Cinta Yang Terluka Karena Gangguan Jin Dan Sihir

Cinta Yang Terluka Karena Gangguan Jin Dan Sihir
Bab 42. Cemburu Buta


__ADS_3

Acara walimahan Andara dan Dimas berjalan dengan penuh hikmat. Di temani alunan musik Gambus yang bertema religi menjadi penghibur bagi para tamu undangan yang hadir di sana.


Setiap orang fokus dengan kesibukannya masing-masing, terlebih susunan kepanitiaan. Alina dan Queensha Putri tetap fokus melayani para tamu undangan di bagian es buah, jika sedang kerepotan senantiasa ada Reno dan teman-teman yang lain yang membantunya.


Sementara, Bagaskara memantau berlangsungnya kegiatan para panitia melayani para tamu undangan di bagiannya masing-masing.


"Kak Bagas, bantuin Chika dong! ambilkan berapa dus kue didalam rumah, hampir ke habisan stok ni, tamu undangan semakin ramai berdatangan!" ucap Chika manja. Chika yang merasa jika dirinya satu-satunya belahan jiwa untuk Bagaskara pun tidak henti-hentinya untuk meminta tolong Bagas walaupun banyak panitia lainnya.


Bagaskara pun terpaksa menuruti permintaan Chika, ia menekan rasa egonya demi menjaga wibawanya di hadapan khalayak ramai. Walaupun sebenarnya hatinya merasa dongkol dengan kemanjaan Chika terhadapnya.


"Untung saja di hadapan khalayak ramai, selain itu dia masih menjadi pacar ku! jika tidak sudah ku buang ke laut atau sungai biar jadi santapan buaya!" umpat Bagaskara di dalam hatinya yang di tujukan pada Chika.


Sikap Chika yang manja itu justru menimbulkan rasa cemburu pada diri Dela dan juga Maharani terhadap kedekatan Bagaskara dan Chika. Sebab, mereka berdua juga adalah belahan jiwanya Bagaskara Ardhana Putra.


"Apa-apaan sih Chika kenapa dari sejak tadi selalu merengek dengan kak Bagas, lama-lama aku tidak tahan backstreet seperti ini. Setelah ini aku akan beritahukan kepada teman-teman ku bahwa aku telah resmi menjadi pacarnya kak Bagas," bathin Dela sambil merengut dengan wajah masamnya.


Dela yang menunggu di pondokan bakso dan makanan ringan lainnya merasa tidak terima dengan kedekatan Chika dan Bagaskara. Dela merasakan cemburu buta, baginya Bagaskara adalah lelakinya.

__ADS_1


Kecemburuan Dela terhadap Chika pun tertangkap indera penglihatan Maharani yang menunggu di bagian nasi dan lauk-pauk bersama panitia yang lainnya. "Aku menangkap hawa yang tidak beres antara Chika dan kak Dela, jangan-jangan kak Bagas telah memacari Chika dan kak Dela. Keterlaluan kak Bagas, jika tidak dalam suasana pesta kak Andara, tentunya aku akan memberi pelajaran untuk kak Bagas, wajahnya saja yang tampan dan kelihatan sholeh, padahal ia bejat dan munafik!" Maharani pun menatap tajam ke arah Bagaskara yang meskipun membantu Chika tapi tatapannya tertuju pada Alina Cahya Kirani.


"Dasar laki-laki bejat, semua wanita di embat! sepupu pun dipacari, memang tidak bermoral! Namun, entah kenapa semenjak ia kerap kali mencumbui ku, sebejat apa pun dirinya aku begitu sangat mencintainya. Kak Bagas, sungguh dirimu telah melukai hati dan perasaan ku. Namun, kenapa aku merasa bodoh seperih apa pun goresan luka yang kau sayatkan di hatiku, aku masih terus bertahan dengan mu, meskipun jiwa ku merasa tersiksa dan tertekan oleh sikap mu!" bathin Maharani meringis pilu. Tak dapat dipungkiri, Maharani pun cemburu buta atas apa yang dilihatnya.


Di tengah meriahnya pesta pernikahan Andara dan Dimas, ada banyak hati yang terluka, cemburu dan kecewa oleh perbuatan Bagaskara Ardhana Putra. Termasuk Alina dan Queensha Putri, mereka pun merasakan kecewa dan luka yang teramat dalam, pasalnya Bagaskara memiliki banyak wanita, namun dirinya masih terus mengikat dan menyiksa jiwa Alina untuk tetap menjadi satu-satunya kekasih yang paling istimewa untuk Bagaskara. Dan parahnya lagi tanpa sepengetahuan Alina, Bagaskara melakukan cara yang halus untuk menaklukkan hati Alina. Ajian pelet, sihir dan guna-guna menjadi salah satu cara yang ampuh untuk Bagaskara menawan hati Alina agar terus terikat dengannya.


Begitu pun dengan Queensha Putri, ia justru sakit hati dan kecewa atas sikap Bagaskara yang semena-mena padanya. Mencumbuinya secara paksa, membuat Putri merasa jijik dengan Bagaskara.


"Alangkah bodohnya teman-teman ku, Chika, Maharani dan Dela. Andai mereka tahu jika diriku pun menjadi korban asusila Bagaskara, mereka pasti akan menyesal. Selain itu, di luar sana Bagaskara pun memiliki wanita simpanan lainnya, aku tidak boleh membiarkan teman-teman ku terus berada dalam tipuan laki-laki bejat itu. Setelah ini, aku akan mengumpulkan mereka semua. Aku akan menjebak Bagaskara untuk kencan bersama ku di suatu tempat, setelah itu aku akan menghubungi teman-teman ku untuk memergoki kebejatan Bagaskara!" bathin Queensha Putri yang enggan memanggil Bagaskara dengan sebutan kakak.


Alina masih terlihat bersemangat dengan aktivitasnya, sembari bersenda gurau dengan teman-teman panitia lainnya.


Reno yang selalu siaga membantu Alina dan Chika yang sedang kerepotan pun tak menyia-nyiakan kesempatan yang ada, terutama ia sengaja curi-curi pandang dan perhatian terhadap Alina. Ia tidak menyadari jika Bagaskara di dera rasa cemburun buta ketika melihat Reno sengaja mencuri kesempatan dalam kesempitan.


"Awas kau Reno, nikmatilah kesenangan mu yang hanya sementara ini, kau terlalu kepedean ingin mengambil Alina dariku? setelah ini Alina akan selalu ada dalam bayang-bayang cinta ku!" bathin Bagaskara dengan tersenyum devil.


Di tambah pula sekarang kehadiran tamu undangan yang tampak keren dari kejauhan, bukannya langsung mengisi perutnya yang lapar menuju meja khusus nasi dan lauk-pauk, akan tetapi pemuda tersebut langsung menuju pondokan es buah menemui Alina.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum, Es buahnya satu, Neng!" ucap pemuda itu santai, tak lupa senyuman tulusnya ditujukan hanya untuk Alina. Membuat orang-orang di sana semakin bertanya-tanya, siapakah sebenarnya pemuda tampan dengan postur tubuh ideal itu, yang terlihat sok kenal sok dekat dengan Alina.


"Wa'alaikumsalam warahmatullahi, eh kak Gun. Apa kabar? akhirnya kakak datang juga!" ucap Alina histeris ketika melihat perawakan Guntara Arjuna Winata seperti aktor Marchel Chandra Winata.


"Alhamdulillah, untuk mu kakak pasti datang Alina!" ucap Guntara yang terkesan sangat kentara jika dirinya sangat mengagumi sosok Alina.


"Oh, ya?" Alina nampak sedikit tersanjung, namun akhirnya ia pun menetralkan kembali detak jantungnya yang berdegup tak karuan oleh sanjungan pria tampan tersebut.


Reno yang menyaksikan kedekatan Alina dan Guntara pun, tiba-tiba didera perasaan cemburu.


"Ya Allah, seperti ini kah rasanya cemburu!" bathin Reno yang memang telah jatuh hati pada sosok Alina Cahya Kirani yang dari sejak tadi di kagumi olehnya.


"Kurang ajar, siapa lagi yang hendak mendekati Alina! itu sepertinya pemuda yang ku tonjok di Garden Cleopatra kemarin? siapa pula yang mengundangnya?" bathin Bagaskara geram. Ingin rasanya ia kembali memberikan bogem mentah pada sosok Guntara Arjuna Winata yang nekad ingin mendekati Alinanya.


Queensha Putri yang pandai membaca keadaan pun berhura-ria di dalam hatinya. "Syukurin, gimana rasanya patah hati dan cemburu buta! sangat perih bukan?" celoteh Queensha Putri yang ditujukan pada Bagaskara Ardhana Putra, musuh bebuyutannya.


"Ternyata banyak sekali pemuda yang menggandrungi mu Alina. Akan tetapi tak kubiarkan mereka terus mendekati mu, apalagi sampai menyentuh mu!'' bathin Bagaskara yang kini di bubuhi rasa cemburu buta.

__ADS_1


__ADS_2