
Sella pun langsung memejamkan matanya dan beberapa saat kemudian ia sudah terbang ke alam mimpi
Vino pun ikut terlelap bersama sang istri.
Siang hari,,
Vino lebih dulu terbangun. Ia langsung keluar dari kamar. Ia menemui kedua orang tuanya diruang tengah.
__ADS_1
"Sekarang jelaskan pada papa sebenarnya apa masalah kalian dan bagaimana Sella pergi dari rumah dalam keadaan hamil dan kembali dengan perut yang sudah sebesar itu?"
"Dari awal Sella ingin pisah dari Vino pa. Tapi Vino menolaknya. Sampai akhirnya kemarin Vio melihat Sella di mall dalam keadaan hamil lalu Vio menyuruh Qian untuk mencari informasi dan benar saja Sella hamil anakku pa"
"Berapa usia kandungannya?" Tanya papa Rico.
"25 minggu"
"Tapi kenap..."
"Sella hamil anak kembar pa" potong Vino.
Baik mama Diana maupun papa Rico sama sama kaget.
"Kem kembar?" Papa Rico bingung.
Vino mengangguk dengan senyum bangganya
"Jadi saat Sella pergi dari rumah dulu itu istrimu sudah hamil?"
"Iya, kata Sella sekitar 6 mingguan. Dan mual dan muntah Vino dulu sepertinya juga karna efek kehamilan Sella"
Papa Rico mengangguk mengerti dengan permasalahan sang anak.
"Apa papa mengira Sella hamil anak orang lain?" Tanya Vino.
"Hmm papa sempat berfikir seperti itu karna melihat kandungannya yang sudah besar"
"Tenang saja pa, Sella tidak seburuk itu. Bahkan akulah lelaki pertama yang menyentuhnya" ucap Vino gamblang.
__ADS_1
"Baiklah, kalau begitu. Papa percaya dengan semua keputusanmu" papa Rico menepuk pundak anaknya itu.
Sore hari,,
Seperti janjinya Vino mengajak Sella ke dokter kandungan.
"Kandungannya bagus. Janinnya juga sehat dan aktif. tapi ingat jangan terlalu kelelahan ya bu Sella karna hamil kembar itu lebih rawan. Mau tau jenis kelaminnya mumpung kelihatan?" Tanya dokter itu.
"Mau dok" Vino lah yang menjawab dengan antusias.
"Sepasang pak Vino, 1 laki laki dan 1 perempuan"
Senyum Vino mengembang sempurna.
Setelah mendengar saran saran dari dokter Sella dan Vino pun pulang ke rumah.
"Gimana hasil pemeriksaannya Vin? Anak kalian sehat kan?" Tanya mama Diana.
"Iya ma, anak Vino sehat sehat aja. Cewek cowok ma"
"Wahh beneran sepasang?" Mama Diana antusias.
Ia mengusap usap perut buncit menantunya itu.
"Wahh mama seneng dapet cucu langsung sepasang gini. Pasti mereka nanti lucu lucu" mama Diana mengungkapkan kebahagiaannya.
"Doain Sella biar sehat sehat ya ma" Ucap Sella.
"Pasti nak, oh ya.. kamu harus inget nggak boleh terlalu capek. Mending dirumah nemenin mama daripada kamu kerja"
__ADS_1
"Iya ma, Sella juga kepikiran kayak gitu"
"Oh ya, kalian kapan mau ngadain acara 7 bulanan?"