
"Udah ada pacarnya Na" Ucap Qian.
Mata Qian menatap seorang laki laki yang masih tersenyum melihat sang wanita meminta pertolongan.
Dengan cepat, Qian langsung menceburkan diri dan menarik gadis itu sebelum terbawa arus semakin ketengah laut.
Ia segera membantu wanita yang sudah tak berdaya itu untuk naik ke jet sky nya.
Ia segera melajukan jet skynya menuju daratan.
Ia membopong gadis itu dan membaringkannya di tempat yang bersih.
Ia meminta bantuan orang orang untuk mencarikan minyak kayu putih karna gadis itu tak sadarkan diri.
Tak lama kemudian gadis itu membuka matanya.
"Hah?? Masak aku udah disurga sih? Mana cowoknya ganteng banget lagi" decaknya kagum melihat seorang pemuda didepannya.
"Wahh perasaan aku nggak baik baik banget, tapi kok bisa masuk surga ya?" Gumamnya lirih.
"Kakak udah sadar?" Tanya Nana pada gadis itu.
"Kamu siapa?" Tanyanya bingung.
"Aku Nana kak"
"Kenapa aku ngerasa masih didunia ya?" Gumamnya lagi.
"Lah emang kakak masih didunia, emang kakak pikir dimana?"
"Ini bukan surga?" Tanyanya bodoh sambil duduk dari pembaringannya.
Nana terkikik geli dengan gadis didepannya ini.
"Bukan kak"
"Tapi kok tadi ada pangeran ganteng?" Tanyanya.
__ADS_1
Pasalnya Qian sudah tak disana karna sedang membeli minuman.
"Oh, itu tadi kakakku kak"
Gadis itu manggut manggut mengerti.
Tak lama kemudian, Qian menghampiri dua wanita itu.
Mata Vio menatap kagum pada sosok tampan didepannya.
"Kakak ganteng banget" pujinya jujur.
"Urusi dulu tubuhmu, baru memuji orang" ucap Qian menyodorkan paperbag berisi baju baru untuk gadis itu.
"Hah?" Gadis itu masih terbengong.
"Baju kakak basah, aku bantu ke kamar mandi yuk" ucap Nana membantu Vio berdiri.
"I iya" Vio mulai gugup.
Beberapa saat kemudian, Vio telah selesai.
Qian mengangguk sebagai jawaban.
"Siapa nama kakak?" Tanya Nana.
"Viona"
Nana mengangguk mengerti.
Setelah semuanya selesai, Qian dan Nana pulang kerumah utama karna hari telah sore.
Mereka berdua melihat sang papi sedang duduk diruang keluarga sambil membaca majalah bisnis.
"Sini duduk deket papi" ucap sang papi pada Nana sambil menepuk nepuk sampingnya.
"Kenapa pi?" Tanya gadis itu.
__ADS_1
Sang papi menarik kepala sang putri dan membaringkannya di pahanya.
Ia mengusap usap rambut sang putri penuh kasih sayang.
"Gimana liburannya?"
"Seru pi, tapi tadi ada orang tenggelam"
"Oh ya?"
Gadis itu mengangguk
"Tapi ditolongin kak Qian"
"Terus orang itu gimana?" Papi Rifqi kepo.
"Orangnya aneh pi, masak pas sadar malah bilang kalau dia udah disurga. Dan ngira kak Qian pangeran tampannya" ucap Nana terkekeh membayangkan wajah lucu Viona.
Papi Rifqi mengangguk ngangguk mengerti.
"Kamu pengennya lanjut sekolah kemana?" Tanyanya.
Gadis itu duduk dari pembaringannya.
Ia memeluk tubuh sang papi dari samping.
"Kalau Nana pengen keluar negeri boleh nggak pi?" Tanyanya ketar ketir.
Wajah papi Rifqi langsung berubah
"Tidak boleh" gadis itu langsung cemberut.
"Ya udah deh, terserah papi. Nana ngikut papi aja" jawab gadis itu yang membuat papi Rifqi melebarkan senyumnya.
Satu minggu kemudian,
Hari ini tepat hari pengangkatan Qian menjadi CEO sedangkan papi Rifqi beralih menjadi Wakil CEO.
__ADS_1
Hahaha, aneh memang. Tapi papi Rifqi tak mau langsung memberatkan tanggung jawab pada anak lelakinya itu.
Ia berada disamping sang putra untuk mendampinginya.