Cinta Tuan Muda Arogan

Cinta Tuan Muda Arogan
Hal Manis


__ADS_3

"Terimakasih banyak tuan" ucap ayah Kia sebelum asisten Andy mematikan sambungan telepon itu.


Tutt


Panggilan diakhiri


Asisten Andy pun menitipkan Kia kepada suster jaga karna ia harus kembali ke kantor.


Beberapa jam kemudian, Kia mulai mengerjapkan matanya bangun.


Pandangannya menyapu ke seluruh ruangan


Kosong


Hanya itu yang bisa ditangkap otak Kia.


Ia melihat tangannya sudah di infus namun pakaian masih sama dengan pakaiannya tadi siang.


Bahkan jas milik asisten Andy masih menutupi area dadanya.


Kia memutuskan untuk melanjutkan tidurnya karna badannya yang masih lemas.


Tepat pukul 5 sore,


Ceklekk


Pintu ruangan Kia dibuka


Kia membuka matanya kala mendengar suara pintu ruangannya yang dibuka.


"Asisten andy?" Kaget Kia melihat seseorang yang datang.


"Hmm" seperti biasanya, jawabannya hanya itu.


"Terimakasih karna sudah membawa saya kerumah sakit" ucap Kia tulus.


"Hmm"

__ADS_1


"Asisten Andy, ini jas Anda. Maaf merepotkan" Kia menyerahkan jas itu kepada asisten tampan itu.


Asisten Andy kaget dengan penampakan didepannya.


"Kau berniat menggodaku?" Tanya asisten Andy dingin.


"Ti tidak, memangnya ada apa tuan?"


"Dadamu" jawab asisten itu singkat.


Seketika Kia langsung tersadar.


"Eh, maaf tuan" Kia menarik selimut sampai lehernya sambil terkekeh canggung.


Asisten Andy menelpon seseorang entah apa yang dibicarakannya.


Beberapa menit kemudian muncul seseorang masuk keruangan Kia sambil membawa paperbag.


"Pakailah pakaian itu" titah asisten Andy.


"Emm bolehkah saya merepotkan anda lagi?" Tanya Kia.


"Hmm"


Asisten Andy pun keluar dan memanggilkan suster.


30 menit berlalu asisten Andy kembali masuk keruangan Kia dengan membawa makanan.


"Makanlah" titah Asisten Andy.


Kia mengangguk


Tangannya yang masih lemas dan bergetar itu ia usahakan untuk mengambil sendok.


Asisten Andy yang melihat hal itupun menghela napasnya.


Ia membantu Kia untuk menyuapinya.

__ADS_1


"Eh eh, tidak usah repot repot tuan" Kia merasa canggung walau hatinya bersorak bahagia.


"Buka mulutmu" titahnya dengan nada dingin.


"Jangan bertindak bodoh hanya untuk mencari perhatian" ucap asisten Andy menusuk hati Kia.


"Baik tuan, sekali lagi terimakasih dan maaf karna sudah merepotkan"


"Hmm"


Jam menunjukan pukul 10 malam


"Tuan, eumm ini sudah larut malam. Apa tidak sebaiknya anda pulang dan istirahat" ucap Kia yang melihat asisten Andy masih duduk disofa ruang rawatnya sambil berkutat dengan laptopnya.


"Hmm"


Karna kesal dengan jawaban asisten itu yang selamu 'hmm' Kia pun segera memejamkan matanya.


Disisi lain,,


Nampak Vio sudah tidur dipelukan sang suami. Malam ini mereka berdua memutuskan untuk menginap dirumah Vio setelah memberitahu keluarganya tentang kehamilannya.


Vio sama sekali tidak tau bahwa Kia berada dirumah sakit karna tadi di mall Vio dan Qian berpisah dengan Kia dan asisten Andy.


Pagi hari,,


Kia mengerjapkan matanya bangun. Ia baru ingat kalau ia berada di rumah sakit.


Ia melihat disofa ada asisten Andy yang masih memejamkan mata nya.


"Ja jadi asisten Andy semalem nggak pulang?" Batinnya bertanya tanya.


Kia malah senyum senyum sendiri. Ia menganggap apa yang dilakukan asisten Andy sangat manis bagi nya. Padahal bagi asisten Andy semuanya nampak biasa biasa saja karna ia menganggap Kia adalah rekan kerjanya. selain itu ia sedikit merasa kasihan karna tak ada satupun keluarga Kia.


hanya sekedar kasian gengss,, wkwk


Asisten Andy mengerjapkan matanya bangun.

__ADS_1


Ia melihat Kia yang juga sedang menatapnya.


"Wahh asisten Andy ganteng banget. Baru bangun tidur aja tetep ganteng" batin Kia melihat Asisten Andy dengan muka bantalnya.


__ADS_2