Cinta Tuan Muda Arogan

Cinta Tuan Muda Arogan
Sebuah Misi


__ADS_3

"Mungkin 2 minggu lagi ma"


"Ya udah nanti mama bantu persiapin semuanya"


"Iya ma, makasih"


Malam hari


Tepat pukul 1 dini hari


Sella terbangun dari tidurnya karna handphonenya berdering.


"Hallo"


"Hallo, bisakah kau menjalankan misi kembali"


"Ck kau ini sebenarnya tuli atau bagaimana. Aku sudah bilang aku sudah keluar dari dunia hitam itu"


"Ayolah, hanya 1 misi saja. Ada sekitar 4 anak anak disekap di gedung X. Dan kami dibantu para polisi sedikit kesulitan karna mereka memiliki pasukan kuat. Dan kami hanya bisa mengandalkanmu"


"Sory, aku tidak bisa. Karna sekarang aku sedang hamil besar. sangat tidak memungkinkan untuk kesana" ucap Sella.


"Baiklah, tapi kuharap kau berubah pikiran"


Tutt


Panggilan diakhiri


Sella bingung dengan semuanya. Disatu sisi ada keselamatan anaknya sedang disisi lain ada anak anak lain yang butuh pertolongannya.


Sella ingin sekali kembali tidur namun nyatanya ia tak bisa memejamkan matanya itu. Otaknya selalu memikirkan ucapan seseorang yang menelponnya tadi.

__ADS_1


"Arghhh" Sella mengerang frustasi.


Ia segera mengambil jaketnya dan keluar diam diam dari mansion itu.


Tanpa disadarinya, dari tadi Vino mendengar obrolan telepon Sella. Ia langsung mengikuti kemana Sella pergi.


Sella memasuki sebuah gedung kosong.


Terlihat beberapa temannya dan polisi telah berada didepan gedung itu.


"Terimakasih Sella karna sudah datang. Sebaiknya kita langsung masuk sekarang"


Sella pun meminta pistol pada polisi disana karna pistolnya sendiri telah dibuang Vino entah kemana.


"Tapi nyonya pistol ini tidak sembarangan orang bisa memakainya. Lagi pula misi ini juga sangat berbahaya untuk perempuan hamil seperti anda" polisi menolak secara halus.


"Kau tak percaya padaku?" Sella menatap tajam pada polisi yang membuat sang polisi akhirnya mempercayakan sebuah pistol untuk Sella.


Nampak beberapa anak buah penjahat itu telah menghadang mereka. Sella sadr diri. Ia tak bisa memukul ataupun menendang karna terlalu beresiko untuk kehamilannya.


Ia membiarkan para polisi lah yang bergerak.


Secara diam diam Sella lebih dulu masuk ke ruang tertinggi gedung itu dan segera melepaskan tali ikatan yang mengikat anak anak yang diculik disana.


Terlihat 4 orang anak itu menangis ketakutan.


"Ayo kita keluar sekarang ya, kalian aman bersama kakak" ucap Sella lembut.


Namun naas, sebelum keluar dari pintu Sella lebih dulu dihadang oleh beberapa orang disana.


"Mau kemana cantik?"

__ADS_1


"Hmm sepertinya kau memiliki keberanian yang besar. Dengan melawanku berarti kau menantang mautmu. Sepertinya akan lebih baik jika kita bersenang senang terlebih dahulu" goda penjahat itu.


Sella menyuruh anak anak untuk tutup mata dan telinga rapat rapat.


Dorrr


Satu tembakan Sella lepaskan namun belum mengenai sasarannya.


"Hmm kau membuat kesalahan besar dengan menantangku"


Dorrr


Satu tembakan dilayangkan penjahat itu namun masih tak mengenai Sella.


Sella sangat marah saat ini


Dorrr


Dorrr


Sella melepaskan 2 tembakan sekaligus dan berhasil mengenai kaki penjahat itu.


"Keparat kau!!" Marah penjahat itu.


Dorr


Satu tembakan Sella layangkan tepat mengenai lengan penjahat itu yang membuat pistol yang di tangan penjahat itu terlepas.


Buru buru Sella menarik ke 4 anak itu dengan masih menyuruh mereka menutup mata.


Tanpa diduga penjahat itu mengeluarkan sebuah belati dari sakunya.

__ADS_1


Hampir saja belati itu ditusukan ke perut Sella namun ternyata meleset mengenai pergelangan tangan Sella karna ditepis seseorang.


__ADS_2