
"Hah?! Yang bener aja. Ini hari pertamaku kerja loh. Masak langsung suruh gini sih" kesal Vio.
"Ini tugas dari bos Qian nona, jika anda ingin protes silahkan langsung kepada bos Qian" ucap asisten Andy.
Asisten itu sangat profesional. Di kantor ia benar benar menganggap Vio bawahannya.
"Huh, ya udah deh" Vio segera mengerjakan pekerjaannya itu.
Sore hari,,
Waktu jam kerja sudah habis. Vio menyandarkan badannya di kursi nya sambil menengadahkan kepalanya ke atas karna ia benar benar lelah hari ini.
Entahlah, padahal dokumen yang dikerjakannya tadi tidak sesulit yang ia bayangkan namun entah mengapa kepalanya terasa pusing bahkan badannya sakit semua.
"Pulang yuk" suara Qian mengagetkan Vio.
"Astaga mas, kamu bikin kaget aja"kesal Vio.
"Hehe, ya maaf aku kan nggak tau kalau kamu tadi lagi ngelamun"
Qian merangkul istrinya itu
"Ya udah yuk pulang"
Vio berjalan disamping suaminya karna pinggangnya dirangkul oleg sang suami.
Sesampainya dirumah, Vio dan Qian langsung membersihkan dirinya masing masing.
__ADS_1
"Kamu mandi duluan gih mas, airnya udah aku siapin" ucap Vio setelah menyiapkan perlengkapan mandi sang suami.
Qian pun segera melangkahkan kakinya masuk ke kamar mandi itu dan segera membersihkan dirinya.
20 menit kemudian, Qian keluar dari kamar mandi dengan badan yang sudah kembali segar dan wangi.
"Gantian kamu sana yang mandi" ucap Qian pada sang istri yang sedang bermain ponsel di sofa.
Vio pun berdiri dari duduknya
Entah kenapa kepalanya terasa pusing. Pandangannya tiba menjadi kabur dan akhirnya berubah hitam.
Brukk
Vio jatuh tersungkur dilantai dalam keadaan tak sadarkan diri.
Qian yang melihat sang istri pingsan pun langsung mendekat dan mengangkat kepala Vio dipangkuannya.
Karna Vio tak kunjung bangun, Qian mengangkat istrinya menuju ranjang. Ia segera menelpon dokter agar segera datang ke kediamannya.
Mami Ara kaget melihat kedatangan anak dari dokter pribadi keluarga Yulandres yang juga seorang dokter muda datang ke kefiamannya.
Pasalnya hari ini bukan jadwalnya untuk kontrol kesehatan anggota keluarga.
"Loh dokter kok kesini? Kan ini bukan jadwal kontrol?" Tanya mami Ara bingung.
"Saya ditelpon tuan Qian. Katanya nyonya Vio tiba tiba pingsan"
__ADS_1
"Hah pingsan?! Kok nggak bilang sama aku sih" kesal mami Ara.
"Bentar ya dok" mami Ara malah meninggalkan dokter itu diruang tengah.
"Papiii, piii papii" Mami Ara meneriaki sang suami sambil berjalan ke arah kamarnya.
"Iya mii" sahut papi Rifqi.
"Ada apa mi?" Tanya nya bingung saat melihat raut wajah panik sang istri.
"Vio pingsan pi" ucap mami Ara sambil menarik tangan sang suami menuju kamar sang putra.
Ceklekk
Mami Ara membuka kamar Qian.
Nampak Vio berbaring di atas ranjang dengan mata terpejam dan Qian yang sedang mondar mandir dengan wajah panik.
"Kok bisa pingsan sih, kamu apain menantu mami" kesal mami Ara.
"Loh kok mami kesini? Dokternya mana mi?" Tanya Qian bingung.
"Hah dokter?" Mami Ara masih bingung.
Pukk
Mami Ara menepuk jidatnya pelan saat ingat ia telah meninggalkan dokter di ruang tengah.
__ADS_1
"Ya ampun mami lupa, dokternya masih di ruang tengah"
"Ya udah biar papi aja yang manggil" ucap papi Rifqi keluar dari kamar sang putra.