
"Auhhh cie ciee, pak Andy sweet banget sih" sorak para teman teman Kia yang sudah tau kabar pernikahan Kia dan Andy dari beberapa teman staff yang pagi tadi ikut meeting.
"Tidak usah dengarkan mereka, ayo ke kantin bareng" ajak Andy.
Kia pun menuruti ajakan suaminya itu. Jika ia menolak pun pasti akhirnya ia akan menuruti perintah suami pemaksanya itu.
Kini mereka berdua sudah di meja yang sama
"Emm apa aku boleh mengambil pekerjaan itu? Kurasa itu tidak terlalu berat untukku"
"Tidak" tolak Andy mentah mentah.
"Tapi aku ingin mencari pengalaman baru disana. Lagi pula juga tempat nya juga tidak begitu jauh"
"Tidak, jawaban ku tetap tidak" Andy menekankan kata katanya.
"Apa begitu susahkah bagimu memberiku sedikit kebebasan?" Kia ikut menekankan kata katanya.
"Apa selama ini kebebasan yang kuberi masih kurang?" Andy menaikkan sebelah alisnya.
"Oh, apa kau tidak sadar bahwa semua aturan mu itu merenggut kebebasanku? Aku tau kau membuat aturan yang baik untuk anak kita, tapi kau melupakan aku yang selalu tertekan dengan segala aturanmu itu" Kia mengungkapkan kata katanya.
"Lalu apa maumu?"
"Izinkan aku ke kantor cabang"
Huhhh
Andy membuang napasnya kasar
"Baiklah, hanya 3 hari saja" Andy pasrah.
Senyum Kia mengembang sempurna
__ADS_1
"Makasih suamiku" ucapnya tulus dengan mata berbinar.
Para karyawan menatap sepasang manusia itu.
Kabar pernikahan Kia dan Andy bahkan sudah menyebar ke seluruh kantor.
"Auwww mereka terlihat sangat serasi" ucap salah seorang karyawan.
Beberapa minggu kemudian,,
Malam hari,,
Nampak Kia sedang menonton Tv dilantai bawah sedangkan suaminya sedang diruang kerja.
Ting tung (suara bel apartemen)
Kia berjalan mendekati pintu dan membukanya.
"Ada yang bisa saya bantu tuan, nyonya?"
"Emm, Andy nya ada?" Seorang perempuan paruh baya yang menanyakan.
"Oh, ada nyonya. Sebentar saya panggilkan, silahkan masuk dulu tuan, nyonya" Kia mempersilahkan 2 orang itu untuk masuk ke apartemen sang suami.
Kia pun segera memanggilkan sang suami
Tok
Tok
Tok
Kia mengetuk pintu ruang kerja sang suami.
__ADS_1
"Masuk saja"
"Ada 2 orang satu laki laki dan satu perempuan
Paruh baya mencarimu"
"Dimana?"
"Mereka diruang tamu"
Andy pun segera bangkit menemui tamunya sedangkan Kia langsung ke dapur untuk membuatkan minuman dan beberapa camilan.
Kia pun mengantarkannya ke ruang tamu. Ia dapat melihat dengan jelas bahwa suaminya nampak diomeli oleh wanita paruh baya tadi. Tapi ia tak paham ada yang wanita itu katakan.
"Siapa perempuan ini?" Tanya wanita itu tepat saat Kia meletakan nampan diatas meja.
"Sa saya hanya pem..." Belum sempat Kia menyelesaikan ucapannya namun segera dipotong oleh Andy.
"Dia istriku" jawab Andy singkat.
"What!! Bagaimana bisa?! Dan kau menikah tanpa memberitahuku? Anak macam apa kau ini!" Disini Kia paham bahwa sepasang manusia itu adalah orang tua Andy.
"Maaf, ka kalau begitu sa saya permisi" Kia akan pamit dari perdebatan sengit antar orang tua dan anak itu.
Namun tangannya langsung dicekal oleh suaminya.
"Tetap disini!" Tegas Andy.
"Bukankah kalian sendiri yang mengusirku, lalu kenapa aku harus memberitahukan pada kalian bahwa aku menikah?" Andy menaikan sebelah alisnya.
Wanita itu menghela napasnya
jangan Lupa Like dan Komen
__ADS_1