
"Ahahaha, untuk apa aku menangisi takdir" tawanya sedikit miris.
Ceklek
Pintu kamar dibuka oleh Andy.
Untung saja tadi Kia telah menghapus air matanya.
"Besok kita bersiap ke rumah utama untuk acara tujuh bulanan" ucap Andy singkat.
"Tapi bagaimana jika ada media yang datang. Atau foto kita bocor ke publik walau sudah ada beberapa orang kantor yang tau? Apa kau tidak malu?" Kia gusar.
"Kenapa malu?"
"Lihatlah aku, aku hanya seorang wanita dari kalangan biasa. Wajahku pun tak secantik wanita diluaran sana. Pernikahan kita pun bertahan sampai sejauh ini hanya karna 'anak'. Apa kau tidak malu jika ada orang yang mengatakan 'pacarmu jauh lebih cantik dari istrimu' dan satu lagi, waktu pernikahan kita hanya sisa 2 bulan saja. Apa kau tidak malu baru kau merayakan pesta tujuh bulanan tapi tiba tiba bercerai setelah melahirkan" jelas Kia panjang lebar.
Kini Andy tau permasalahan istrinya. Kia terlalu insecure menghadapi gunjingan orang diluaran sana.
"Acara diadakan tertutup, hanya ada beberapa anggota keluarga inti saja yang diundang" jawab Andy.
"Apa kau tak malu memperkenalkanku pada keluarga besarmu nanti? Lalu bagaimana dengan kekasihmu itu, apa dia tidak cemburu?"
"Dia juga akan datang besok"
__ADS_1
Kia menghela napasnya
"Baiklah"
Keesokan harinya nampak Kia sudah memakai sebuah dres pesta senada dengan kemeja milik Andy.
Nampak hari itu Kia mengenakan hijab dan berdandan seadanya saja.
Mobil Andy memasuki sebuah bangunan besar yang Kia duga pasti itu rumah utama.
Disini Kia semakin merasa patah dengan segalanya. Suaminya memiliki segalanya, sedangkan dia yang harus bekerja keras terlebih dahulu hanya untuk mendapatkan sesuatu.
"Ayo masuk"
Kia melihat beberapa orang yang dikenalnya juga hadir disana.
Walaupun hanya beberapa orang saja, tetap saja Kia merasa canggung disini.
"Andy, Kia, kemari" panggil papa Andre pada anak dan menantunya.
"Kenalkan, ini anak saya Andy dan ini istrinya"
"Wah wah wah, dunia sangat sempit ya. Saya sangat mengenal keduanya. Mereka berdua kan orang kepercayaan dari Yulandres grup kan?"
__ADS_1
"Iya, saya memang dulu saya menitipkan anak saya pada tuan Rifqi untuk menjadi asisten anaknya"
"Berarti sebentar lagi Andy akan diangkat menjadi CEO di KN Company?"
"Iya, itu pasti dalam waktu dekat ini"
"Oh berarti berita tentang pernikahan kalian benar adanya. Saya kira itu hanya bualan, ternyata benar kalian menikah"
Acara pun dimulai dengan beberapa acara adat lalu ditutup dengan makan makan bersama.
Kia sedikit canggung saat mertuanya memperkenalkannya pada keluarga yang lain dengan wajah yang berbinar.
"Ini menantuku, cantik kan?" Mama Ranti mengenalkan Kia dengan bangganya.
"Cantik sekali ya, Andy memang tidak salah memilih istri" jawab salah seorang keluarga Andy.
Mata Kia menangkap sosok Sindy yang sudah datang.
Sindy, sosok wanita cantik, elegan dan berkelas yang pastinya kastanya sama dengan keluarga Andy.
Dia melihat suami dan wanita itu berbincang bincang dengan sedikit tawa.
Ada sedikit luka dihati Kia melihat kebersamaan dua orang itu.
__ADS_1
Kia pun akhirnya berpisah dengan mama Ranti karna mama Ranti dipanggil oleh papa Andre.
Nampak Kia duduk di sofa disana karna merasakan badannya sudah lelah.