
"Kata Vino kamu dapet teror ya?"
"Iya ma, akhir akhir ini Sella sering banget dapet teror dari orang tak dikenal"
"Ya udah nggak papa, selama kamu disini insyaalah bakal aman"
"Kamu mau denger nggak cerita awal mama curiga kalau kamu lagi hamil?"
"Mau ma"
"Pas kamu keluar dari rumah Vino sempet sakit. Setiap pagi muntah muntah parah. Terus abis itu katanya kepalanya pusing. Bahkan beberapa kali Vino ngidam bikin susah papanya karna Vino maunya yang nyariin papanya. Pernah ngidam mangga pas enggak musim mangga. Vino sampek uring uringan seharian gara gara papa nggak mau nyariin. Akhirnya mau nggak mau papa nyariin tuh mangga" mama Diana bercerita dengan sedikit tertawa mengingat ngidam putranya yang membuat susah suaminya itu.
"Mulai dari situ mama curiga kalau kamu hamil dan yang ngidam Vino. Soalnya dulu pas mama hamil Vino yang ngidam papanya"
"Terus mas Vino ngidamnya sampek berapa bulan ma?"
"Kalo nggak salah seinget mama dua minggu sebelum dia bawa kamu kerumah dia tu masih muntah muntah"
Kedua wanita beda generasi itupun menceritakan suaminya masing masing.
Keesokan harinya
Pagi hari Sella berjalan jalan diluar mansion ditemani papa Rico dan juga mama Diana.
"Nanti kalau capek bilang aja, nanti kita istirahat dulu" pesan papa Rico.
Sepanjang jalan mereka bertiga bercerita dan terlihat seperti keluarga yang harmonis.
Tiba tiba ada seseorang melemparkan sebuah kotak kehadapan Sella lalu orang itu keburu lari sebelum para bodyguard menangkapnya.
__ADS_1
Papa Rico mengambil kotak itu
Ia sedikit menjauh untuk membuka kotak itu. Ternyata benar dugaannya, kotak itu berisi sebuah kertas yang bertulisan dari darah beserta penggalan kepala tikus didalamnya.
"Matilah kau!!" Begitulah tulisannya.
Papa Rico langsung membuang kotak itu.
"Isinya apa pa?" Sella kepo
"Bukan apa apa, sebaiknya kita pulang sekarang saja" papa Rico memberi saran.
Tiba tiba pasukan bodyguard papa Rico diserang segerombolan orang tak dikenal.
Papa Rico langsung menarik istri dan menantunya kebelakang tubuhnya.
"Sudahlah, aku malas berdebat. Cepat serahkan wanita itu padaku"
"Tidak akan, pergilah sebelum orang orangku membunuhmu"
"Cih kau salah besar tuan Rico Adira. Justru Kaulah yang akan mati lebih dulu"
Pria bertubuh kekar itu akan melayangkan pukulan ke papa Rico. Namun papa Rico lebih cepat membaca gerak gerik pria itu, hingga
Brakkk
Satu pukulan keras papa Rico layangkan pada pria itu.
"Aaaa,, papa tolong" teriak Sella yang ternyata sudah diseret paksa oleh penjahat itu.
__ADS_1
Bahkan kini mama Diana sudah pingsan karna pukulan dari penjahat itu.
Karna papa Rico lengah
Brakk
Perut papa Rico ditendang keras oleh penjahat itu hingga jatuh ke belakang.
Melihat papa Rico yang sudah terjatuh pun para penjahat itu segera melarikan diri sekaligus membawa Sella bersamanya.
Sella pun tak bisa meronta karna lehernya telah ditodong dengan pisau.
Dengan cepat papa Rico menelpon sang putra.
"Hallo pa"
"Halo Vin, cepat pulang sekarang. Sella diculik"
"Tapi bagaimana bis..."
"Cepatlah pulang sekarang. Anak istrimu sedang dalam keadaan bahaya"
Tuttt
Panggilan diakhiri
Vino bergegas menuju pangkalan udara dan meminta pilot pribadinya untuk membawa jet pribadinya kembali.
Beberapa saat kemudian jet telah mendarat sempurna.
__ADS_1