Cinta Yang Terluka Karena Gangguan Jin Dan Sihir

Cinta Yang Terluka Karena Gangguan Jin Dan Sihir
Bab 49. Sungguh Tragis!


__ADS_3

Bagaskara menyuapi steak daging ke dalam mulut Putri, seolah-olah ia lah laki-laki yang paling romantis sejagat raya.


"Itu ada bekas steak dimulut mu, sayang!" ucap Bagaskara dengan membersihkan sudut bibir Putri dengan menggunakan tissue.


"OMG, ia sok romantis sekali! Aku rasanya pengen muntah melihat sikapnya, sangat menjijikkan sekali!" Putri berusaha untuk bersikap semanis mungkin, padahal dirinya sudah seperti cacing kepanasan. Ia tidak ingin berlama-lama lagi berada di dekat Bagaskara.


"Sayang, nanti kita shopping di mall ya? kau boleh memilih apa yang kau suka!" Bagaskara mengecup mesra jemari tangan Putri.


Putri pun mengiyakan ajakan Bagaskara, sambil terus membathin dalam hatinya. "Semoga saja, semua wanita yang di kencani Bagaskara hadir semua kemari memergoki kebejatannya!" bathin Putri yang mulai risih, sebab Bagaskara menatapnya dengan penuh nafsu.


"Sayang, bibir mu sangat manis sekali! aku ingin melakukannya dengan sangat lembut dan berdasarkan atas dasar suka sama dengan mu! bukan karena paksaan, bagaimana jika kita sewa hotel saja untuk bersenang-senang hari ini!" ucap Bagaskara dengan merasakan kesesakan di bawah sana. Juniornya tiba-tiba berdiri tegak tanpa bisa untuk ia kontrol.


"Dia benar-benar seperti Alina, jika sedikit saja aku menyentuhnya, gairah ku tiba-tiba membuncah!" Bagaskara beranggapan jika Queensha Putri sama persis seperti Alina.


Deg


Deg


Deg


"Mati aku, si Bagas mulai bereaksi! apa yang harus kulakukan? Aku tak sudi di sentuh olehnya, membayanginya saja aku merasa jijik! dasar buaya darat!" umpat Putri dalam hatinya.


"Sayang, kamu jangan takut! nanti aku akan melakukannya dengan lembut, kok. Aku tidak akan macam-macam, aku hanya butuh bibir ranum mu saja! Yang lainnya aku tidak akan menyentuhnya. Kecuali kau sudah jadi istri ku!" ucap Bagaskara dengan berusaha mengontrol nafsu syahwatnya.


"Sa-sayang!" ucap Putri yang mulai gelagapan, pasalnya Bagaskara semakin mengelus-elus jemari tangannya. Membuat detak jantungnya tak karuan.


"Sayang, sepertinya aku sudah tidak sanggup lagi! kita pesan hotel terdekat, ya?" ucap Bagaskara dengan deru nafas yang tak beraturan.


"Ta-tapi," ucap Queensha Putri gelagapan. Ia pun melirik jarum jamnya.


"Jika tidak ada satu pun yang hadir di sini, tamatlah riwayat ku! Aku harus rela di gerayangi otak pria mesum ini!" Queensha Putri semakin didera rasa kecemasan yang teramat dalam. Pikirnya ingin menjebak Bagaskara, justru dirinyalah yang terjebak di kandang buaya.


Bagaskara membayar semua makanan yang dipesannya, ia pun mendekati Putri yang masih betah duduk di kursi makan Cafe xx, masih berharap jika akan ada keajaiban, teman-temannya segera datang menemuinya.


Bagaskara pun berlutut di hadapan Putri, "Sayang, jadilah ratu di hatiku untuk hari ini!" pinta Bagaskara dengan mencium jemari tangan Putri.


"OMG, romantisnya pasangan tersebut! andainya aku yang ada di posisi wanita tersebut, tentunya diriku akan menjadi wanita yang paling bahagia!" bathin orang-orang dengan berbisik kecil melihat keromantisan Bagaskara terhadap Putri.

__ADS_1


"Ya Allah, segitu rendahnya harga diri Bagaskara Ardhana Putra, hanya karena ingin menghisap madu dari seorang wanita!" batin Putri yang begitu risih sekaligus prihatin melihat kelakuan Bagaskara yang sangat memalukan menurutnya.


Jika para wanita suka untuk disanjung di puja, namun tidak dengan Queensha Putri Fayanna. Ia merasa risih dengan sanjungan Bagaskara Ardhana Putra.


Ketika Bagaskara begitu hikmatnya berlutut dan mencium jemari tangan Putri, ia tidak menyadari jika ada banyak hati yang merasa tersakiti oleh tingkah bejat nya saat ini.


"Mas Bagas! Ini apa maksudnya?" ucap Alina Cahya Kirani yang terlihat ngos-ngosan lantaran terburu-buru mengejar waktu untuk sampai di Cafe xx. Ia terpaksa mengajak Reno untuk menjadi sopirnya, menuju Cafe xx dengan kecepatan tinggi, hanya dengan kecepatan 20 menit saja dari tempat tinggalnya, mereka sampai di Cafe xx, setelah menerima pesan dan rekaman suara Bagaskara diponsel miliknya.


Bagaskara pun menoleh.


"Alina Cahya Kirani? kau!" Bagaskara pun bangkit dan melepaskan genggaman tangannya dari Queensha Putri Fayanna.


"Iya, ini aku! jadi selama ini Mas telah membohongi Alina? Ada berapa banyak wanita yang menjadi teman kencan Mas selama ini?" ucap Alina dibumbui rasa emosi.


"Alina, dengarkan dulu! Ini tak seperti yang kau lihat, Mas mencintai mu!" killah Bagaskara Ardhana Putra.


"Kau tidak bisa mengelak lagi, Mas. Semuanya sudah terbukti, dan kau benar-benar sudah terciduk berselingkuh dengan Queensha Putri, tidak ada lagi yang mesti dijelaskan. Selama ini Alina berusaha untuk bertahan dengan Mas Bagas, akan tetapi hari ini Alina tidak sanggup lagi untuk melanjutkan hubungan ini! kita putus Mas!" tegas Alina dengan satu tarikan nafas.


"Tidak Alina, Mas tidak ingin putus dengan mu! Mas janji akan berubah, dan memperbaiki kesalahan Mas!" ucap Bagas hendak mengamit jemari tangan Alina.


"Semua ini gara-gara dirimu Queensha Putri Fayanna! kau pasti menjebak ku! bukankah kau wanita yang paling picik sedunia!" timpal Bagaskara dengan merendahkan Putri.


"Prok ... prok ... prok, bukankah malah sebaliknya kau yang picik Bagaskara Ardhana Putra. Kau telah mempermainkan banyak kaum wanita dengan sejuta kata cinta mu! kau masih mau mengelak?"


Queensha Putri memberikan kode dengan peluitnya yang sejak tadi di sembunyikan olehnya disaku celananya. Ia pun meniupkan peluitnya, sehingga ke 25 wanita yang masih berada di luar Cafe segera masuk ke dalam Cafe tersebut sehingga Cafe pun penuh sesak.


"Gawattt! celaka 7 turunan!" bathin Bagaskara, ia kalang kabut dan berusaha untuk melarikan diri. Namun, para wanita telah menyerbunya ada yang menyiraminya dengan minuman. Ada yang menimpukinya dengan bekas tissue. Ada yang memukuli dirinya, ada yang mencorat-coret wajahnya dengan lipstik, ada yang melemparinya menggunakan tepung. Hingga sekarang wajah Bagaskara sudah seperti badut.


Bagas menutupi wajahnya, pasalnya ada yang merekam videonya, sehingga hanya dalam seperkian detik video tersebut menyebar di medsos sehingga menjadi trending topik. Dengan caption seorang laki-laki hidung belang terciduk dan tertangkap basah karena telah berselingkuh dan mempermainkan hati para wanita.


Patut di syukuri, para wanita tersebut tidak menyebutkan nama Bagaskara, mereka masih mempunyai hati nurani. Sehingga video Bagaskara pun di post bukan dengan identitas asli, wajahnya pun seperti badut.


"Dasar laki-laki bejat!" ucap para wanita dengan di penuhi kekesalan pada Bagaskara.


Bugh ... bugh ... bug, para wanita tersebut memukul Bagaskara dengan tas masing-masing. Ada juga yang cinta mati pada Bagaskara dengan melampiaskan kekesalannya.


"Kak Bagas, aku tidak menyangka kebejatan mu semakin menjadi-jadi!" ucap Maharani dengan nada pilu.

__ADS_1


"Chika juga nggak nyangka, ternyata kak Bagas adalah laki-laki yang tidak bisa di percaya. Chika kira dihati kak Bagas hanya ada Chika, ternyata semua teman Chika pun di embat!" ucap Chika sambil berderai air mata. Ia pun membuang ingusnya dan menimpuk Bagaskara dengan wajah masamnya.


"Kak Bagas, Dela memang benar sangat mencintai kakak, namun jika begini keadaannya Dela benar-benar patah hati dengan kakak. Apa artinya sejuta kata cinta jika itu hanyalah janji pemanis kata!" Dela melemparkan cincin pemberian Bagaskara untuknya.


"Hentikan! jangan permalukan diri kalian sebagai seorang wanita, sekarang kita semua sudah mengetahui kebejatan Mas Bagas, biarkan ia merenungi kesalahannya! kita tidak boleh berbuat keributan di tempat umum. Dan untuk mu Putri terima kasih karena telah memberitahukan kami semua atas kebejatan Mas Bagas!" ucap Alina yang sebenarnya tak tega melihat Bagaskara sepupunya menjadi bual-bualan banyak orang.


Alina yang memang masih dalam pengaruh sihir Bagaskara pun sebenarnya masih menyimpan rasa pada Abang sepupunya itu, akan tetapi sebisa mungkin ia menepisnya.


"Baiklah kita sekarang semua bubar, yang terpenting kita semua sudah mengetahui jika Bagaskara bukan pemuda yang baik-baik!" Queensha Putri pun memberikan arahan. Sehingga semua orang pun bubar dari Cafe xx.


Putri yang menjadi dalang pemicu keributan tersebut pun minta maaf pada pemilik Cafe dan mengganti segala kerugian yang ada.


Dela, Chika, dan Maharani pun tampak kompak pergi dari hadapan Bagaskara yang kini sudah terlihat semerawut dan acak-acakan oleh penyerangan puluhan wanita terhadap sosok Bagaskara.


Sedangkan Alina yang baru menyadari jika tadi dirinya berboncengan dengan Reno, pun menghampiri Reno yang masih bengong dengan aksi brutal para wanita yang tiba-tiba menyerang Bagaskara.


"OMG, aku tidak menyangka jika ustadz Bagas, ternyata bukanlah orang yang baik-baik. Ia seperti ustadz cabul saja. Parahnya, ternyata dirinya pun punya hubungan spesial dengan Alina sepupunya. Wanita yang selama ini sangat ku kagumi!" bathin Reno dengan rasa tak percayanya.


"Kak Reno, kok bengong? mari kita pulang, maaf telah merepotkan mu!" ucap Alina yang memang tak pandai bawa motor. Mesti ada yang harus memboncenginya.


"I-iya, ma-mari!" ucap Reno yang terlihat gugup ketika melihat Alina kini berdiri di hadapannya.


"Aku harap kak Reno bisa merahasiakan semua kejadian yang ada, kasian Mas Bagas!" ucap Alina yang meskipun kesal dan kecewa dengan Bagaskara, ia pun masih menaruh empati pada Abang sepupunya itu.


"Iya, aku akan merahasiakan semuanya untuk mu Alina!" ucap Reno setulus hati.


"Baiklah, terimakasih kak Reno!" Alina pun meninggalkan Bagaskara yang masih tertunduk lesu dengan wajah yang sudah berantakan oleh keganasan para wanita yang menyerangnya.


"Awas kau Queensha Putri Fayanna, kau harus membayar semua hal yang menimpaku hari ini!" bathin Bagaskara dengan menepuk-nepuk kotoran yang menempel di tubuhnya.


"Sungguh tragis nasib mu Bagaskara Ardhana Putra!" bathin Queensha Putri yang kini tersenyum penuh kemenangan.


"Astaghfirullah! aku tidak mengira jika pemuda tampan tadi adalah sang penjahat wanita. Sudah seperti sang Cassanova saja!" umpat orang-orang yang semula menyanjung keromantisan Bagaskara terhadap Putri, yang ternyata hanya untuk ngeprank kejahatan Bagaskara.


Mendengar bisik-bisik tentang dirinya Bagaskara pun bangkit dari keterpurukannya. "Puas kau mempermalukan ku Queensha Putri!" bentak Bagaskara dengan sorot mata merah menyala dan penuh kebencian terhadap Putri yang masih duduk santai sambil menyeruput minuman yang tadi di pesan oleh Bagaskara untuknya.


"Iya, aku sangat puas dan bahagia melihat kehancuran mu Bagaskara Ardhana Putra!" pungkas Queensha Putri tak kalah sengitnya.

__ADS_1


__ADS_2