
"Boleh aku menjenguknya?"
"Jangan dulu, biarkan dia sedang istirahat. Nanti saja" tolaknya halus.
Vio pun mengangguk mengerti meski sedikit curiga.
"Sayang," panggil Qian pada sang istri.
"Iya mas?"
"Kamu ngapain di depan kamar kakakmu?"
"Dia tadi bertanya keberadaan Sella tapi sella sedang tidak enak badan" Vino lah yang menjawabnya.
"Oh" Qian ber oh ria
"Ya udah yang, kita lihat persiapan dekorasi buat besok" ajak Qian yang diangguki Vio.
Sebenarnya Qian juga curiga dengan gelagat aneh Vino.
Tapi ia memendamnya karna tak mau istrinya khawatir.
Siang hari Vino memasuki kamarnya sambil membawa nampan makanan, ia melihat sang istri sedang berbaring di ranjang.
Ia mendekat ke arah istrinya dan segera menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajahnya.
"Huhh, kenapa semuanya terasa rumit"gumam Vino.
Niatnya menikahi Sella karna ia ingin memperbaiki sikap Sella.
Dan usahanya sedikit berhasil kala melihat perubahan dihidup Sella yang mulai dekat dengan tuhan.
Namun sayangnya Sella merasa terlalu tertekan dengan segala perlakuan kasar Vino padanya. Ia menganggap Vino menjadikannya istri hanya untuk balas dendam dan menjadikannya pemuas nafsu belaka.
"Sell" panggilnya pada sang istri.
"Eumm" Sella menggeliat bangun.
__ADS_1
"Makan dulu" ucap Vino lembut.
"Hah??,, Mungkin hanya halusinasiku" gumam Sella kembali memejamkan matanya.
Ia mengira suara lembut Vino hanyalah halusinasinya.
"Sell" panggil Vino lebih kencang dari sebelumnya.
"Hahh pergilah, jangan ganggu aku, aku mengantuk" usirnya.
Vino pun ke kamar mandi mengambil air dan memercikannya ke wajah Sella.
"Astaga, atap rumah bocor" Sella langsung terbangun.
"Astaga rumah semewah ini memiliki atap yang bocor" gumamnya tidak jelas.
Ia masih tidak sadar dengan keberadaan sang suami.
"Tidak ada atap yang bocor" jawab Vino dingin.
"Turunkan tanganmu!" Titah Vino tak terbantah.
Sella pun menurunkan tangannya.
"Makanlah dulu"
"Aku tidak berselera" ucap Sella kembali merebahkan dirinya.
"Kau mencoba melawanku lagi?!!" Vino mulai kembali emosi.
"Ya ya ya, aku akan makan. Pergilah, kau hanya bisa mengatur, mengancam dan menghancurkan hidupku saja" gerutu Sella.
Ia segera memakan makanan itu
"Kenapa kau ti mencampurkan sianida saja didalam makanan ini?" Tanya Sella.
"Kau jamgan memancing emosiku Sella" geram Vino.
__ADS_1
"Aku kan hanya tanya, kenapa kau jadi pemarah seperti itu"
"Kau dari tadi memancing emosiku!!" Vino kembali berteriak.
"Pelankan suaramu!! Kalau kau membunuhku bunuh saja aku dengan racun atau pistol jangan dengan suaramu itu!!" Kesal Sella.
Vino tak menggubris ocehan istrinya itu.
"Jika sudah selesai segera turun ke bawah dan bantu persiapan acara tujuh bulanan Vio besok" titahnya tak terbantahkan.
..
"Kau sudah sembuh kak?" Tanya Vio kala melihat Sella ikut berpartisipasi dalam acaranya.
"Hah?" Sella bingung.
"Kata kak Vino kau tadi tidak enak badan"
"Vino sialan, jadi tadi dia mengatakan pada orang orang kalau aku sakit" batinnya penuh amarah.
"Bukan urusanmu" ketus Sella.
Ia berjalan meninggalkan Vio sendirian.
Batinnya sebenarnya iri setiap melihat kemesraan Vio dan Qian.
"Harusnya saat ini aku yang berada di posisi itu" batinnya meronta ronta.
Pagi hari,
Acara tujuh bulanan Vio dimulai
Semua keluarga nampak mengenakan gamis mewah sedangkan para laki laki mengenakan kemeja batik.
Acara diadakan secara meriah dan besar besaran.
Sella yang melihat kerumunan orang itupun mulai memikirkan ide gilanya.
__ADS_1