Cinta Tuan Muda Arogan

Cinta Tuan Muda Arogan
Saran Dari Nana


__ADS_3

Mami Ara kaget melihat wajah sang menantu sang terlihat tidak bersahabat.


Guratan kekesalan tercetak jelas diwajah imut Vio karna ia mengerucutkan bibirnya sebal.


"Kamu kenapa nak? Ada masalah? Kok cemberut gitu? Qian nya mana?" Tanya mami Ara kala tak melihat sang anak tak duduk bersama dimeja makan.


"Mas Qian tuh mi bikin kesel Vio aja. Masak ngledekin Vio" lapor Vio berapi api sambil berdiri mencondongkan dirinya kedepan sebrang meja makan tempat mami Ara dan papi Rifqi duduk.


Baik mami Ara dan papi Rifqi sama sama memundurkan kursinya melihat sang menantu yang terlihat sangat marah itu.


"Ehemm" mami Ara berdehem menetralkan jantungnya yang kaget melihat perubahan sang menantu.


"Hmm, coba tenang dulu.. coba cerita sama mami, Emang nya Qian ngledek gimana?" Tanya mami Ara halus.


Vio kembali mendudukan dirinya dikursi.


"Mas Qian bilang aku cantik tapi nadanya ngledek" jawab Vio masih dengan nada kesal.


Mami Ara dan papi Rifqi saling berpandangan.


Mereka berdua paham dengan mood sang menantu yang naik turun karna kehamilannya.


"Mungkin Qian niatnya cuma bercanda nak" jawab mami Ara bijak.


"Tapi mi.."


"Udah kamu tenang, sarapan dulu. Kasian anak diperut kamu mungkin udah laper" ucap mami Ara asal sebelum sang menantu kembali meledak ledak.

__ADS_1


Vio pun menuruti ucapan sang mertua dan segera mengambil nasi untuk sarapan.


"Pagi mi, pi" ucap Nana dan Qian bersamaan.


"Pagi"


Qian langsung duduk disamping sang istri yang masih memasang wajah muramnya.


"Pagi sayang" bisik Qian pada Vio namun masih terdengar jelas oleh mami Ara dan papi Rifqi.


Uhukkk


Vio tersedak makanannya, Qian yang panik pun langsung memberikan air putih untuk sang istri.


"Minum dulu" Vio pun segera meminum air itu.


"Kamu nggak papa?" Tanya Qian.


Qian yang melihat istrinya blushing pun menunjukan jempolnya pada sang adik karna tadi ia meminta saran pada sang adik.


"Kamu kenapa sayang?" Goda Qian.


"Eng enggak, nggak papa kok" Vio mulai salting.


"Terus kenapa pipi kamu merah gitu? Kamu demam?" Goda Qian sambil menempelkan telapaknya dikening sang istri.


Vio langsung memeluk sang suami menyembunyikan wajahnya didada bidang milik Qian.

__ADS_1


Papi Rifqi dan mami Ara tersenyum sambil geleng geleng kepala melihat tingkah menggemaskan sang menantu.


"Sarapan dulu kalik, mesra mesraannya ditunda dulu. Ada anak dibawah umur nih" sindir Nana pada sang kakak.


"Ganggu orang lagu seneng aja kamu" sewot Qian.


"Loh loh malah pada berantem, lanjutin sarapannya semua" titah papi Rifqi.


"Iya pi" jawab Qian dan Nana bersamaan.


Setelah selesai sarapan mereka melanjutkan aktifitasnya masing masing.


Dimobil,


"Mas, nanti kamu pulang jam berapa?" Tanya Vio tiba tiba.


"Ya kayak biasanya, jam 4"


"Nanti pulang kerja bisa kerumah papa dulu nggak mas? Kita kan belum ngasih tau mereka kalau aku hamil"


"Iya boleh. Nanti kerjanya sampe jam 11 aja, kita makan siang diluar sekalian kita jalan jalan ke mall" tawar Qian.


"Wahh beneran mas?" Tanya Vio dengan mata berbinar.


"Iya emang aku pernah bo ong sama kamu"


"Enggak pernah sih" ucap Vio sambil terkekeh.

__ADS_1


Sesampainya mereka dikantor,


Vio dan Qian langsung keruang meeting karna ada jadwal meeting pagi.


__ADS_2