
Ia tahu betul perusaan itu berada di pusat kota yang artinya jika ia benar benar kesana maka bukan tidak mungkin dia bertemu kembali dengan Vino.
"Kumohon Sella, pikirkan baik baik. Saya berharap besar padamu"
Sella terdiam sejenak,
"Jika kau sudah mengambil keputusannya, datanglah ke ruanganku. Aku tunggu keputusanmu sampai sore ini" ucap manager itu meninggalkan Sella.
Sella dibuat termenung dengan ucapan manager itu.
Jika ia dipindahkan ke pusat ia hanya takut bertemu lagi dengan Vino. Katakanlah saat ini dia memang pengecut.
Tapi ia juga mempertimbangkan, jika ia dipindah ke perusaan pusat otomatis gaji dan jabatannya akan naik.
Ia membutuhkan banyak uang saat ini.
Di rekeningnya hanya tersisa 300 juta,
200 juta adalah sisa dari uang 1m yang diberikan Vino. Sedangkan 100 juta adalah uang mahar pernikahan yang sama sekali belum ia gunakan.
Ia berfikir apakan uang segitu cukup untuk menyongsong kehidupannya dengan anaknya selama 1 tahun nanti saat ia tak bekerja setelah melahirkan karna harus mengurus kedua anaknya.
Lalu bagaimana dengan pendidikan dan biaya lain lain anaknya nanti? Batin Sella berkecambuk.
Jikapun selepas melahirkan ia langsung bekerja, siapa yang akan ia percaya untuk menjaga anaknya?
Setelah sejenak menimang nimang keputusannya, ia datang ke ruangan menager.
__ADS_1
"Jadi apa keputusanmu?"
"Saya siap dipindah ke perusahaan pusat"
Jawab Sella yakin.
Masalah Vino dan keluarganya biarlah ia pikirkan nanti saja. Yang terpenting saat ini ia harus memiliki banyak uang untuk masa depan dan juga biaya persiapan kelahiran anaknya nanti.
1 minggu kemudian,
Sella sudah berada dikota yang sama dengan Vino.
Berita pesta kelahiran anak Qian pun juga menyebar diseluruh jagat maya.
Wajah anak Qian pun juga terpampang di banyak akun media.
Menurutnya wajah Vino suaminya lebih tampan dari Qian.
Beberapa minggu kemudian,,
Usia kandungan Sella sudah memasuki minggu ke 25, artinya ia mulai memasuki trismester ke 3.
Kandungannya sudah sangat besar.
Malam ini, ia berencana akan ke supermarket membeli kebutuhannya.
Nampak ia mengenakan dres pendek berwarna merah. Ia pergi menggunakan jasa taksi online karna ia tak memiliki motor sendiri.
__ADS_1
Ia berjalan mengelilingi mall itu,
Tanpa ia sadari seseorang wanita menatapnya intens dari kejauhan sambil mendorong stroller yang berisi bayi gembul berusia 3 bulan.
"Sayang ini es krimnya" seorang laki laki mendekati perempuan tadi.
"Mas, bukannya itu kak Sella ya?" Ternyata orang tadi adalah Vio,Qian dan anaknya.
"Mana?" Qian celingak celinguk.
"Itu lagi di kasir" tunjuk Vio.
Qian menajamkan penglihatannya, feelingnya juga mengatakan bahwa yang dilihatnya memang benar Sella.
"Tapi kok hamil? Perutnya udah besar gitu lagi" ucap Vio lagi.
"Entahlah mungkin hanya mirip saja" jawab Qian santai karna tak mau terlalu iku campur dengan urusan sang mantan kekasih.
"Enggak mas, aku yakin itu tadi kak Sella. Coba mas selidiki apa yang sebenernya terjadi" pinta Vio karna benar benar kepo.
Ia sudah tak lagi melihat Sella di mall itu, entah kemana perginya wanita yang ia sebut Sella tadi.
Sella berjalan menuju tempat pakaian karna sudah banyak pakaian yang sudah tidak muat dengan perut besarnya itu.
Matanya tak sengaja menatap seseorang yang begitu ia kenal sedang berjalan masuk ke toko jam tangan.
__ADS_1