Cinta Tuan Muda Arogan

Cinta Tuan Muda Arogan
Kau Sudah Gila?!


__ADS_3

"Tidak" jawab Andy tetap pada pendiriannya.


"Baiklah kalau begitu, setiap weekend mama papa akan kemari untuk melihatmu dan istrimu"


"Hmm"


Mama Andy pun memeluk putranya lalu beralih pada Kia.


Dengan ragu Kia mencium tangan ibu mertuanya itu.


Dapat ia rasakan telapak tangan menantunya mendingin tanda menantunya itu sedikit grogi dan ketakutan.


"Ranti, mamanya Andy dan ini Andre papanya Andy. Pasti dia belum mengenalkan kami padamu kan?"


"I iya nyonya"


"Boleh aku mengusap perutmu?"


Kia mengangguk


"Bo boleh nyonya"


Mama Andy pun mengusap perut buncit Kia dengan lembut dan merasakan tendangan dari janin Kia.


"Berapa usianya?"


" Du dua puluh lima minggu" jawab Kia sedikit gagap.


Wanita itu mengangguk ngangguk tanda mengerti.


"Jaga dia, dia calon penerus KN Company" ucap wanita itu sekilas membuat Kia kaget.


"KN Company? Bukankah itu salah satu perusahaan besar dibidang properti?" Batin Kia yang sedikit banyak tau tentang KN Company.

__ADS_1


"I iya nyonya" Kia menunduk, ia semakin merasa rendah disini.


Tak disangka suaminya memang benar benar berasal dari orang kaya.


Papa Andre dan mama Ranti pun keluar dari apartemen itu.


Kia masih terbengong melihat kedua mertuanya keluar dari apartemen.


"Hei, kau kenapa?" Andy menepuk pundak sang istri.


"Eh, eng enggak kok"


Kia langsung mendudukan tubuhnya yang masih lemas dengan jantung berdetak tak karuan.


Ia mencoba mengatur nafas untuk menetralkan jantungnya.


"Are tou okay? Hemm?" Tanya Andy sekali lagi.


"I'm fine"


"Kenapa memangnya?"


"Bukankah kau mendengar tadi? Kau berasal dari keluarga berada. Sedangkan aku hanya wanita dari keluarga rendahan. Bahkan tadi ibumu terlihat seperti tidak menyukaiku"


"Itu bisa dipikirkan nanti lagi, kembalilah ke kamar"


Kia pun berjalan dengan langkah gontai menuju kamar lalu segera merebahkan tubuhnya yang lelah itu.


Weekend,,


Kia sedikit sedikit sudah melupakan kejadian tempo hari.


Pagi hari,

__ADS_1


Sepulang dari jalan jalan paginya, Kia membuat susu untuk dirinya dan secangkir teh untuk sang suami yang sedang berada di balkon.


"Ini tehnya" Kia meletakan teh itu di atas meja.


"Hmm"


Kia pun segera memulai aktifitasnya yaitu menyapu area apartemen dan mengelap beberapa furniture rumah itu.


Tingg


(Kia mendengar pintu apartemen yang terbuka dengan pasword)


Kia tak menggubris suara itu karna ia berpikir mungkin hanya perasaannya saja.


Kia melanjutkan menyapu ruang tengah itu.


Ia membungkuk dengan satu tangan menahan perutnya sedangkan tangan satunya untuk menyapu bagian kolong kursi disana.


"Sedang apa kau!" Suara seseorang mengangetkan Kia.


Jantung Kia semakin terpompa cepat saat melihat mertuanya lah yang datang.


"Nyo nyonya"


Kia langsung meletakan sapunya lalu membersihkan dasternya dan segera menyalami sang mertua.


"Silahkan duduk, saya akan memanggilkan Andy terlebih dahulu" ucap Kia menunduk.


"Sebentar" mama Ranti menaarik pergelangan tangan wanita hamil itu.


"Kau bersih bersih apartemen dalam keadaan hamil?" Mama Ranti menaikan sebelah alisnya.


"I iya nyonya, sa saya senang melakukan ini"

__ADS_1


"Ada apa ini?" Tanya Andy yang baru saja datang saat mendengar suara bising dari lantai bawah.


"Kau membiarkan istrimu yang hamil untuk bersih bersih rumah? Apa kau sudah gila?! Dia hamil anakmu" bentak mama Ranti pada sang putra.


__ADS_2