Cinta Tuan Muda Arogan

Cinta Tuan Muda Arogan
Hampir Mati


__ADS_3

Hampir saja belati itu ditusukan ke perut Sella namun ternyata meleset mengenai pergelangan tangan Sella karna ditepis seseorang.


"Badebah bangsattt kau!!" Marah orangs itu yang ternyata Vino.


Vino memukuli secara brutal penjahat itu. Ia juga memukuli anak buah penjahat itu.


Dan


Dorrr


Dorr


Dorr


Beberapa tembakan Vino lepaskan untuk melumpuhkan anak buah penjahat itu.


"Sella cepat keluar, disini bahaya!"


Sella bingung, ia tak mungkin meninggalkan suaminya didalam gedung itu dengan para penjahat.


Sella tidak tau bahwa kemampuan bela diri Vino sangat mumpuni bahkan Vino sangat menguasai ilmu menembak dan memanah dengan baik.


"Tapi?"


"Cepat!! Di dalam gedung ini ada bom" Potong Vino.


"Tapi Vin mana bisa ak..."


"Tidak usah pikirkan aku, cepat keluarlah selamatkan dirimu dan anak anak kita"


Mau tidak mau Sella meninggalkan suaminya sendirian digedung itu.


Tepat 3 menit setelah Sella keluar dari gedung itu,


Duarrrr

__ADS_1


Benar saja, gedung itu langsung meledak.


Tubuh Sella membeku. Badannya langsung luruh ke lantai menyaksikan gedung itu meledak padahal suaminya masih berada di dalamnya.


"Vino!!!!" Teriaknya.


Tangisnya langsung pecah


"Hiksss Vino jangan tinggalkan aku" Sella menutup wajahnya.


Pak polisi disana pun membantu Sella untuk berdiri.


"Yang sabar dan tabah ya bu Sella. Mari kita bantu berdiri"


"Kau gila atau bagaimana!!! Suamiku ada didalam gedung itu!!" Amarah Sella memuncak.


Tangisnya semakin pilu menatap gedung yang sudah hancur itu.


Kepalanya terasa berputar. Badan Sella langsung limbung dan jatuh pingsan.


Para polisi disana pun berniat mengangkat Sella dan membawa ke rumah sakit.


"A anda? Bu bukankah anda tuan Vino Adira?"


"Ya, dan dia istri saya"


"Hah??" Polisi itu bingung.


Tanpa ba bi bu Vino langsung membopong Sella dan membawanya ke rumah sakit.


Sesampainya dirumah sakit


"Keadaan nyonya Sella baik baik saja. Mungkin ini karna syok. Sebaiknya jangan biarkan nyonya Sella terlalu stress karna bisa berbahaya untuk nyonya Sella dan janinnya" ucap dokter itu.


"Baik dok terimakasih"

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Sella terbangun dari pingsannya. Ia melihat ke sekelilingnya yaitu ruangan bernuansa putih dengan bau khas obat obatan.


Vino yang melihat istriny sadar pun langsung mendekat ke arah Vino.


Seketika Sella terduduk saat melihat suaminya berada disampingnya. Ingatannya dengan meledakmya gedung tadi terngiang ngiang di otaknya.


"Hah? Ini Vino kan? Bagaimana kau bisa disini?"


Sella memegang lengan kokoh itu


"Apa ini benar Vino ku? Hiksss kenapa kau meninggalkanku secepat ini" tangis Sella langsung pecah.


"Bahkan kau belum melihat wajah anak kita tapi kau sudah pergi dari dunia ini" tangis Sella terdengar mengiris hati.


Ia mengira orang yang berdiri di sampingnya hanyalah halusinasinya.


Vino memeluk tubuh istrinya itu


"Tenanglah, ini aku. Aku tidak pergi kemana pun" Vino mengusap usap punggung istrinya.


Sella melepaskan pelukan itu


"Hah? Ini beneran kamu?" Sella bingung.


Vino langsung mengusap air mata istrinya itu.


"Cubit aku, cepat cubit aku!"


Vino pun menuruti ucapan Sella dan mencubit pelan lengan wanita itu.


"Bukankah kau..."


"Kau mengkhawatirkanku?" Goda Vino pada snag istri.


Tanpa menjawab ucapan Vino, Sella lebih dulu memeluk suaminya erat erat.

__ADS_1


"Hikss, kau membuaku hampir mati berdiri tadi" tangis Sella kembali pecah.


"Sudahlah, kau pikir bagaimana aku bisa tenang meninggalkan istri dan anakku yang belum sempat kulihat wajahnya" Vino menenangkan sang istri.


__ADS_2