
Hari ini Vio bertekad untuk melamar pekerjaan di Yulandres grup agar bisa selalu menatap wajah tampan Qian.
"Vio, kamu yakin mau kerja disana nak? Bukankah lebih baik kamu kerja diperusahaan papa saja?" Tanya papa Rico.
"Vio pengen kerja disana pa"
"tapi kan kamu juga bisa kerja diperusahaan papa dengan jabatan yang tinggi" papa Rico masih mencoba bernegosiasi.
"plisss Vio pengen bisa mandiri tanpa embel embel status papa" rengek gadis itu.
Mau tidak mau papa Rico meng iyakan permintaan sang anak perempuannya.
pagi hari, nampak Vio telah rapi dengan setelan pakaian kerjanya. ia bahkan berulang kali mengecek dokumen yang dibawanya sudah lengkap atau belum.
"ada yang ketinggalan gak ya?" gumamnya.
tok
tok
tok
seseorang mengetuk pintu kamar Vio
"iya bukak aja"
"Vio, ayo sarapan dulu" ternyata yang datang mama Diana.
"iya ma, ini Vio juga mau kebawah buat sarapan" jawab Vio beranjak dari duduknya.
__ADS_1
ia segera duduk dimeja makan,
nampak sang papa, dan abang nya juga sudah duduk disana.
"kamu beneran mau ngelamar kerja di yulandres grup?" tanya bang Vino, kakak Vio.
"iya bang, Vio pengen ngelamar disana"
"kamu yakin? persaingannya ketat loh"
"iya babg, Vio udah yakin"
"nanti kalau kamu nggak lolos, ngga usah sedih. masih banyak perusahaan lain yang mau nerima kamu" sang abang menasehati.
"iya bang, Vio udah kuat mental kok"
"iyaaaa abangku yang cerewett" canda Vio yang membuat suasana meja makan menjadi ramai dengan tawa.
setelah selesai sarapan, Vio segera pamit pada kedua orang tuanya.
"ma, pa, bang Vio jalan duluan ya. doain Vio lolos"
"iya, kita pssti doain yang terbaik buat kamu" sang abang mewakili kedua orang tuanya.
Dengan semangat yang membara, Vio menjalani interview kerja yang sangat ketat pastinya.
nampak Vio baru saja masuk ke perusahaan besar itu bersama sang sahabat yang tak lain Kia.
"maaf mbak, mau tanya. ruang interview sebelah mana ya?" tanya Vio pada resepsionist.
__ADS_1
"dari sini purus nanti belok kiri"
"okey mbak, makasih" ucap Vio sambil meninggalkan meja resepsionist.
Vio dan Kia pun berjalan menuju tempat yang disebutkan resepsionist tadi.
Vio dan Kia ikut duduk berjajar bersama ratusan orang yang sedang mengantre untuk interview.
Kini giliran Vio dan Kia masuk bersama diruangan itu. nampak seorang wanita muda menanyakan beberapa pertanyaan pada keduanya.
setelah selesai dengan pertanyaannya, Vio dan Kia dipersilahkan untuk menunggu diruang tunggu.
"panggilan kepada Viona Adira dan Kiana Maharani" suara dari seorang wanita muda yang tadi meng interview Kia dan Vio.
mereka berdua langsung berjalan mengikuti langkah kaki wanita muda itu yang tak lain adalah ke ruangan asisten CEO yaitu asisten Andy.
"astagaa, pacar siapa tu? ganteng banget dahh" batin Kia meronta ronta melihat sekertaris tampan itu.
Vio menyenggol lengan sang sahabat saat melihat Kia malah melamun.
"kamu ngancurin imajinasi aku aja sih" geram Kia pelan namun masih bisa didengar oleh asisten Andy.
"ehemm"
"ma maaf pak" Ucap Vio dan Kia bersama.
"karna kecerdasan kalian berdua, dan beberapa jawaban saat interview, saya memutuskan atas nama Viona Adira menjadi Ketua devisi keuangan sedangkan Kiana Maharani menjadi Ketua Devisi pemasaran. selamat bergabung di yulandres grup. saya harap anda bertanggung jawab atas posisi anda"
"what?! gasalah?" pekik Vio kaget
__ADS_1