
Andy pun melangkahkan kakinya dan ikut berbaring diranjang itu.
Salivanya terasa semakin tercekat saat melihat tubuh istrinya yang mulai berisi itu dari dekat.
(Usia kandungan Kia dudah 19 minggu ya guys)
Kia yang baru saja memejamkan matanya pun dibuat kaget saat merasakan sebuah tangan memeluk dirinya bahkan mengusap usap perut buncitnya.
Matanya melotot tajam saat merasakan tangan suaminya memegang salah satu aset berharganya.
"Andy!" Bentaknya lalu segera membalikan tubuhnya dan segera duduk bersandar diranjang dengan perut buncitnya itu.
"Kau gila!" Bentaknya.
"Apanya yang gila? Bukankah wajar suami istri seperti itu?"
"Itu pasangan lain, sedangkan kita berbeda"
"Apanya yang berbeda? Bukankah kau melihat betapa hebatnya aku hanya sekali menyentuhmu saja bisa membuatmu hamil" ungkap Andy vulg ar membuat pipi Kia merona merah.
"Kenapa pipimu malah memerah"
"Ti tidak, pipiku tidak memerah" sanggah Kia.
"Terserah, intinya hari ini aku akan meminta jatahku"
"Jatah apa? Apa kau lupa dengan perjanjian awal kita, kau sendiri kan yang mengatakan bahwa tidak ada hak dan kewajiban diantara kita" Kia mengingatkan sang suami.
"Apa kau lupa nyonya Kia tentang syarat dariku dulu?" Andy mengingatkan.
"Kau memang sangat licik Andy"
__ADS_1
"Ya, aku memang sangat licik" ucap Andy lalu segera mendekatkan bibirnya dengan bibir sang istri.
Merekpun melakukannya
"Andy, sudah, aku sudah lelah" keluh Kia ditengah permainan mereka.
"Nikmati saja alurnya"
"Tap..." Belum sempat ia protes, bibirnya sudah lebih dulu dibungkam oleh bibir suaminya itu.
Setelah selesai dengan aktifitas mereka, Kia langsung terkulai lemas dibawah kungkungan suaminya.
Andy langsung membaringkan tubuhnya disamping sang istri dan memeluk tubuh polos itu.
Pagi hari,,
Hari ini weekend,,
Kia memanfaatkan hari liburnya untuk membersihkan apartemen.
Andy yang baru bangun pun dibuat kaget dengan istrinya yang sedang menyapu lantai dan mengelap beberapa benda pajangan milik suaminya.
"Sedang apa kau?" Suara Andy membuat Kia terjingkat kaget.
"Bersih bersih lah"
"Setiap seminggu dua kali sudah ada orang yang membersihkan apartemen ini"
"Sudahlah, berhentikan saja pembantumu itu. Daripada uangmu terkuras untuk membayar jasa bersih bersih mending disimpan saja. Kan masih ada aku yang bersih bersih apartemen"
"Apa kau lupa kau sedang hamil?"
__ADS_1
"Lalu memangnya kenapa? Apakah hanya karna hamil aku tidak bisa melakukan ini semua?"
" 'Hanya' katamu?" Andy menekankan kata katanya.
"Lalu apa yang harusnya ku katakan? Bukankah sudah benar?"
"Kau hamil anakku" Andy menekankan kata katanya kembali.
"Huhhh, ternyata hanya karna itu" Kia menghela napasnya.
"Hamil bukan berarti aku tidak boleh bersih bersih rumah" kilah Kia.
"Ck, bisakah sekali saja kau tidak membantahku?" Decak pria tampan itu.
"Memangnya kapan aku pernah membantahmu? Coba kau ingat ingat lagi. Bukankah kau selalu membuatku berada dibawah kendalimu?" Sindir Kia telak.
"Diamlah!" Kesal pria tampan itu.
"Intinya berhentikan saja pembantumu, biar aku yang bersih bersih apartemen ini"
"Tap.."
"Ayolah, hanya nemberhentikan pembantu apa susahnya. Apa kau tidak memiliki cukup uang untuk pesangon nya?" Sindir Kia.
"Kau menghinaku?!"
"Aku tidak menghinamu, hanya sedikit bertanya saja" kilah Kia.
"Baiklah, aku akan memverhentikannya" Andy pasrah berdebat dengan ibu hamil di depannya ini.
Ia segera merogoh dompetnya di saku dan mengeluarkan sebuah blackcard dan memberikannya pada sang istri.
__ADS_1