Cinta Tuan Muda Arogan

Cinta Tuan Muda Arogan
Aturan dari Andy


__ADS_3

"Emm, tidak usah tidak apa apa" tolak Kia halus.


"Jangan sungkan, aku tau kau pasti sedang mengidam" perkataan suaminya seolah tau perasaannya.


Kia hanya diam, namun matanya terus saja menatap sepasang suami istri yang masih berjalan didepannya itu.


"Kau ingin digandeng seperti itu?" Andy seolah tau apa yang Kia pikirkan.


"Ehehe, i iya. Tapi jika kau keberatan tidak apa apa kok" Kia cengengesan sambil menahan malunya.


Tanpa ba bi bu Andy menautkan jemarinya dengan sang istri.


Kia terbelalak kaget melihat jemari suaminya menggenggam jemarinya.


"I ini nyata kan?" Gumamnya pelan.


Andy menarik istrinya menuju rak buah buahan.


Satu tangannya ia gunakan untuk menggenggam tangan Kia sedangkan satunya untuk mendorong troly.


Ia mengambil banyak buah buahan dan ia memasukannya ke troly itu.

__ADS_1


"Kenapa banyak sekali? Jika hanya untuk diberikan pada orang mending sekalian beli parcel saja"


"Ini untukmu" jawab Andy sekenanya.


"Hah? Untuk apa? Buah dikulkas masih banyak"


"Mulai sekarang kau harus mengikuti semua aturanku. Pagi harus sarapan lalu juga makan buah, lalu siang juga harus makan nasi dan juga ngemil buah buahan. Dan juga selepas makan malam kau juga harus memakan buah juga"


"Hah? Kenapa hidupku malah jadi serba buah?" Protes Kia tidak terima dengan peranturan snag suami.


"Bukankah kau ingat ucapan dokter tadi? Berat badan anak kita hanya sebatas standar"


"Iya aku tahu, tapi bukan berarti harus serba buah kan? Bagaimana jika aku bosan ingin memakan yang lain"


"Ck, huhh yang hamil aja aku masak yang ngatur ngatur kamu sih" kesal Kia.


"Aku tidak menerima penolakan" ucap Andy cuek sembari memasukan buah buahan lain kedalam troly.


Langkahnya mendekat ke rak khusus susu ibu hamil.


Ia mengambil beberapa kotak dengan rasa yang berbeda. Tak lupa ia juga mengambil banyak sekali kotak susu hamil instan siap minum.

__ADS_1


"Aduhh itu semua buat apalagi?" Keluh Kia lagi.


"Susu bubuk ini untuk minum pagi dan malam, sedangkan yang kotak instan ini untuk minuman sampingan saat kau kerja"


"Huhhh astaga suamikuuu, jika kau menetapkan aturan seperti itu yang gemuk bukan janinnya tapi ibunya" geram Kia.


"Tidak masalah, dan juga setiap setelah subuh kau juga harus jalan jalan sedikit ke taman bersamaku" Andy menambahkan list aturannya.


"Oh astagaaa, untuk membayangkannya saja sudah membuatku lelah" keluh Kia lagi.


"Oh ya, tambah satu lagi. Kau dilarang mengepel, menyapu dan apapun itu yang berhubungan dengan kebersihan rumah"


"No!, Untuk yang terakhir aku menolaknya" bantah Kia menentang aturan sang suami.


"Beri aku alasanmu dulu"


"Aku sudah duduk dikantor seharian, aku akan kekurangan gerak nantinya jika tidak beres beres apartemen, lagi pula kan hanya seminggu sekali"


"Alasan ditolak, kau tetap tidak diizinkan membereskan apartemen"


"Ishh, kenapa sih kamu sering ngasih aturan yang berat buat aku. Lagi pula kan hanya seminggu sekali. Selain itu pekerjaannya juga tidak berat. Hanya sekedar menyapu saja. Lagi pula cuci piring pun sudah ada mesinnya. Aku janji jika kau menuruti keinginanku yang satu ini aku akan menuruti keinginanmu"

__ADS_1


"Apapun itu?"


"Heem, apapun itu" Kia menganggukan kepalanya


__ADS_2