
"Buatkan 1 porsi bubur ayam untuk istri saya" titah Qian.
"Hah? Bu bubur ayam tuan?" Tanya chef itu kaget dengan permintaan Qian yang tengah malam begini malah minta bubur ayam.
"Kuberi waktu 45 menit, jika lewat maka siap siaplah aku akan mencabut saham dari restoran ini" ancam Qian yang memang memiliki saham di restoran itu sebesar 40%.
"Ba baik tuan" chef itupun kalang kabut dan memanggil beberapa staffnya untuk ikut membantu menyiapkan bubur ayam pesanan Qian.
45 menit kemudian, makanan itu sudah dihidangkan dimeja tempat Qian dan Vio duduk.
Sang chef masih berdiri tegak didepan 2 insan itu.
Vio segera menghabiskan bubur ayam itu.
"Huhh kenyanggg, makasih mas" ucapnya tulus pada sang suami.
"Iya sama sama"
"Makasih chef" ucap Vio pada Chef yang masih setia berdiri didepannya.
"I iya nyonya sama sama" jawab Chef itu sambil memandang wajah cantik Vio.
"Kenapa kau memandang istriku dengan tatapan seperti itu?" Tanya Qian menohok.
"Ti tidak tuan, saya tidak bermaksud__"
"Sudah cukup, lebih baik diamlah" potong Qian.
"Cih, ganteng dapet, kaya dapet, tapi kok kelakuannya gini banget. Udah dibuatin bubur ayam juga" cibir chef itu dalam hati.
__ADS_1
"Kau mengatakan sesuatu?" Tanya Qian to the point.
"Ti tidak tuan" chef itu langsung menjawab.
"Cih selain ganteng dan kaya ternyata dia juga pandai membaca pikiran orang" batin chef itu.
"Kau mengejekku?" Tanya Qian sekali lagi.
"Hah?? Ti tidak tuan. Mana saya berani" jawabnya cengar cengir padahal hatinya menggerutu kesal.
Qian dan Vio pun kembali kerumah karna hari sudah larut malam.
"Yaudah kamu tidur sana" suruh Qian pada Vio saat mereka sudah masuk rumah.
"Lah emang kamu mau kemana mas?" Tanya Vio.
"Aku mau ke ruang kerja bentar, Andy baru aja ngirim email buat bahan presentasi besok"
Vio pun segera masuk ke kamar sedangkan Qian langsung masuk ke ruang kerja.
Qian segera membuka laptopnya dan mengecek dokumen dari asisten Andy.
Di kamar,
Vio hanya membolak balikan badannya ke kanan dan kekiri karna tak bisa memejamkan matanya tidur.
"Mas Qian mana sih kok lama banget" gerutunya kesal karna sang suami tak cepat kembali ke kamar.
Vio oh Vio,, padahal kan babang Qian di ruang kerja baru 20 menit yang lalu.
__ADS_1
Karna saking bosannya menunggu sang suami, Vio membuka sosial medianya.
menscroll akun instagram miliknya yang memiliki jutaan followers itu.
Ketika menscroll ia tak sengaja melihat postingan sang papa yang memposting dirinya dengan sang mama.
Tiba tiba ia teringat sesuatu, ya.. Vio belum membetitahu orang tuanya bahwa ia tengah mengandung.
"Duh,, sampe kelupaan buat ngasih tau papa sama mama" gumam Vio.
Ia mengusap perut ratanya,
Seketika senyumnya mengembang. Matanya memancarkan kebahagiaan yang teramat.
"Akhirnya kamu hadir diperut bunda" gumamnya bahagia.
Ceklekk (pintu kamar dibuka seseorang)
"Loh kamu belum tidur?" Tanya Qian kala melihat sang istri yang masih duduk bersandar di headboard sambil senyum senyum tidak jelas. Wkwk
"Belum ngantuk mas" jawab Vio beralasan.
"Belum ngantuk atau nggak bisa tidur kalau nggak ada aku" goda Qian.
"Ya dua duanya juga boleh mas"
Qian menggelengkan kepalanya melihat tingkah bucin sang istri.
"Sini, istrinya peluk dulu dongg" pinta Vio sambil merentangkan tangannya.
__ADS_1
"Iya iya" Qian mendekat dan segera memeluk istri manjanya itu.