Cinta Tuan Muda Arogan

Cinta Tuan Muda Arogan
Arsenicko Yulandres


__ADS_3

"Tapi kamu janji bakal nemenin aku kan mas?"


"Iya"


Beberapa saat kemudian Vio sudah masuk ruang operasi.


Qian terus saja mengajak sang istri bicara agar Vio tidak tegang karna tidak bius total.


Beberapa menit berlalu, bayi Vio sudah berhasil di keluarkan dari perutnya.


Oekkk


Oekkk


"Alhamdulillah" Qian berucap ketika mendengar suara tangis anaknya.


Vio ikut menangis haru mendengar suara anaknya.


"Laki laki pak Qian, sehat dan lengkap" ucap dokter itu.


Bayi laki laki itu langsung dibersihkan.


Dokter menyerahkan pada Qian yang masih sangat kaku itu agar di adzani.


Setelah selesai, dokter membiarkan bayi itu mencari sumber minumnya dengan sendirinya di dada Vio.


Setelah selesai, bayi itu diletakan diinkubator agar beradaptasi dengan suhu ruangan dahulu.


Beberapa saat kemudian jahitan diperut Vio telah selesai.

__ADS_1


Ia segera dipindahkam ke ruang rawat bersama bayinya.


Para keluarga menyambut antusias kedatangan Vio dan bayi tampan nya.


"Wahh kenapa wajahnya seperti Qian?" Mami Ara heran karna suami, anak dan cucunya memiliki wajah yang sama.


"Karna aku ayahnya" jawab Qian bangga.


"Tapi kenapa suami, anak dan cucuku wajahnya malah sama semua. Kalian semua memang tidak kreatif dan inovatif" cibir mami Ara.


"Wajahnya kan pemberian tuhan Mi" jawab papi Rifqi.


"Setidaknya kan kalau saat hamil Vio memikirkan mami terus kan nanti bisa kemungkinan mirip mami. Jadi lebih bervariasi lagi" candanya membuat seisi ruangan tertawa.


"Kau memberinya nama siapa?"


"Arsenicko Yulandres, panggilannya Arsen"


Vino hanya menatap keponakan barunya dengan binar bahagia. Hatinya sedikit mencelos melihat kebahagiaan Qian dan Vio.


2 bulan kehilangan Sella membuatnya sedikit merindukan wanita cantik itu.


,,,,


Dikota X, tepatnya diruang kerja Sella.


Sella menatap akun sosial media milik Vio yang sudah terpampang foto Vio, Qian dan juga anak mereka.


Hati Sella ikut mencelos melihat kebahagiaan itu. Mungkin jika dulu ia tak melanjutkan studynya ke luar negeri dan lebih pintar mendekati mami Ara pasti saat ini ia lah yang berada di posisi itu.

__ADS_1


Tapi ia tak pernah menyesal dengan semuanya. Menikah dengan Vino juga anugrah untuknya. Setelah 2 bulan berpisah dari Vino membuatnya sadar bahwa dalam lubuk hati terkecilnya Vino sangat berarti dalam hidupnya.


Ia sadar banyak perubahan di kehidupannya semenjak menikah dengan Vino walaupun akalnya terkadang menolak karna Vino selalu menggunakan cara kasar dan terkesan memaksa.


Ia mengusap perlahan perut buncitnya itu. Hatinya kembali tercubit saat mengingat anaknya akan lahir tanpa sosok ayah disisinya.


Entah apa yang akan dikatakan Sella pada anaknya ketika mencari sang ayah suatu hari nanti.


"Sella" panggil seseorang.


"Sella" panggilnya lagi daat Sella tidak menyahut.


"Sella!!"


"Ah iya, maaf saya tidak mendengar panggilan anda" Sella meminta maaf pada manajer kantor yang tadi memanggilnya.


"Ada hal penting yang akan saya bicarakan"


"Katakan pak, saya siap mendengarnya"


"Perusahaan pusat mengalami masalah"


"Lalu pak? Apa hubungannya dengan saya?" Tanya Sella.


"Emm sebenarnya saya ingin mengirimmu ke sana untuk mengatasi masalah disana"


"Kenapa harus saya pak? Bukankah banyak karyawan lain?" Tanya Sella heran.


"Kurasa kau yang paling berpotensi menyelesaikan masalah disana"

__ADS_1


"Tapi saya sedang hamil pak" Sella beralasan.


Ia tahu betul perusaan itu berada di pusat kota yang artinya jika ia benar benar kesana maka bukan tidak mungkin dia bertemu kembali dengan Vino.


__ADS_2