Cinta Tuan Muda Arogan

Cinta Tuan Muda Arogan
Masalah Kia


__ADS_3

Wajah bayi itu mulai berubah menandakan akan menangis.


"Okey okey, sama papa aja. Tapi jangan nangis. Oke?"


Qian pun menggendong anaknya memasuki mobil berharap setelah masuk mobil sang putra mau duduk bersama sang istri.


"Yeayy udah sampe mobil, sekarang Arsen sama mama dulu ya"


Huaaaaaa


Bayi tampan itu kembali menangis kencang tepat setelah didudukan di pangkuan Vio.


"Anak mama kenapa sih ini? Kenapa nangis gini? Kan sama mama" Vio membujuk sang putra.


"Pa pa pa" celoteh bayi itu sambil mengulurkan tangannya ke Qian.


Huhhh


"Ya udah deh, sini sama papa" Qian pasrah.


Akhirnya mereka meminta supir untuk mengantar ke kediaman Vino.


Sesampainya dirumah Vino,


Nampak tamu undangan sudah memadati halaman rumah itu.


Acara berlangsung sangat meriah


Disini juga Vino mengumumkan pernikahannya di hadapan publik.


Disana juga nampak Kia dan Asisten Andy turut hadir.


Namun aura yang mereka pancarkan sedikit berbeda.


Kia memancarkan aura sangat tajam pada asisten Andy.

__ADS_1


Kia bahkan terlihat sangat menghindari pria tampan itu. Padahal sebelumnya Kia bahkan seringkali mendekati asisten Andy secara terang terangan.


Sikap Kia pun mulai berubah. Ia menjadi lebih pendiam dengan aura dingin di wajahnya.


"Kia, kamu kenapa sih akhir akhir ini kok aku liat agak beda gitu sama asisten Andy? Kalian ada masalah?" Tanya Vio pada sang sahabat.


Kia menggeleng


"Tidak ada, mungkin itu cuma perasaanmu aja"


"Oh, bisa jadi juga. Ya udah yuk kita ambil makanan dulu" ajak Vio pada sang sahabat ke meja prasmanan.


Kini Vio kembali menemukan gelagat aneh dari Kia.


Nampak Kia sedang menahan sesuatu.


"Huekk" Kia menutup mulutnya saat merasakan mual.


"Kamu kenapa Ki?"


Kia hanya menggeleng, seketika ia langsung menjauh dari meja prasmanan itu.


Tanpa disangka Kia malah menabrak ssisten Andy karna berjalan terburu buru tanpa melihat jalan.


Kia yang menyadari siapa orang yang ditabraknya pun langsung beranjak pergi.


Srettt


Namun sayang, tangannya langsung dicekal oleh asisten Andy.


Kia langsung menatap tajam pria itu. Kedua manusia itu nampak saling memancarkan aura permusuhan.


"Lupakan kejadian 1 bulan lalu. Bersikaplah seolah tidak terjadi apa apa diantara kita" ucap Asisten Andy dengan nada dingin.


Kia langsung menghempas tangan kekar itu

__ADS_1


"Anda jangan merasa diatas awan tuan, saya juga tidak sudi mengingatnya" ketus Kia langsung meninggalkan asisten Andy yang diam mematung karna kaget dengan ucapan Kia.


Tanpa disadari, Vio mengamati 2 manusia itu dari kejauhan.


"Sepertinya mereka berdua memang sedang ada masalah" gumamnya.


"Sayang" seseorang memanggil Vio.


"Sayang" Qian kembali memanggil istrinya saaat melihat sang istri terlihat melamun.


"Eh, iya kenapa?"


"Kamu kenapa kok bengong?"


"Enggak, enggak papa kok" Vio menampilkan senyumnya.


"Ini, kayaknya Arsen haus deh" ucap Qian menyerahkan baby Arsen yang wajahnya sudah sangat masam itu.


"Ya udah aku masuk ke rumah dulu"


Qian mengangguk


Vio berjalan memasuki mansion sang kakak dan mencari kamar di dalamnya untuk menyusui baby Arsen.


Pikirannya berputar memikirkan sahabatnya yang 1 bulan belakangan ini sedikit berubah.


Ia menelpon sahabatnya itu


"Hallo, ada apa Vi?"


"Masuklah ke rumah, aku menunggumu dikamar tamu"


"Okey"


Tanpa curiga pun Kia memasuki kamar yang dimaksud Vio.

__ADS_1


"Ada apa Vi? Kenapa kamu nyuruh aku kesini?"


"Okey, sekarang kamu harus jelasin kenapa kamu jadi seperti ini? Kurasa hubunganmu dengan asisten Andy sedikit berjarak. Apa kau punya masalah dengannya?"


__ADS_2