Cinta Tuan Muda Arogan

Cinta Tuan Muda Arogan
Satu Minggu?!!


__ADS_3

"Aku pengen mandi dibawah shower aja" pinta Vio yang diangguki Qian.


Qian menggendong istrinya memasuki ruangan berkaca itu.


"Kamu mau ngapain mas?" Tanya Vio takut takut karna suaminya tak keluar dari ruangan kaca itu.


"Ya mau mandi lah, masak mau makan" jawab Qian sambil menghidupkan shower.


"Tapi mas..."


"Kita kan sudah terbiasa saling melihat 'milik satu sama lain, kenapa harus malu" ucap Qian sambil menyingkirkan tangan Vio yang sedang menutup dada dan area intinya.


"Tetep aja mas aku malu. Aku kan masih manusia waras" kesal Vio.


"Oh, bagaimana kalau kali ini aku kembali membuatmu tidak waras?" Jawab Qian menyeringai.


"Hmmpp hmppp" Vio memukul mukul dada bidang sang suami saat Qian menciumnya paksa.


Nafas Vio terengah engah kala Qian melepaskan ciuman itu.


Bughhh


Satu pukulan mendarat didada bidang Qian.


"Kamu mau bunuh aku ya mas" kesal Vio.


"Nggak lah, mana ada suami mau bunuh istrinya" kilah Qian.


"Pokoknya aku nggak mau ngapa ngapain, kalo kamu sampe ngapa ngapain aku lagi aku nggak bakal biarin kamu nyentuh aku selama satu minggu" ancam Vio.


Glekk


"Sa satu minggu?" Tanya Qian yang membuat Vio mengangguk.


"Bisa mati berdiri gua kalo nggak gitu gitu seminggu" batin Qian.

__ADS_1


Otak Qian mengirimkan sinyal baru untuknya


Qian menyeringai mendengar ancaman sang istri


"Beneran nih bakal nolak satu minggu?" Tanya Qian menyeringai.


Glekkk


Kini Vio lah yang menelan salivanya susah payah. Pikiran pikiran buruk mulai berterbangan diotaknya.


Qian memeluk istrinya dari belakang, tangannya tak tinggal diam.


Ia menyusuri bemper depan maupun bemper belakang milik sang istri.


Qian menyeringai saat sang istri mulai terbawa suasana. Ia membiarkan agar Vio lah yang memintanya duluan.


"Masss" rancau Vio, tubuhnya berharap lebih.


"Kenapa?" Tanya Qian masib berusaha santai.


"I itu, a aku mau"


"Mau itu"


"Itu apa?" Qian masih berlagak sok bodoh.


Vio membalikan tubuhnya menghadap sang suami.


"Aku mau ini" ucap Vio malu malu sambil memegang 'milik sang suami.


"Kau yakin?" Tanya Qian sok polos.


Vio mengangguk


"Bukankah kau tadi bilang jika aku melakukan sesuatu padamu kamu tak akan memberiku jatah seminggu?" Tanya Qian menyeringai.

__ADS_1


"Lu lupakan ancamanku itu" ucap Vio dengan nada memberat.


Qian pun langsung melakukan apa yang istrinya minta.


1 jam kemudian,


Qian menghentikan aksinya kala melihat wajah sang istri yang mulai pucat.


"Mas udahh" pinta Vio pada sang suami.


"Iya bentar lagi" ucap Qian.


Beberapa saat kemudian mereka menyudahi permainannya.


Qian segera menggendong sang istri dan membawanya keranjang.


"Mas, aku laper banget" keluh Vio karna jam sudah menunjukan pukul setengah 3 sore.


"Iya, aku pesenin makanan dulu" ucap Qian.


Ia segera menyambar ponselnya dan segera memesan makanan secara online.


"Cepatlah pakai baju" ucap Qian menyodorkan sebuah dress rumahan untuk sang istri.


"Pakein mas, lemes banget aku ini" pinta Vio dengan suara lirih karna badannya benar benar lemas.


Qian mengangguk, ia segera memakaikan pakaian itu pada sang istri.


Tak lama kemudian, pintu kamar mereka diketuk.


Nampak pengawal disana membawakan plastik berisi makanan pesanan Qian.


"Ini pesanan tuan kan?"


Qian mengangguk mengiyakan

__ADS_1


"Ayo cepat makan" ucap Qian sambil membuka bungkus makanan itu.


Vio segera duduk dari pembaringannya dan mulai menyantap makanan yang sudah dipesankan suaminya itu.


__ADS_2