Cinta Tuan Muda Arogan

Cinta Tuan Muda Arogan
Lepaskan Aku


__ADS_3

Asisten Andy semakin mendekat dan menghimpit tubuh gadis didepannya itu.


"Sepertinya kau memang datang untuk menawarkan tubuhmu bukan?" Asisten Andy tersenyum mengejek.


Srekkkk


Seketika baju Kia langsung robek tak berbentuk ketika tangan kekar asisten itu merobeknya.


Mata Kia langsung melebar sempurna


"Kau gila?!! Lepaskan aku. Minggirlah!" Bentak Kia.


"Aku gila? Bukankah kau yang gila? Dengan segala inisiatifmu kau datang ke kadang singa dan membangunkan singa kelaparan nona Kiana"


"Kumohon lepaskan aku" pinta Kia memohon.


"Bagaimana jika aku bilang tidak?"


"Kumohon lepaskan aku, aku janji akan menghilang dan pergi jauh dari hidupmu"


"Tidak akan, sebelum aku memberimu pelajaran"


Asisten Andy langsung menarik paksa Kia kedalam kamarnya dan mereka berdua melakukannya.


Flashback off


"Aku bingung harus bagaimana Vi, sedangkan ayah dari anakku saja selalu mengatakan padaku untuk melupakan kejadian itu. Lalu bagaimana caraku memberitahunya bahwa aku mengandung anaknya"

__ADS_1


"Tenanglah Ki, aku akan membantumu sebisaku"


"Hmm bolehkah aku meminta bantuanmu?"


"Katakan saja, aku akan membantumu sebisaku" jawab Vio.


"Emm, bisakah kau meminta suamimu untuk menutup segala informasi tentang kehamilanku. Aku tidak mau satu orang pun termasuk Asisten Andy mengetahui siapa pemilik bayi ini"


"Itu bisa diurus. Aku akan meminta suamiku untuk menutup segala akses informasinya"


Batin Vio lega karna disaat bimbang seperti ini sahabatnya itu tidak memutuskan untuk pergi jauh meninggalkan kota bahkan negara ini.


"Dan satu lagi,,"


"Bolehkah aku meminta dipindahkan ke perusahaan cabang saja?" Tanya Kia.


"Emm, maaf Ki, untuk itu sepertinya sedikit sulit karna kamu adalah salah satu orang kepercayaan suamiku diperusahaan. Pasti harus melalui prosedur prosedur rumit terlebih dahulu" Vio memberi pengertian.


"Emm selain itu kau harus terbiasa berhadapan dengan asisten Andy. Justru jika kau menjauh darinya secara tiba tiba dia pasti akan mencari tau informasi tentangmu"


"Emm iya juga ya, bagaimana jika aku meminta bantuan temanku dan membuat keadaan seakan akan aku hamil anak temanku. Karna bagaimanapun juga cepat atau lambat pasti perutku akan membesar nantinya" Kia berinisiatif.


"Emm coba kupikir pikir dulu Ki, kita tidak boleh gegabah mengambil keputusan karna ini menyangkut masa depan kamu dan anakmu"


"Baiklah"


Beberapa jam kemudian acara syukuran 7 bulan kehamilan Sella telah selesai.

__ADS_1


Nampak Sella menghembuskan napas lelahnya tepat setelah ia duduk disofa kamar.


Sella mengusap usap perut buncitnya itu.


"Kenapa? Kamu capek banget ya?" Tanya Vino sembari ikut duduk disamping Sella.


"Lumayan" jawab Sella sambil membenahkan kembali posisi duduknya agar lebih nyaman.


"Kemarilah" Vino menyuruh Sella agar lebih mendekat dengannya.


Sella pun merapatkan tubuhnya mendekati sang suami.


Vino langsung menarik kepala Sella agar bersandar di pundaknya.


Tak lupa satu tangannya mengusap perut buncit istrinya itu.


Vino merasakan banyak tendangan dari anak anaknya yang berada diperut sang istri.


"Ya udah, mandi sana dulu gih. Abis itu sholat ashar terus lanjut istirahat"


Sella menghela napasnya


Ia segera melangkahkan kakinya menuju kamar mandi dan segera membersihkan dirinya.


Nampak Sella sudah sedikit lebih segar dari sebelumnya.


Ia segera merebahkan tubuh lelahnya diranjang.

__ADS_1


2 jam kemudian,,


Vino membangunkan sang istri yang nampak masih menikmati tidurnya itu karna hari sudah mulai malam.


__ADS_2