Cinta Tuan Muda Arogan

Cinta Tuan Muda Arogan
Apakah kita akan melakukan 'itu?


__ADS_3

Nampaklah pemandangan punggung putih mulus sang istri yang membuatnya menelan ludahnya kasar.


"Udah belum sih mas?" Kesal Vio.


"Hah? Kamu manggil aku apa tadi?" Tanya Qian laget mendengar panggilan Vio untuknya.


"Mas" jawab Vio malu malu.


"Good" Qian mengacak rambut sang istri.


Vio pun segera membersihkan tubuhnya


Setelah Vio keluar dari kamar mandi, ia sudah melihat sang suami juga sudah terlihat lebih segar sedang duduk diatas ranjang sambil menatap fpkus handphonenya.


"Loh, kamu udah mandi mas?"


"Hmm" jawabnya santai dengan mata masih fokus dengan handphonenya.


Vio mengangguk mengerti


Vio ikut duduk diranjang itu


"Jadi gimana?" Tanya Vio.


"Gimana apanya?" Tanya Qian masih fokus dengan ponselnya.


"Ya pernikahan kita"


"Ya gini lah, emangnya mau gimana lagi?"


"Apa kau akan menceraikanku suatu hari nanti?" Tanya Vio yang membuat Qian tersentak.


Ia mengangkat pandangannya beralih menatap sang istri.


"Apa kau pernah berpikir untuk itu?" Tanya Qian dengan nada dingin.


"Entahlah, kurasa iya" jawab Vio menunduk.


Qian mengangkat dagu Vio dengan telunjuknya

__ADS_1


"Lalu untuk apa kita menikah jika hanya untuk bercerai?"


"Emmm" Vio nampak berpikir.


Tukk


"Aduhh" Qian menyentil dahi sang istri.


"Apapun yang terjadi kita tak akan pernah bercerai. Pernikahan ini bukan hanya sekedar menyambungkan dua keluarga. Tapi juga tentang hubungan aku, kamu dan tuhan. Paham kan maksudku?" Qian mehasehati.


"Aku paham mas" Vio mengangguk.


"Emm apa aku boleh bertanya?"


"Bukankah dari tadi kau sudah bertanya? Dasar aneh" kesal Qian.


"Hehehe" Vio terkekeh sendiri.


"Emm apa kita akan melakukan 'itu?" Tanya Vio malu malu.


"Itu apa?" Tanya Qian bingung dengan pertanyaan Vio.


"Oh, iya pasti lah. Kamu masak, aku kerja"


'arghhhhh' Vio berteriak dalam batinnya.


"Kenapa kau polos sekali"


"Polos bagaimana maksudmu? Katakan dengan jelas, aku tidak paham" Qian ikut kesal.


"Membuat anak" lirih Vio dengan wajah memerahnya.


Wajah Qian juga ikut merona mendengar ucapan Vio.


Qian menjadi gelagapan dan salting sendiri.


"Oh, liat aja nanti situasinya" jawab Qian sekena nya.


"Kalau situasinya memungkinkan apa kau akan melakukannya?" Tanya Vio penasaran.

__ADS_1


"Mungkin, oh ya kenapa kau bertanya seperti itu? Jangan jangan kau yang menginginkannya"


Tuk


Qian kembali menyentil dahi sang istri


"Bocah nggak boleh mikir mesum"


Vio semakin kesal dengan suaminya yang suka menyentil dahinya itu.


Bugh


Vio memukul lengan sang suami


"Sembarangan,! Aku kan cuma bertanya. Dan satu lagi, aku bukan bocah. Umur kita hanya terpaut satu tahun" kesal Vio.


"Ya tapi tubuhmu masih bocah. Lihatlah kurus kering seperti ini" ucap Qian mencibir tubuh sang istri.


"Ini tu namanya sexy. Walaupun badanku kurus tapi tubuhku berbentuk. Lihatlah payyudarra ku besar dan bokongku juga besar" tujuk Vio pada dirinya secara tidak sadar.


Glekkk


Tatapan mata Qian mengikuti arah jari Vio yang menunjuk bagian atas milik Vio.


Beberapa saat kemudian Vio sadar, ia langsung menyilangkan tangannya didepan dada nya.


"Kendalikan matamu, jangan mesum!" Kesal Vio.


"Aku tidak mesum" Elak Qian.


"Buktinya kamu tadi melihat milikku dengan tatapan 'ingin" telak Vio.


"Tadi kan aku cuma mengikuti gerak jarimu saja" Qian beralasan.


"Lagi pula semua yang ada ditubuhmu sekarang milikku, aku bebas melakukan apapun"


"Cih aku seperti barang saja. Tadi bilang kalau situasinya memungkinkan, sekarang malah bilang yang lain" decih Vio.


.

__ADS_1


__ADS_2