Cinta Yang Terluka Karena Gangguan Jin Dan Sihir

Cinta Yang Terluka Karena Gangguan Jin Dan Sihir
Bab 105. Cinta Yang Terluka Karena Gangguan Jin & Sihir


__ADS_3

Alina berusaha mengumpulkan kesadarannya, setelah melewati proses ruqyah yang teramat panjang. Dirinya benar-benar menyesal sebab pernah menjalani hubungan yang bukan hanya sekedar saudara dengan abang sepupunya Bagaskara Ardhana Putra sepupunya hingga berujung cintanya yang harus terluka karena gangguan jin dan sihir. Alina pun harus berkali-kali gagal merajut kebersamaan dan janji suci pernikahan dengan pemuda yang ia cintai dan sampai detik ini tak ada satu pun pemuda yang mampu untuk mendekatinya. Itu menjadi kesedihan dan luka yang teramat dalam untuk Alina.


Alina terhenyak dari lamunannya, ibunya merengkuhnya dengan penuh kasih, "Semoga Allah memberkahi hidupmu, Nak! semoga seiring berjalannya waktu gangguan yang kau alami dapat segera pulih dan kau bisa ceria seperti dulu. Kau adalah anak ibu yang paling sholiha. Ibu yakin kau pasti tegar dan kuat," ucap ibu Chintya dengan mengecup kening putrinya.


Sementara, Andara pun ikut memeluk adiknya, sehingga ketiga ibu dan anak tersebut saling merengkuh satu sama lain untuk saling menguatkan atas segala ujian yang menimpa.


"Baiklah, ini adalah minyak zaitun yang sudah di terapi ruqyah. Minumlah secara rutin untuk kesembuhan dari dalam. Sebab, selama terapi ruqyah kita tidak tahu jika ada yang terluka dari dalam tubuhnya. Bisa juga nanti di tambah minum madu ataupun habbatussauda. Nanti jika sudah di rasakan lebih baik, satu atau dua bulan kedepan terapi ruqyahnya bisa di ulangi lagi sampai tuntas!" terang ustadz Sabri.


"Dan satu lagi, dekatkanlah diri pada Allah Subhana wata'alla, mohon ampun padanya atas segala dosa dan kemaksiatan yang mungkin pernah kita lakukan dimasa yang lalu. Mulai sekarang hindari hal-hal yang dapat memicu kita melakukan sesuatu yang di larang oleh Allah. Salah satunya, pacaran. Berusahalah untuk terus memperbaiki diri. Di rumah pun bisa di rutinkan terapi mandiri untuk mengurangi gangguan yang ada. Sejatinya, ruqyah syar'iyyah hanyalah wasilah, namun kesembuhan hanyalah milik Allah."


Ustadz Sabri pun terus memberikan motivasi untuk Alina, "Berusahalah untuk menegakkan sholat 5 waktu, baca Qur'an, dzikir atau pun sedekah bisa membukakan jalan untuk sebuah kesembuhan. Tetap jadikan sabar dan sholat sebagai penolong. Karena sejatinya, Allah tidak akan menguji seseorang sesuai batas kemampuannya. Sakit yang diderita oleh seseorang ada kalanya bisa menjadi penghapus segala dosa-dosa seseorang, sesungguhnya tidaklah seorang muslim tertimpa suatu kelelahan, atau penyakit, atau kehawatiran, atau kesedihan, atau gangguan, bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya karenanya," terang Ustadz Sabri.


Alina dalam keadaan yang masih belum begitu stabil setelah proses ruqyahnya, ia pun berusaha untuk meresapi setiap kata ustadz Sabri dan mencoba untuk mengamalkannya.

__ADS_1


Begitu pun dengan Ibu Chintya, Andara, mereka pun ikut menyimak penjelasan ustadz Sabri.


Dimas yang sejak tadi menemani si kecil Nadeera pun segera masuk ke dalam klinik ustadz Sabri setelah meletakkan si kecil Nadeera yang baru saja terlelap ke dalam mobil.


Dimas pun segera menemui ustadz Sabri, ia pun memberikan sedikit tips untuk ustadz Sabri sesuai keikhlasan dan kemampuannya, mengingat ini memang klinik khusus ruqyah, apalagi ustadz Sabri telah meruqyah Alina berjam-jam. Sudah sewajarnya, mereka melakukan pembayaran seberapa pun nominal yang ia mampu meskipun ustadz Sabri tak memintanya.


Setelah obrolan dirasakan cukup Alina dan keluarganya pun segera beranjak pergi dari klinik ustadz Sabri, kurang lebih berapa jam perjalanan mereka pun sudah sampai di kediamannya.


Alina langsung masuk ke dalam kamarnya, ia pun segera istirahatkan dirinya di atas kasurnya. Ia merasakan ada yang terluka di jantung hatinya dan terasa berdarah oleh sebab gangguan jin dan sihir yang seolah-olah menarik ulur jantung hatinya.


Alina pun segera mengkonsumsi minyak zaitun yang telah diruqyah oleh ustad Sabri. Ia merasa sedikit lega di jantung hatinya setelah mengkonsumsi minyak zaitun tersebut.


"Alhamdulillah semoga dengan wasilah obat ini aku bisa sembuh dari rasa dari rasa sakit sihir akibat sihir dan guna-guna yang selama ini telah menggerogoti tubuhku. sungguh, aku tidak menyangka jika mas Bagas sekejam itu padaku, titik ia pun telah melakukan tindakan asusila secara tak kasat mata. iya benar-benar lagi yang sangat bejat dan tak bermoral. iya sama sekali tidak pantas menyandang gelar ustadz yang berkedok kemunafikan," Alina terus ngoceh tanpa henti mengeluarkan segala unek-unek yang ada di dalam hati dan pikirannya.

__ADS_1


''karena dialah aku harus terluka, dan kandas berkali-kali menjalani hubungan dengan seseorang yang memang aku harapkan untuk menjadi imamku. Sungguh, aku sangat membenci akan segala kebijakanmu, atas semua perbuatanmu terhadapku yang memang telah di luar batas kewajaran. Pantas saja aku terus merasakan hal-hal yang tak wajar dalam diriku, selalu ada keanehan keanehan yang kurasakan yang begitu di luar pemikiran manusia biasa.''


''Berkali-kali, cinta yang telah kurajut harus kandas dan terabaikan oleh cintaku yang terluka karena gangguan jin dan sihir yang selalu menghantui setiap nafas perjalanan hidupku. Aku berjanji dalam hati ku setelah ini takkan lagi ku mengenal cinta yang tak halal, aku tidak akan lagi menempuh jalan pacaran, aku pun tak ingin lagi mempercayai yang namanya cinta!'' Alina terlihat sangat trauma ketika mengingat kembali semua masa lalunya.


''Kak Muzzaki Ansori, diri mu di mana? mungkinkah dirimu sudah menikah dengan kak Annisa? lima tahun sudah kita berpisah dan hilang kontak. Mungkinkah diri mu masih mengingat ku, atau bahkan dirimu telah melupakan ku? kenapa bayangan mu masih terus hadir dalam igauan mimpi dan ingatan ku? kenapa kak An?'' Alina terlihat depresi mengingat-ingat kisah cintanya yang telah terenggut dan terabaikan.


Dari sekian banyak pemuda yang berusaha untuk mendekati dan melamarnya, entah kenapa hanya nama Ansori yang terukir dalam pita bathinnya hingga detik ini. Sedangkan yang lainnya hanya sekedar numpang lewat, tak ada satu pun yang mampu menyentuh dikedalaman hatinya.


Alina menyandarkan tubuhnya dikepala ranjang, ia merasa terluka perih jika terus mengingat kegagalan demi kegagalan yang menderanya, rasanya untuk sekedar dekat dengan laki-laki pun Alina menjadi sangat takut dan trauma. Bayang-bayangan kegagalan selalu menghantuinya.


Alina pun tiba-tiba meratapi kesedihannya, dirinya seolah-olah merasakan sakit yang sangat luar biasa, terasa sangat menghujam di kedalaman hatinya. Ia pun segera meraih buku dzikir pagi petang dan membacanya serta meresapi artinya.


Alina terus berperang melawan rasa buruk yang menghantuinya. Ia terus melantunkan dzikir almatsurat untuk menenangkan hati dan jiwanya, sekaligus terapi untuk kesembuhannya. Sampai akhirnya, ia pun merasa tenang dan nyaman setelah menyelesaikan ritual dzikirnya.

__ADS_1


''Alhamdullillah, terimakasih ya Rabb atas nikmat sakit yang telah Engkau selipkan di antara duka. Semoga luka hati ini, seiring berjalannya waktu akan sembuh dengan sendirinya dan berganti kebahagiaan yang hakiki!'' bathin Alina penuh dengan sejuta pengharapan.


__ADS_2