
"Andy, antarkan Kia untuk membeli pakaian baru" titah Qian pada sang asisten.
"Ah tidak usah pak bos, biar saya nanti beli sendiri saja. Takut merepotkan" Kia sungkan.
"Tidak apa, anggaplah bonusmu"
Mau tidak mau asisten Andy mengantarkan Kia membeli pakaian.
"Cepatlah, aku tak punya banyak waktu" titah Asisten Andy kala sudah memasuki salah satu butik.
Cepat cepat Kia mengambil sebuah kemeja putih.
Tapi ternyata yang diambilnya bukan ukurannya biasanya.
Biasanya ia menggunakan kemeja yang sangat longgar bahkan terkesan oversize yaitu L.
Tapi karna tidak ada stoknya dan ia melihat wajah asisten Andy yang sangat menyeramkan akhirnya ia mengambil kemeja ukuran M itu.
Ia segera mengganti pakaian kotornya dengan pakaian yang baru ia beli.
Jika dilihat dari fisik, badan Kia memang lebih menggoda dibanding Vio.
Kia memiliki tinggi badan yang proporsional, buah da*da yang lumayan besar namun lingkar pinggang yang kecil sehingga badannya terlihat bak model papan atas.
Kia nampak kesulitan mengancingkan bajunya.
Kancing baju bagian dadanya nampak terbuka dan sedikit menampakan brra hitam miliknya.
Setalah selesai, ia segera keluar dari ruang gantinya.
__ADS_1
Kepalanya sudah pusing tak karuan. Wajahnya bahkan sudah memerah menahan gatal gatal di tubuhnya.
"Mari tuan, saya sudah selesai" ucap Kia pada asisten Andy yang masih membelakanginya.
Asisten andy kaget melihat penampilan Kia yang terbuka dibagian dadanya itu.
"Kau!!!" Asisten Andy menunjuk telunjuknya tepat didepan wajah Kia.
Kia sudah bergetar ketakutan.
Asisten Andy menahan kesalnya dan segera melepas jasnya.
"Pakailah" titahnya dengan nada dingin.
Cepat cepat Kia menyambar jas itu dan memakainya.
"Asisten Andy" panggil Kia yang melihat asisten itu akan melangkahkan kakinya pergi.
Kia berjalan mendekat ke asisten Andy. Baru didepannya Kia sudah merasakan kepalanya berputar.
Brukk
Kia jatuh kedekapan asisten Andy.
"nona Kia!! Hei kau kenapa?" Asisten itu menggoyangkan bahu Kia.
Ia segera mengangkat badan Kia dan segera membawanya ke rumah sakit.
Sesampainya dirumah sakit Kia segera ditangani oleh dokter.
__ADS_1
1 jam kemudian dokter keluar dari ruang ugd itu.
"Keluarga pasien?"
"Saya rekan kerjanya" ucap asisten Andy.
"Pasien mengalami alergi makanan. Mungkin diperlukan rawat inap satu malam sampai kondisinya benar benar pulih" ucap dokter itu.
"Apakah separah itu?" Tanya asisten Andy.
"Iya tuan, tekanan darahnya turun drastis"
"Apakah itu sangat berbahaya?"
"Melihat dari perkembangannya sepertinya tidak terlalu. Karna memang itu adalah reaksi alergi yang akan cepat hilang karna sudah diberikan suntikan pereda reaksi alergi"
Asisten Andy pun memutuskan untuk menghubungi keluarga Kia lewat handphone Kia.
Asisten itu menelpon kontak bertuliskan "ayah"
"Hallo, assalamu'alaikum nak. Ada apa tumben telpon" jawab ayah Kia diseberang.
"Maaf, saya rekan kerja nona Kiana ingin memberitahukan bahwa saat ini Kiana sedang berada dirumah sakit Yulandres"
"Hah? Bagimana bisa?"
"Kiana mengalami alergi makanan. Untuk selengkapnya silahkan anda datang ke rumah sakit Yulandres. Diruang X"
"Tapi saya minta maaf tuan, saya berada dikota X yang jaraknya jauh dari tempat Kia bekerja. Bolehkah saya meminta tolong untuk menitipkan Kia ke suster dahulu karna disini kondisi saya juga tidak memungkinkan untuk ke sana karna saat ini saya juga sedang dalam masa perawatan dirumah sakit" ucap ayah Kia di seberang.
__ADS_1
"Baik" jawab asisten itu singkat.
"Terimakasih banyak tuan" ucap ayah Kia sebelum asisten Andy mematikan sambungan telepon itu.